Tidak Berbuah

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Filipi 1:12-26

RHEMA HARI INI
Filipi 1:22a Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.

Alkisah seekor babi meratapi nasibnya yang tidak populer kepada seekor sapi. “Orang-orang selalu saja membicarakan tentang kamu yang sangat berguna bagi mereka,” kata sang babi. “Tetapi mereka hanya memburuk-burukkan aku saja. Mereka bilang aku tidak bisa apa-apa kecuali dimakan. Benar-benar tidak adil. Memang sih, kamu memberikan susu dan krim, dan kamu juga membantu di sawah mereka, tetapi aku kan memberi lebih banyak lagi. Aku memberi mereka bacon dan ham. Bahkan kakiku saja di jadikan acar! Tetapi tak seorangpun menyukaiku. Mengapa sih?” Sang sapi berpikir sejenak lalu menjawab, “Mungkin karena aku juga berguna ketika aku masih hidup.”

Hidup yang berguna dan berbuah, itulah yang Tuhan inginkan dari kita. Jangan sampai kita menyia-nyiakan hidup kita ini dengan melakukan banyak hal yang tidak mendatangkan manfaat bagi orang lain. Bahkan, jangan sampai kita baru berguna pada saat kita mati.

Rasul Paulus, dalam suratnya kepada jemaat Filipi yang kita baca hari ini menyatakan bahwa ia lebih suka kembali kepada Tuhan, tetapi kalaupun ia masih harus hidup di dunia ini, maka hidupnya haruslah menjadi hidup yang menghasilkan buah. Marilah kita meneladani Rasul Paulus. Jangan sampai Tuhan mendapati kita tidak berbuah di musim berbuah lebat ini. Melekatlah senantiasa kepada Tuhan, maka kita akan menerima aliran-aliran kehidupan yang menjadikan kita bisa berbuah banyak bagi kerajaan Allah.

RENUNGAN
JANGAN SAMPAI Tuhan MENDAPATI kita TIDAK BERBUAH di musim berbuah lebat.

APLIKASI
1. Kehidupan yang bagaimanakah yang dimaksud tidak berbuah?
2. Mengapa seseorang bisa tidak berbuah bagi Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda bukan menjadi orang yang tidak berbuah bagi Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau hidup kami senantiasa melekat kepada-MU, supaya kami dapat menerima aliran-aliran kehidupan yang menjadikan kami bisa berbuah banyak bagi Kerajaan-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.