Tidak Mengampuni = Membuang

RHEMA HARI INI
Lukas 17:3     Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.

Di Kantor Catatan Sipil, Kelahiran, Pernikahan dan Kematian di kota Hatfield, England, tercatat di buku kematian warga, seorang dengan nama, “Pelanggaran Serius” dari Mill Lane, Welwyn, usia 74 tahun. (Pelanggaran Serius adalah nama orang). Rupanya bapak Pelanggaran Serius sebenarnya terlahir dengan nama Malcolm Mactaggart, pada tahun 1939, ia terlibat dalam pertengkaran serius di tempatnya bekerja, The London Midland and Scottish Railway Company. Insiden itu mempersoalkan tentang libur dua minggu yang diambilnya, dimana perusahaan rel tersebut mengatakan bahwa ia hanya diperbolehkan berlibur selama satu minggu. Ia dipecat dan dianggap melakukan “pelanggaran serius” Mactaggart tidak pernah bisa memaafkan perusahaan rel yang memecat dia itu. Ia memutuskan untuk memakai istilah yang disandangnya itu sebagai nama resminya. Dengan demikian, kapan saja ketika orang menanyakan namanya, ia menjawab, namanya Pelanggaran Serius, dan kemudian ia mempunyai kesempatan untuk menceritakan ketidakadilan yang dirasanya ditimpakan kepadanya oleh pimpinan di kantornya. Ia menggunakan nama itu di semua dokumen resminya, termasuk catatan pembayaran jaminan sosialnya, dan saat dia mati, tentu saja istrinya mendaftarkan kematiannya dengan nama itu. Sakit hati yang berlarut-larut yang disimpan Mactaggart menjadi noda yang tidak dapat hilang pada namanya, bahkan dibawa sampai ia mati.

Menyimpan kesalahan orang lain, bahkan memendam sakit hati adalah perbuatan sia-sia. Dalam 2 Samuel 6:16-23 Mikhal mempunyai banyak alasan untuk tidak memaafkan Daud, suaminya. Bahkan di saat Daud menari-nari di hadapan Tuhan, Mikhal justru merendahkannya, sakit hati yang disimpannya membuat Mikhal mengalami hal-hal buruk, Alkitab mencatat sampai mati Mikhal tidak mendapatkan anak. Mari kita berkomitmen, mulai saat ini, hari ini, kita mau lepaskan pengampunan kepada siapapun yang pernah bersalah kepada kita, kita bersihkan hati dan pikiran kita dari sakit hati dan kepahitan hidup, masih banyak hal-hal baik yang Tuhan rancangkan dalam hidup kita, jangan sampai kita kehilangan itu semua, sebaliknya kita akan raih Kasih Karunia Tuhan sebab kita layak menerimanya, Amin. Tuhan Yesus memberkati. (CG)

RENUNGAN
Sadari, memilih untuk TIDAK MENGAMPUNI tidak akan mengembalikan apa yang hilang, tetapi justru akan MEMBUANG semua yang tersisa dari hidup kita.

APLIKASI
1. Coba renungkan, ketika anda tidak mengampuni orang lain apakah hal yang pernah dirusak atau diambil orang tersebut akan kembali seperti semula ?
2. Lalu apa yang akan anda lakukan setelah ini ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa kami sekrang mengerti bahwa ketika kami tidak mengampuni maka semua yang tersisa dalam hidup kami akan terbuang, kami tidak mau hal itu terjadi Tuhan tapi kami mau anugerah yang besar terus kami terima dan kami mau belajar mengampuni orang lain. Amin