Tidak Ada Penyakit Yang Sulit

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 8:40-56

RHEMA HARI INI
Lukas 8:43-44 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun. Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.

David memiliki cita-cita tinggi sebagai pemain piano berkelas atas. Sudah dari umur 7 tahun ia belajar bermain piano dan banyak musik klasik yang sudah ia pelajari. Tidak hanya itu saja, ia juga lihai dalam memainkan alunan nada dari musik-musik baru. Namun ketika menginjak umur 12 tahun, ketika ia baru saja memenangkan lomba bermain piano, ia mengalami kecelakaan. Mobil yang ia tumpangi tertabrak bus, sehingga bagian belakang hancur berantakan. Saat itu David duduk di kursi belakang sendirian, nyawanya selamat akan tetapi tangan kanannya hancur. Tak hanya luka parah, beberapa tulang di jarinya patah dan darah bercucuran. Ia tidak sadar karena tabrakan itu membuat dirinya shock. Seminggu tak sadarkan diri, ketika ia bangun David sudah berada di rumah sakit. Tangan kanannya diperban dan ia tidak mampu merasakan jari-jarinya.

Ketika itu dokter berkata bahwa tangan kanannya tidak dapat sembuh lagi. Jarinya tidak dapat bergerak secara normal dan karirnya sebagai pemain piano pasti akan berakhir. Sudah berganti-ganti dokter hingga ke luar negeri, tak ada yang mampu menyembuhkan cacatnya. David pun mulai kecewa. Suatu ketika, ada temannya yang berkata bahwa ada seorang yang mampu menyembuhkannya yaitu Yesus. David pun semakin penasaran dan mulai mencari wajah Yesus. Dari berbagai kesaksian kesembuhan besar, David percaya bahwa dirinya pun juga dapat disembuhkan. Setiap hari, ia selalu menyembah dan mencari nama-Nya. Hingga suatu hari ia mendapatkan penglihatan bahwa Yesus datang dan menyentuh tangannya. Tanpa disadari, ia mulai bisa menggerakan jemarinya lagi. Saat itulah ia mulai bangkit lagi berlatih bermain piano hingga ia akhirnya menjadi seorang pemain piano profesional.

Tidak peduli sesulit apa pun penyakit kita untuk disembuhkan, Tuhan dapat mengadakan mujizat kesembuhan besar dengan mudahnya. Dialah yang menciptakan setiap organ tubuh kita, sehingga Dia jugalah yang mampu memperbaiki atau menggantikan organ tubuh kita yang rusak. Apapun sakit penyakit yang Anda derita saat ini, percayalah bahwa Sang Penyembuh itu mampu dan mau menyembuhkan Anda.

RENUNGAN
TIDAK PEDULI SESULIT APA PUN penyakit kita untuk disembuhkan, Tuhan dapat mengadakan MUJIZAT KESEMBUHAN BESAR dengan mudahnya.

APLIKASI
1. Apakah Anda saat ini memiliki penyakit yang sulit untuk disembuhkan secara medis?
2. Apakah Anda memiliki harapan dalam Yesus untuk bisa menyembuhkan penyakit Anda?
3. Langkah apa yang akan Anda lakukan untuk mendapatkan mujizat kesembuhan besar?

DOA UNTUK HARI INI
“Ya Bapa, terima kasih atas anugerah yang Kau berikan hari ini. Kami percaya bahwa Engkau adalah Allah maha pengasih dan maha penyembuh. Kami yakin Bapa bahwa Engkau bisa menyembuhkan segala penyakit dari ciptaan-Mu. Dan kami yakin seberapa sulit penyakit kami disembuhkan, Kau dapat menyembuhkan penyakit kami. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.