Tanda Orang Yang Dipenuhi Kasih Allah

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kejadian 45:1-28

RHEMA HARI INI
Kejadian 45:1 Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya, lalu berserulah ia: “Suruhlah keluar semua orang dari sini.” Maka tidak ada seorangpun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya.

Ini adalah kisah Fredy, sosok pemuda dari keluarga berada yang tidak begitu disukai oleh kedua kakaknya. Umurnya yang terpaut jauh dengan kakak keduanya membuatnya dianggap pencuri perhatian orangtuanya. Sejak kecil sampai kedua orangtuanya meninggal, Fredy terus dikucilkan. Meski demikian, ia tidak pernah dendam. Sejak mengenal kasih Tuhan, setiap malam ia berdoa agar Tuhan mengubahkan hati kedua kakaknya. Sementara itu, Fredy hidup sebatang kara. Ia harus menyelesaikan sekolah dan bekerja dengan usahanya sendiri. Kemudian hidupnya mulai mapan dan ia pun berkeluarga. Namun, kakak-kakaknya yang meneruskan usaha keluarga malah mengalami keterpurukan dan terlilit hutang. Saat itulah, Fredy mengulurkan bantuannya. Tersentuh oleh kebaikan Fredy, kedua kakaknya menyesali perbuatan mereka dan bertobat. Kini mereka bisa berkumpul sebagai satu keluarga yang diikat oleh kasih Allah.

Dalam kehidupan keluarga, sengaja atau tidak, bisa saja kita melukai hati satu sama lain. Kalau menuruti keinginan daging kita, saat sebuah kesempatan untuk membalas sakit hati itu datang, tentu rasanya kita ingin membalasnya. Kesempatan itu pun datang kepada Yusuf ketika saudara-saudaranya yang kesusahan datang kepadanya yang sudah menjadi penguasa besar di Mesir. Saat itulah peperangan batin terjadi dalam hati Yusuf. Namun, ia memiliki hubungan yang dekat dengan Allah. Allah adalah kasih, dan kasih itu pasti memenuhi hatinya. Pada akhirnya, kasih mengalahkan segala kepahitan dalam hati Yusuf, dan ia mampu mengampuni kakak-kakaknya.

Seperti Yusuf dan Fredy, tidak peduli sebesar apa luka yang ditimbulkan keluarga mereka dalam hati mereka, kasih Allah sanggup memulihkannya. Karena itu, bukalah hati kita lebar-lebar untuk kasih Allah. Kasih Allah yang memenuhi hati kita dan meluap keluar akan membawa mujizat pemulihan keluarga dan aib pun Tuhan ubahkan menjadi kemuliaan.

RENUNGAN
Orang yang DIPENUHI KASIH ALLAH, tidak mungkin bisa MENAHAN HATINYA untuk MENGAMPUNI dan MENGASIHI.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda masih memiliki kepahitan yang menahan Anda untuk bisa mengampuni dan mengasihi keluarga Anda?
2. Mengapa Anda perlu memenuhi hati Anda dengan kasih Allah?
3. Apa langkah yang bisa Anda ambil untuk bisa melepaskan pengampuanan dan mengasihi mereka?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih atas hadirat-Mu yang selalu memenuhi hati kami setiap hari. Kami yakin, Kau telah memenuhi kami dengan kasih-Mu yang luar biasa baik. Kami mau mengampuni dan mengasihi anggota keluarga kami yang menyakiti hati kami, seperti Kau pun mengampuni dan mengasihi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.