Sukacita Dalam Menabur Dan Menuai

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Mazmur 126:1-6

RHEMA HARI INI
Mazmur 126:5-6 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Dua bulan lagi Mama Rika akan berulang tahun dan Rika ingin sekali memberi sesuatu untuk mamanya. Rika pun mulai menabung uang jajannya. Ia sengaja membawa bekal dan air minum dari rumah. Sebenarnya bukan hal yang mudah bagi Rika untuk menahan keinginan membeli makanan kesukaannya di kantin sekolah. Tak jarang ia menelan ludah dan hampir menyerah melihat teman-temannya menikmati jajanan, tetapi keinginan Rika untuk memberi sesuatu untuk Mama yang sangat disayanginya membuatnya teguh kembali. Akhirnya ia bermain dan bercanda dengan teman-temannya untuk melewatkan jam istirahat. Uang sakunya utuh dan bisa ditabungnya.

Benar saja, ketika menerima hadiah dari Rika di hari ulang tahunnya, Mama terlihat begitu senang. Matanya berkaca-kaca dan senyum Mama begitu semringah membuat hati Rika berbunga-bunga. Segala jerih payahnya menahan lapar dan keinginan selama dua bulan seakan tak ada artinya melihat mamanya yang begitu bahagia.

Ya, walaupun apa yang diberikan Rika bukanlah sesuatu yang mahal harganya, tetapi hati Mama Rika begitu tersentuh dan terharu melihat cinta sang anak kepadanya. Yang dengan penuh kerelaan dan sukacita berusaha memberi sesuatu untuk menyenangkan hatinya. Begitu pun dengan Bapa kita di sorga. Bapa tahu keadaan kita, kesusahan dan jerih payah kita. Dia tidak melihat seberapa banyak yang kita berikan, tetapi Bapa melihat hati kita yang dengan tulus dan bersukacita saat berusaha memberikan yang terbaik dari yang kita punya. Fokuslah kepada apa yang akan kita tuai, bukan pada keadaan saat kita menabur. Jika mata kita tertuju pada hati Bapa yang akan disenangkan melihat kita ingin membalas kebaikan-Nya dan memberi sesuatu yang berguna bagi pekerjaan Bapa, kita pun bisa menabur dengan penuh sukacita. Setiap pemberian yang kita beri dengan hati yang sukacita akan mendatangkan perlindungan dan tuntunan Ilahi. Taburan kita membuka jalan bagi Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya mendatangkan tuaian berkat dan mujizat keuangan yang besar dalam hidup kita. (PF)

RENUNGAN
Jika kita ingin menjadi PENABUR YANG PENUH DENGAN SUKACITA, fokuslah kepada SUKACITA MENUAI.

APLIKASI
1. Bagaimana sikap hati Anda selama ini dalam hal menabur?
2. Hal apa yang sering kali memberatkan Anda untuk menabur?
3. Tuaian apa yang Anda harapkan ketika menabur?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa di surga, kami mau mengucap syukur atas segala yang telah Kau berikan pada kami. Apa yang kami punya semuanya berasal dari-Mu dan semuanya milik-Mu Bapa. Baik hidup kami ataupun apa yang kami miliki saat ini, kami mau persembahkan dengan hati yang bersyukur untuk pekerjaan-Mu di atas bumi ini. Kami ingin menjadi saluran berkat-Mu bagi sesama dan menjadi alat yang berguna untuk kerajaan-Mu. Terima kasih Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.