Taburan Yang Mengena Di Hati

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Galatia 6:8-10

RHEMA HARI INI
Galatia 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Lusi sedang mengeluh kepada KKS nya tentang Tomi, suaminya. Ia merasa Tomi sudah tidak mencintainya karena menurut Lusi, suaminya itu tidak pernah lagi menunjukkan tindakan-tindakan kasih kepadanya. “Kami sudah menikah selama 5 tahun, tapi belum pernah sekalipun ia memberikan kado apapun untuk saya. Jangankan kado, bunga saja tidak pernah.” Mendengar hal itu KKS nya pun tersenyum dan kemudian ia menyuruh Lusi membaca sebuah buku karya Gary Chapman yang berjudul “The 5 Love Languages” yang berarti 5 Bahasa Kasih. Dimana dalam buku itu dijelaskan bahwa setiap manusia memiliki 2 bahasa kasih yang dominan. Dan setiap dari kita mempunyai bahasa kasih yang berbeda-beda.

Setelah membaca buku itu sampai selesai, barulah Lusi menyadari bahwa bahasa kasihnya dan bahasa kasih suaminya sangat berbeda. Malam itu Lusi pun mengajak suaminya berdiskusi untuk saling mengenal bahasa kasih masing-masing lebih dalam lagi, dan tak lupa juga mereka membawa rumah tangga mereka dalam doa. Dan memang benar, sejak hari itu, Lusi pun melihat ada perubahan. Tomi, suaminya, mulai lebih bisa menabur benih kasih yang tepat. Demikian pula dengan Lusi, sehingga lama kelamaan hubungan rumah tangga mereka menjadi semakin harmonis.

Setiap manusia diciptakan Tuhan sebagai pribadi yang unik, dimana satu dengan yang lain berbeda-beda. Kita tidak bisa menyama-ratakan dan menganggap bahwa apa yang kita sukai juga pasti disukai orang lain. Maka dari itu kita perlu belajar lebih dalam lagi mengenali orang yang kita kasihi. Sehingga kita bisa menaburkan benih kasih yang mengena di hati orang yang kita kasihi. Sehingga Tuhan dapat memberkati taburan benih kasih kita dan mendatangkan pemulihan dalam keluarga kita.

RENUNGAN
Taburkan benih kasih YANG MENGENA DI HATI anggota keluarga kita, maka Tuhan akan MEMBERKATI benih itu dan MENDATANGKAN PEMULIHAN.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menaburkan benih kasih yang mengena di hati anggota keluarga Anda?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan ingin Anda menabur benih kasih dalam keluarga Anda?
3. Tuliskan kiranya apa yang dapat Anda lakukan untuk menabur benih kasih kepada anggota keluarga Anda!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, berikan kami hikmat-Mu, supaya kami dapat mengenal anggota keluarga kami dengan lebih baik lagi. Supaya kami bisa menabur dengan tepat sehingga taburan benih kami dapat mengena di hati anggota keluarga kami. Dan kami percaya Engkau sendiri yang akan memberkati benih kasih itu sehingga pemulihan keluarga boleh terjadi. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.