Taburan Yang Tidak Diterima Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Lukas 6:30-38

RHEMA HARI INI
Lukas 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Tidak semua pemberian kita menyukakan hati Tuhan. Hati di balik pemberian itu yang Tuhan lihat. Dalam Kisah Para Rasul 5, Ananias beserta istrinya, Safira, menjual sebidang tanah. Mereka mempersembahkan hasil penjualan itu kepada para rasul. Namun diam-diam mereka menahan sebagian hasilnya. Mereka tidak mengatakan kalau mereka memberikan semua uang dari penjualan, tetapi mereka membiarkan orang mengira seperti itu. Sebenarnya tidak ada aturan bahwa mereka harus mempersembahkan seluruh pendapatan mereka. Kepura-puraan Ananias dan Safira bertujuan untuk menunjukkan tingkat kerohanian yang lebih tinggi dan keinginan mendapatkan pujian dari orang lain. Seharusnya mereka jujur. Mereka lupa bahwa Tuhan tidak bisa dibohongi. Motivasi hati mereka yang salah dalam memberikan persembahan akhirnya malah mendatangkan kutuk dalam hidup mereka dan mereka membayarnya dengan nyawa.

Pelajaran yang sangat berharga. Tuhan kita bukan Allah murahan yang mau menerima semua pemberian kita. Bagaimanapun, Dia adalah pemilik segalanya di bumi dan di sorga. Ada persembahan yang Tuhan suka menerimanya, tetapi ada persembahan tertentu yang Tuhan tidak suka, bahkan membuat-Nya marah.

Kita perlu mengetahui, memberi persembahan adalah salah satu tanda kasih. Tuhan mau kita memberi dengan sepenuh hati. Jangan sampai kita menyimpan maksud-maksud tersembunyi dalam persembahan kita. Seperti rasa ingin dihormati orang lain, rasa ingin mendapat pujian dari hamba-hamba Tuhan, rasa ingin dianggap lebih rohani dibanding orang lain, rasa ingin terkenal di pemandangan manusia, bahkan ingin mendapatkan keuntungan secara pribadi lewat persembahan kita. Itu semua adalah tanda pemberian yang tidak sepenuh hati. Hentikan semua itu. Fokus pada perkara yang benar. Berikan persembahan karena kita mengasihi Tuhan. Ketika kita memberikan yang terbaik dengan sukacita, itu pasti menyukakan hati Tuhan. Tingkat langit akan terbuka, berkat-berkat Tuhan tercurah dalam hidup kita, dan kita akan mengalami mujizat keuangan besar. Amin.

RENUNGAN
Orang yang MENABUR dengan SEDIH dan SETENGAH HATI pada akhirnya TIDAK AKAN MENERIMA APA-APA dari Tuhan.

APLIKASI
1. Apakah yang ada dalam hati Anda ketika Anda mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan selama ini?
2. Mengapa orang yang menabur dengan tidak bersukacita tidak akan menerima apa-apa dari Tuhan?
3. Bagaimana Anda dapat memperbaiki motivasi hati Anda dalam pemberian atau taburan Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih Engkau telah mengingatkan kami untuk tidak memberi dengan setengah hati. Pimpin kami, agar kami dapat menabur dengan sukacita dan rela hati. Kami ingin, apa yang kami taburkan dapat membuahkan sesuatu yang baik bagi Kerajaan-Mu dan akhirnya mendatangkan kemuliaan bagi nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.