Surga di Bumi

Renungan Harian Keluarga Allah,
Senin, 01 Agustus 2016

BACAAN HARI INI

1 Tawarikh 17:16-27

RHEMA HARI INI

1 Tawarikh 17:27 Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya.

Ann dan Paul adalah orang-orang yang cerdas, menarik dan hangat. Menikah selama dua puluh tahun, mereka dikaruniai empat orang anak. Kehidupan mereka tampak sukses, namun didalam segala sesuatunya asam. Mereka berdua memiliki pekerjaan yang menuntut waktu dan hanya memiliki sedikit sisa waktu untuk satu sama lain. Seiring berkurangnya komunikasi, mereka merasakan ketidaknyamanan hidup berumah tangga, mereka mulai tidak betah lagi tinggal di rumah. Ketika akhirnya pasangan itu mempertimbangkan untuk bercerai, mereka mencari konselor keluarga Kristen dengan harapan dapat membantu mereka. Sang konselor mendorong mereka masing-masing untuk membawa pergumulan mereka kepada Kristus. Sebagai satu-satunya pribadi yang dapat mengampuni dan memulihkan mereka, dan juga mencoba untuk berdoa bersama. Mereka meragukan itu, namun bagaimanapun juga mereka mau melakukannya, seiring berlalunya waktu, mereka mendapati bahwa semakin mereka berdoa bersama-sama, semakin melunak hati mereka. Cinta baru mulai lahir, dan akhirnya pendeta mereka memimpin keluarga ini dalam kebaktian penyatuan kembali. Dengan dihadiri anak-anak mereka, mereka mendedikasikan kembali hidup mereka untuk saling mencintai lebih lagi dan memprioritaskan Kristus diatas segalanya. Rumah tangga yang dahulunya seperti neraka, sekarang berubah menjadi Surga di bumi.

Hidup dekat pada Tuhan harus menjadi landasan utama bagi setiap keluarga Kristen. Suami dan isteri harus mampu menjalankan perannya sesuai dengan Firman Tuhan, saling mendukung dan menguatkan sehingga mampu membawa rumah tangga mereka semakin mengasihi Tuhan. Dengan kata lain, keluarga yang takut akan Tuhan adalah keluarga yang senantiasa menerapkan prinsip-prinsip firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Menempatkan Yesus sebagai pemimpin yang sesungguhnya di dalam keluarga, menjalankan aturan-aturan Firman Tuhan dalam “mengelola” rumah tangga. Suami menjadi Imam keluarga, membawa seisi rumah datang pada Tuhan, mengasihi istri seperti Tuhan mengasihi jemaat-Nya, istri tunduk dan taat kepada suami, anak-anak menghormati orang tua, dst. Niscaya suasana surga ada dalam rumah tangga kita. Amin.

RENUNGAN

Kita bisa merasakan SURGA DI BUMI ketika kita bisa membawa masuk hadirat Tuhan dalam keluarga kita.

APLIKASI

  1. Sudahkah Anda membawa hadirat Tuhan masuk dalam keluarga Anda?
  2. Langkah apa yang akan Anda ambil untuk membawa masuk hadirat Tuhan dalam keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI

Bapa kami rindu hadiratMu memenuhi keluarga kami sehingga dari hari ke hari kami sekeluarga dapat merasakan surge di bumi. Dalam nama Tuhan Yesus, kami sudah berdoa. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

2-3 Yohanes