Spesialis Kesembuhan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 6:17-19

RHEMA HARI INI
Lukas 6:18-19 Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Sakit, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah berasa tidak nyaman di tubuh atau bagian tubuh karena menderita sesuatu. Pastilah setiap kita juga pernah atau bahkan masih merasakan yang namanya sakit. Saat keadaan sakit, tubuh menjadi lemah, tidak ada gairah dan tidak bisa beraktivitas normal seperti biasa. Sangat tidak enak rasanya bila kita menderita suatu penyakit, apalagi bila penyakit itu tak kunjung sembuh. Kita akan berusaha mencari cara dan jalan agar sakit kita bisa disembuhkan. Mungkin dengan mengatur pola hidup kita, memerikasakan diri ke dokter dan jikalau sudah parah terkadang kita harus menginap di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang intensif.

Kabar baiknya hari ini adalah jika kita sedang mengalami suatu penyakit, datanglah kepada Yesus. Kita punya akses kesembuhan kepada Sang Empunya hidup. Dialah satu-satunya penolong yang bisa kita andalkan. Tuhan Yesus selama 3,5 tahun melayani, sekitar seperlima waktu-Nya dipakai untuk melayani kesembuhan ilahi. Ini artinya mujizat kesembuhan punya tempat tersendiri di hati Yesus. Yesus berjalan dari kota ke kota dan desa ke desa untuk memberitakan Injil dan menyembuhkan yang sakit. Yesus menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit yang umum sampai penyakit yang begitu ditakuti di zaman itu. Yesus menyembuhkan semua orang, baik orang miskin sampai anak kepala rumah ibadat. Yesus menyembuhkan orang yang sudah sakit puluhan tahun bahkan ada yang sejak dari lahirnya.

Tuhan Yesus tidak pernah menolak untuk mendoakan kesembuhan. Bagi Yesus, melayani kesembuhan ilahi adalah passion-Nya. Alkitab mencatat semua orang yang datang pada-Nya disembuhkanNya. Semua yang hadir di hadapan-Nya pulang dengan membawa mujizat. Dia adalah Tuhan yang begitu mengasihi kita dan Dia tidak pernah gagal. Sebab Dia adalah Allah yang menyembuhkan. Saat ini, apapun yang sedang kita alami, separah apapun sakit penyakit kita, datanglah pada Yesus. Percayalah Tuhan Yesus tidak pernah menolak untuk mendoakan kesembuhan bagi kita. Asal kita percaya, mujizat kesembuhan akan Tuhan berikan pada kita, karena mujizat kesembuhan memiliki tempat tersendiri di hati Yesus. Bagi Yesus, kesembuhan dan kesehatan kita sangatlah penting. (LEW)

RENUNGAN
MUJIZAT KESEMBUHAN punya TEMPAT TERSENDIRI di hati Yesus, Dia tidak pernah menolak untuk MENDOAKAN KESEMBUHAN.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah membawa pergumulan sakit penyakit Anda kepada Yesus? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Seberapa besar percaya Anda kepada Yesus bahwa Dia sanggup memberikan mujizat kesembuhan kepada Anda? Ceritakan!
3. Apa saja yang akan Anda lakukan agar mujizat kesembuhan Anda terima saat ini?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur bahwa dalam setiap sakit penyakit yang kami alami ataupun saudara kami alami, Engkau sanggup melakukan mujizat kesembuhan bagi kami, karena kami tahu bahwa di hati-Mu kesehatan dan kesembuhan kami sangatlah penting. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.