Taat Maka Tuhan Bawa Keluarga Kami Dari Mujizat Kepada Mujizat Lain

Shalom perkenalkan nama saya Rony, saya wiraswasta. Dan istri saya Weni serta anak kami yang pertama Cheris. Saat ini kami ingin membagikan betapa baiknya Tuhan sehingga keluarga kami bahagia dan bisa dipakai Tuhan. Sebelum kami datang ke Solo, keadaan keluarga kami kekurangan. Memasuki tahun 2017 keuangan kami bisa di bilang cukup. Tapi saat itu orang tua istri bilang agar kami buka toko di Solo. Sebelumnya kakak-kakak kami sudah ditawari hal yang sama namun mereka semua menolak.

Kami terima tawaran orang tua, kami bergumul sama Tuhan. Kami mulai tanya Tuhan dan kami mulai melangkah. Akhirnya kami sekeluarga datang ke Solo 23 Desember untuk mencari toko. Mujizat Tuhan sungguh nyata. Awalnya kami buta akan kota Solo namun karena pertolongan Tuhan akhirnya kami dapat ruko. Puji Tuhan tanggal 23 itu kami deal punya ruko. Tanggal 24 Desember kami terus berdoa sama Tuhan sehingga kami bisa menjalankan ruko ini dengan baik. Secara kami adalah programmer, jujur kami tidak mempunyai keahlian untuk marketing.

Tanggal 25 Desember orangtua kami datang dan mengajak kami untuk beribadah di GBI Keluaarga Allah. Awalnyaa kami datang hanya ingin beribadah merayakan Natal dan setelah itu kami mau balik ke Bandung. Namun saya merasa saat itu Tuhan ingin menyampaikan pesan. Saat itu khotbahnya tentang orang Majus yang mencari petunjuk melalui bintang. Khotbah Pak Obaja sungguh menguatkan kami sekeluarga. Pak Obaja juga bilang bahwa disini ada yang seperti orang Majus yang tidak tahu mau apa, inilah rema bagi kami sekeluarga. Kami ambil komitmen ok kita pindah ke Solo sesuai janji rema yang Tuhan berikan bagi kami. Kami mau seperti orang Majus yang taat sekalipun tidak tahun nantinya bagaimana.

Kami pulang ke Bandung dengan hati yang tenang. Kami siap-siap di Bandung, dan saya bereskan semua kerjaan di Bandung bahkan saya resign dengan baik. Tanggal 1 Maret 2016 kami pindah ke Solo meskipun ada sedikit ragu. Saat itu umur saya 26 tahun harus jadi tulang punggung. Kami mulai usaha dan kami mulai berdoa, kami minta tolong pada Tuhan. Awal kami jualan tidak ada satu orang yang membeli. Kami takut namun kami terus berdoa. Omset kami mulai dari nol lagi, itulah yang masih terus kami pergumulkan.
Kami terus berdoa dan ke gereja, kami terus cari rema dari Tuhan. Di 3 bulan pertama omset kami mulai naik meskipun belum sesuai yang kami harapkan. Omsetnya sangat jauh dibanding gaji kami di Bandung. Untuk makan saja pas-pasan. Di 6 bulan, waktu itu khotbahnya tentang transformasi keuangan. Saat itu kami bilang sama Tuhan, kami pas-pasan apa yang bisa kami beri pada Tuhan. Waktu itu Pak Obaja tantang, ayo bukan hanya tersentuh tapi lakukan. Istri saya katakan dengan kondisi kita saat ini tidak mungkin kita perpuluhan namun saya tetap ambil keputusan untuk perpuluhan. Saat itu perpuluhan kami hanya ratusan ribu dan itu bagi kami sangat besar saat itu.

Bulan ke 7 omset kami naik besar sekali. Kami taat perpuluhan terus dan tahun 2017 Tuhan memberikan rumah. Kurang lebih 6 bulan kami taat perpuluhan dan Tuhan kasih kami rumah. Kami hanya punya uang 15 juta. Kami Imani, kami doakan dan kami mulai cari perumahan. Akhirnya dapat perumahan dengan DP yang pas dan angusuran bulanan 1juta.

Kami keliling lagi cari perumahan dan kami menemukan rumah dengan harga sekitar 250 sampai 300 juta namun kami lebih cocok dengan rumah ini dibanding yang tadi. Kami bawa dalam doa dan kami Imani. Tuhan tuntun kami untuk ketemu dengan pemiliknya langsung. Kami dibantu dari syarat-syaratnya. Kami mulai berfikir kalau kami ambil rumah pasti keuangan kami akan mulai menurun lagi dan bahkan yang awalnya kami bisa perpuluhan dengan baik pasti nanti akan sedikit goyah. Namun kami terus Imani, kami tidak mau mengandalkan pikiran kami. Singkat cerita pengajuan di bank pertama kami tidak di ACC dan bank kedua barulah kami mendapat ACC DP dan notaris total hanya 10juta. Proses ini memakan waktu 6 bulan.

Tahun 2017 saya dipanggil lagi di perusahaan lama di Bandung. Sekali lagi Tuhan memberikan mujizatnya. Saya hanya sebagai konsultan, proses kerja yang 1 minggu di Bandung dan 3 minggu di Solo, saya mendapat gaji full. Puji Tuhan sekarang kami bisa perpuluhan jutaan. Agustus 2017 Tuhan memberikan kami mobil. Awalnya kami rindu punya mobil namun kami tidak punya uang yang cukup. Siangnya kami cari mobil bekas, sorenya kami DP dan setelah itu kami lunasi. Kami merasakan benar-benar ini tahun percepatan. Modal kami hanya taat melakukan bagian kami maka Tuhan yang mengerjakan semuanya dalam hidup kami. Sampai 2017 akhir kami terus taat perpuluhan meski kadang usaha kami sepi namun kami tetap komitmen untuk taat. Tahun 2018 dari mulai tema Tuaian Besar, perkataan profetik kami ikuti dan percayai itu akan terjadi dalam hidup kami.

Sampai mujizat yang tidak pernah disangka yaitu kehamilan istri saya. Istri saya memiliki sel telur yang sangat kecil dan itu sangat sulit pembuahannya. Sudah beberapa dokter yang kami datangi dan Tuhan tunjukan untuk kami datang ke satu dokter. Kami mulai melakukan pengobatan 6 bulan sampai 1 tahun, dan itu prediksi dokter. Oktober awal Pak Jonatan katakan disini ada pasangan yang sangat merindukan momongan. Kami saling pandang, kita apa bukan ya.

Benar saja di akhir Oktober istri saya positif hamil. Padahal itu istri saya baru pengobatan jalan 3 bulan namun Tuhan kerjakan mujizat yang luarbiasa dalam istri saya. Dari situ kami belajar, Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak bisa di tebak. Sungguh luarbiasa. Sampai dokter kaget kenapa baru 3 bulan sudah bisa hamil.

Semua jalan dan berkat Tuhan itu luarbiasa. Jangan pernah ragukan Tuhan karena Tuhan yang akan menggenapi janji-jani-Nya. Tuhan yang akan menjadikan kita kepala dan bukan ekor. Tangkap remanya. Demikian kesaksian kami dan semoga bisa jadi berkat.

Narasumber : Rony dan Weni – Keluarga Allah Solo