Suka Menjadi Pemenang Jiwa

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 11:1-31

RHEMA HARI INI
Amsal 11:30b (ILT) Buah orang benar adalah pohon kehidupan, dan dia yang memenangkan jiwa adalah bijak

Ibarat seekor anak rajawali yang dibesarkan bersama anak-anak ayam di suatu kandang, demikianlah kita yang sudah menerima kasih karunia sebagai anak Bapa surgawi namun tidak menghasilkan buah jiwa-jiwa bagi kerajaan Allah. Boleh saja Onesimus pada awalnya adalah orang yang gagal dan tidak berguna. Namun setelah dia berjumpa dengan Paulus atau lebih tepatnya dia berjumpa dengan Tuhan, hidupnya berubah.

Sejak dia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka ada perubahan besar dalam hidupnya. Yang selama ini pemalas jadi rajin. Yang selama ini negatif jadi positif. Yang selama ini suka menunda-nunda, sekarang jadi sangat bersemangat. Yang tadinya tidak bertanggung jawab sekarang jadi sangat bertanggung jawab. Yang tadinya penakut sekarang jadi pemberani. Yang tadinya minder jadi percaya diri. Yang tadinya egois dan memikirkan diri sendiri, sekarang malah memberi diri melayani Tuhan dan sesama. Yang tadinya cuma memikirkan perkara yang di bawah dan mencari uang, sekarang memikirkan perkara di atas dan mencari hal yang menyenangkan Tuhan. Yang tadinya budak manusia, sekarang menjadi hamba Tuhan.

Sampai-sampai Paulus tidak segan menyebut Onesimus sebagai “Buah Hatiku” yang artinya adalah kesayangan. Dari yang tidak berharga, pada akhirnya menjadi pribadi yang sangat berharga dan menjadi kesayangan. Mari berdoa dan deklarasikan bahwa perubahan seperti itu juga yang terjadi dalam hidup kita: ayah yang tidak dibutuhkan menjadi ayah yang sangat dibutuhkan dalam keluarga kita, anak yang tidak berguna malah jadi anak yang paling membanggakan seperti Daud, karyawan yang tidak dianggap malah akhirnya menjadi karyawan yang tidak tergantikan dan mau tidak mau kita harus dipromosikan, KKS yang gagal menjadi KKS yang berhasil melipatgandakan kelompok sel. Mulai hari ini tidak ada label “Anda Tidak Berguna.” Dalam diri Anda justru ada label “Sangat Berguna, Sangat Penting, Sangat Berharga.”

RENUNGAN
Deklarasikan bahwa menjadi PEMENANG JIWA adalah KESUKAAN kita.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menyadari tujuan Tuhan menyelamatkan Anda?
2. Adakah nama yang Tuhan ingatkan dalam hati Anda untuk diperjuangkan keselamatannya?
3. Sudahkah Anda memohon petunjuk Roh Kudus atas orang tersebut dan membawanya dalam setiap doa Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur sudah disadarkan bahwa kami diselamatkan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Urapi kami agar kami penuh dengan belas kasihan akan jiwa-jiwa dan ketaatan untuk terus melakukan petunjuk FirmanMu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.