Tak Ada Kata Terlambat Dalam Kamus Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yohanes 11:1-44

RHEMA HARI INI
Yohanes 11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”

“Sudah terlambat,” kata seorang wanita kepada sahabatnya, “Rumah tangga kami sudah tidak mungkin lagi diperbaiki. Suamiku bukan hanya pemarah dan keras kepala, tetapi ternyata diam-diam dia suka selingkuh. Aku tahu Tuhan tidak suka dengan perceraian, tapi aku tidak tahan lagi. Keramik yang pecah saja akhirnya dibuang, bagaimana dengan hatiku yang sudah telanjur hancur?” Percakapan seperti ini mungkin sudah sering kita dengar. Beberapa dari kita bahkan mungkin sedang mengalami atau merasakan hal yang serupa dengan wanita tersebut. Hubungan kita dengan orang terkasih sudah terlampau hancur dan aib yang mencemari hubungan keluarga tidak mungkin dihapuskan, kecuali kita dapat memutar waktu.

Saat Lazarus meninggal, Martha dan Maria sempat merasakan hal yang sama. Hal pertama yang mereka katakan ketika akhirnya Yesus datang: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Dengan kata lain, mereka berkata, “Engkau terlambat!” Namun, Tuhan membuktikan yang sebaliknya. Meskipun Lazarus sudah dibungkus kain kafan dan mayatnya sudah berbau karena sudah empat hari sejak kematiannya, dengan satu seruan dari Yesus, ia bangkit dan berjalan keluar dari liang kuburnya.

Ya, tak ada kata terlambat bagi Tuhan. Dia sanggup melakukan perkara-perkara yang sangat mustahil bagi nalar kita sekalipun. Orang mati saja Dia bangkitkan, apalagi rumah tangga atau hubungan keluarga yang hancur. Kalau kita mau membuka hati dan membiarkan-Nya bekerja, kita pun akan melihat bagaimana Tuhan memulihkan hubungan yang rusak dan menyegarkan kembali kasih yang telah kering. Bagaimanapun, Dia adalah Allah El Shaddai, Yang Maha Kuasa. Dia tidak terbatas ruang dan waktu. Tak ada pula situasi dan kondisi yang mampu menghalangi-Nya menyelesaikan pekerjaan-Nya dalam hidup kita. Percayalah, saat kita menyediakan ruang bagi Yesus dalam keluarga kita, Dia pun akan bekerja untuk memastikan mujizat pemulihan keluarga terjadi atas kehidupan keluarga kita. (MV.L)

RENUNGAN
Meski keluarga kita sudah TERLANJUR KEHABISAN anggur kasih, TIDAK ADA KATA TERLAMBAT dalam kamus Tuhan, sebab Dia ALLAH EL SHADDAI.

APLIKASI
1. Adakah hubungan dengan anggota keluarga Anda yang Anda pikir sudah tidak dapat lagi diperbaiki? Mengapa demikian?
2. Mengapa dalam kamus Tuhan tidak ada kata terlambat?
3. Bagaimana Anda dapat bekerja sama dengan Tuhan dan memulihkan keadaan keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, Engkau sungguh Allah yang dahsyat. Tak ada yang tak sanggup Engkau lakukan dan tak ada kata terlambat bagi-Mu. Tuhan, kami serahkan keluarga kami ke dalam tangan-Mu, apa pun keretakan maupun kerusakan yang terjadi, kami percaya Engkaulah Maestro kehidupan kami, yang sanggup menjadikan kehidupan keluarga kami indah kembali dan penuh dengan anggur kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.