Taburan Yang Tidak Diterima Tuhan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 5:1-11

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 5:3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?

Ibu Yohana selalu tidak nyaman ketika mendengar kotbah di gereja yang membahas tentang persepuluhan. Pikirannya selalu mengintimidasi untuk tidak memberikan persepuluhan. “Mengapa persepuluhan itu terus dibahas, uang segitu cukup besar lho, keluargaku mau makan apa nanti kalau uang itu habis karena diberikan kepada gereja, gereja sudah besar jadi tidak perlu bantuan, sudah banyak orang kaya di gereja…” dan seterusnya. Itulah yang membuatnya selalu berat hati untuk memberikan persepuluhan. Sampai suatu ketika, pada suatu khotbah minggu, pemahamannya tentang persepuluhan dibukakan. Ibu Yohana menjadi mengerti bahwa persepuluhan adalah wujud ketaatan dan ungkapan syukur atas semua berkat anugerah Tuhan. Sejak itulah Ibu Yohana berani mengambil langkah iman untuk mempersembahkan persepuluhan kepada Tuhan. Hatinya menjadi lega dan bersukacita. Ternyata persepuluhan tidak membuatnya kekurangan, justru Ibu Yohana semakin merasakan berkat dan campur tangan Tuhan dalam kehidupannya.

Berbagai alasan untuk tidak rela memberikan persembahan persepuluhan seperti kisah Ibu Yohana di atas juga terjadi pada Ananias dan Safira dalam Kisah Para Rasul 5:1-11. Ananias dan Safira memberikan persembahan tetapi tidak dengan kerelaan hati. Mereka telah berhasil menjual tanah dan menyampaikan kepada banyak orang bahwa seluruh hasil penjualan tanah itu hendak mereka persembahkan kepada Tuhan. Namun ternyata persembahan mereka sebetulnya hanya sebagian dari hasil penjualan tanah, tidak seluruhnya, tidak seperti yang mereka umumkan kepada banyak orang. Mereka memberikan persembahan hanya supaya menjadi terkenal sebagai dermawan di pemandangan manusia, bukan sungguh-sungguh memberikan persembahan untuk Tuhan. Hal seperti ini tidak dikenan oleh Tuhan. Persembahan yang tidak jujur, yang hanya karena terpaksa dan sebenarnya tidak rela, yang hanya untuk kepentingan pribadi, bukannya menyukakan hati Tuhan tetapi malah akan membuat Tuhan menjadi marah dan mendatangkan kutuk dalam hidup.

Tuhan tidak senang ketika kita menabur dengan sedih dan terpaksa. Dalam menaburkan benih profetik, level sukacita yang ada dalam hati kita untuk menabur akan membuat perbedaan besar dalam tuaian mujizatnya. Janganlah kita menjadi orang yang menabur dengan sedih dan terpaksa. Janganlah kita menjadi orang yang tangannya memberi, tapi hatinya tidak rela. Karena orang yang menabur dengan sedih dan setengah hati pada akhirnya tidak akan menerima apa-apa bahkan dia akan menerima kerugian dobel, sebab di satu sisi dia sudah kehilangan benihnya dan di sisi lain benih itu tidak mungkin bisa bertumbuh karena Tuhan tidak berkenan dengan pemberian seperti ini.

RENUNGAN
Tuhan TIDAK SENANG ketika kita menabur dengan SEDIH dan TERPAKSA.

APLIKASI
1. Apakah Anda rutin memberikan persembahan persepuluhan bagi Tuhan?
2. Apakah Anda merasakan sukacita ketika memberikan persembahan kepada Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa mempersembahkan tidak dengan terpaksa tetapi dengan sukacita?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur atas semua berkat dan anugerahMu. Kami persembahkan hidup kami sepenuhnya kepadaMu dan pakailah kami sebagai alat kerajaanMu untuk menjadi berkat dan menjadi bukti kasihMu serta menjadi saksi karya penyelamatanMu. Berikanlah kami hati yang selalu memberikan persembahan yang terbaik kepadaMu dan kiranya setiap persembahan kami selalu dapat menyenangkan hatiMu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.