Taat Firman Tuhan Maka Hidup Berkelimpahan

RHEMA HARI INI
Mazmur 1:1-3 “1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Terdapat suami istri yang sudah seiman, tetapi masih ada tantangan yang dihadapi. Suatu saat suami tersebut berdoa, “Tuhan, kami adalah anak-Mu. Dan Engkau tidak pernah mempermalukan kami. Kami masih memiliki hutang sekian ratus juta, tolong kami, berilah jalan bagi kami untuk bisa melunasi hutang ini”. Dengan berjalannya waktu, akhirnya hutang itupun lunas. Suatu saat, mereka memiliki sebuah impian, punya rumah baru. Suami istri tersebut setia mengembalikan persepuluhan ke rumah Tuhan. Setiap malam sang suami mengajak istri dan anak-anak berdoa, “Tuhan, jika memang rumah ini yang Engkau berikan kepada kami, bukalah jalan bagi kami, tetapi jika bukan kehendak-Mu, biarlah Engkau menutup semua jalannya. Kalau bukan kehendak-Mu, rumah ini tidak jadi dibeli juga tidak apa-apa.” Tetapi dalam kejadian-kejadian berikutnya, Tuhan membukakan jalan yang luar biasa! Seminggu kemudian, pihak penjual rumah menelepon sang suami. Tetapi masih ada masalah lain yaitu uang masih kurang. Tuhan menggerakkan hati suami untuk menceritakan hal ini kepada seorang teman hamba Tuhan dari Jakarta. Akhirnya mereka bersepakat, untuk menerima pinjaman itu, sebesar Rp. 600 juta. Dengan uang pinjaman itu, ditambah dengan uang suami-istri dan bantuan dari orang tua, akhirnya mereka beli rumah itu, kontan. Setelah punya rumah, mereka bisa mengoptimalkan usahanya dalam jual-beli mobil yakni membuka showroom mobil di rumah. Sang suami berdoa, agar usaha yang dilakukan di rumah tersebut bisa menjadi berkat bagi orang lain. Puji Tuhan, melalui rumah tempat tinggal mereka, sudah banyak jiwa yang dimenangkan untuk Tuhan. Sampai sekarang sudah terhitung beberapa keluarga yang bertobat, bahkan sampai tukang yang mengecat rumah mereka dan keluarganya pun, bertobat.
Terdapat 3 level keuangan yaitu level 1: Perbudakan Mesir, level 2: Padang Gurun, level 3: Tanah Perjanjian. Dalam level 1 kita hidup di bawa perbudakan hutang dan kerja keras kita hanya habis untuk bayar hutang serta biaya hidup, itupun masih kurang. Dalam level 2 kita sudah tidak lagi kekurangan tetapi kita juga belum kelimpahan; kita baru sampai di tahap kecukupan. Dalam level 3 artinya penghasilan kita bukan lagi sekedar cukup, tapi begitu melimpah. Dalam kisah di atas, suami istri tersebut terus taat pada petunjuk Firman Tuhan sehingga bisa naik level keuangan dari level 1 menjadi level 3. Dengan impian yang selaras dengan firman, dan kita melangkah bersama Tuhan untuk mencapai impian itu, sukses sudah ada di hadapan kita. Untuk bisa mengalahkan perbudakan hutang, dibutuhkan manajemen keuangan yang baik dan membawa persembahan persepuluhan dengan setia ke rumah Tuhan. Kalau kita terus taat pada petunjuk Firman Tuhan,maka level keuangan kita akan terus dibawa maju dari tidak cukup menjadi cukup, dan sampai lebih dari cukup serta berkelimpahan. (ABU)

RENUNGAN
Kalau kita terus TAAT pada petunjuk FIRMAN TUHAN, maka level keuangan kita akan terus dibawa maju dari TIDAK CUKUP menjadi CUKUP, dan sampai LEBIH DARI CUKUP serta BERKELIMPAHAN!

APLIKASI
1. Coba Anda teliti kembali dimana level keuangan Anda saat ini ?
2. Apa yang Anda lakukan agar bisa naik level keuangan ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa dalam nama Yesus, ajar kami Tuhan untuk selalu taat pada Firman Tuhan sehingga level keuangan kami akan terus dibawa maju dari tidak cukup menjadi cukup, dan sampai lebih dari cukup serta berkelimpahan. Amin.