Taat Apapun Situasinya

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 86:1-17

RHEMA HARI INI
Mazmur 86:11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.

Sudah lama sejak Ayu mengendarai motor sendiri di kota kelahirannya. Dulu, kemana-mana ia selalu naik motor sendiri. Orang tuanya mengijinkan sebab Ayu sudah memiliki SIM C dan kota kelahirannya adalah kota kecil yang masih sepi jalan rayanya. Namun sekarang, Ayu sedang kuliah di Surabaya, sebuah kota besar yang sangat padat, ramai, dan sibuk, sehingga orang tuanya tidak mengijinkannya membawa sepeda motor sendiri. Pada waktu itu, belum ada ojek online yang marak seperti sekarang ini, sehingga Ayu harus menghabiskan waktu cukup lama menunggu angkot untuk pergi dan pulang dari kampus. Kalau ada temannya yang bisa menjemput dan mengantarnya, itu sudah sebuah anugerah bagi Ayu.

Namun, lama kelamaan Ayu tidak merasa nyaman dengan kondisi seperti itu. Ia ingin mandiri. Lagipula, ia sudah mulai hafal dengan jalan-jalan di Surabaya dan ia tahu mana jalan yang cukup aman untuk ia lalui saat pergi atau pulang dari kampus. Itulah yang mendorong Ayu untuk ingin mengendarai sepeda motor sendiri lagi. Tapi masalahnya, SIM C nya sudah mati karena sudah beberapa tahun tidak ia perpanjang lagi, dan untuk mengurus SIM C tersebut ia harus pulang ke kotanya dan mengikuti serangkaian ujian teori serta praktek yang belum tentu bisa langsung dinyatakan lulus. Beberapa teman menyarankan supaya Ayu mengambil jalan pintas saja, yaitu membayar orang untuk membuatkan SIM C baginya, tetapi Ayu menolak. Meskipun sangat merepotkan, Ayu tetap pulang ke kota kelahirannya untuk mengikuti ujian teori dan praktek demi mendapatkan SIM C. Benar saja, di ujian teori yang pertama Ayu tidak lulus, sehingga ia harus mengulangi lagi. Namun demikian, iman Ayu tidak goyah. Ia merasa yakin bahwa ketika ia berjalan dalam ketaatan terhadap kebenaran firman Tuhan, maka Tuhanlah yang akan menjadi pembelanya, dan Tuhan pasti akan mengerjakan mujizat dalam hidupnya. Beberapa minggu kemudian, Ayu harus kembali lagi ke kota kelahirannya untuk mengikuti ujian praktek yang kedua. Dan puji Tuhan, kali ini Ayu dinyatakan lulus dan melangkah ke ujian praktek. Di ujian praktekpun, Ayu merasakan tangan Tuhan yang ajaib menolongnya, setiap kali Ayu merasa akan kehilangan keseimbangan, Ayu merasakan seperti ada tangan yang ajaib yang menyeimbangkannya kembali, sehingga kakinya tidak perlu menapak ke tanah dan itulah yang membuatnya berhasil lulus ujian praktek.

Ya, mujizat selalu tersedia bagi orang-orang yang mau taat. Sekalipun di pemandangan manusia, kadangala ketaatan itu seperti sebuah kebodohan dan perbuatan yang sia-sia, tetapi Tuhan melihat hati kita yang berkomitmen untuk taat terhadap setiap ketetapan Tuhan. Berita baiknya adalah Tuhan kita bukan Tuhan yang menutup mata dan membiarkan kita bergumul sendiri dalam ketaatan kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang setia, yang menyediakan hadiah berupa urapan berkuasa bagi anak-anak-Nya yang mau taat kepada kehendak-Nya. (ABU)

RENUNGAN
Untuk mengalami MUJIZAT BESAR, kita membutuhkan KETAATAN untuk MENGIKUTI FIRMAN HIDUP.

APLIKASI
1. Firman Tuhan apa yang pernah Anda terima yang Anda merasa terlalu sulit untuk mentaatinya?
2. Lalu, apa respon Anda terhadap firman Tuhan tersebut?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa selalu taat terhadap firman Tuhan yang Anda terima?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa dalam Nama Yesus, ajar kami untuk senantiasa taat terhadap FirmanM. Kami percaya dengan pertolongan Roh Kudus-MU kami pasti dimampukan untuk taat. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.