TIDAK MENGUMBAR DAN MEMPERKATAKAN KETAKUTAN

RHEMA HARI INI

Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Sebelum Gideon dibangkitkan menjadi seorang pahlawan yang gagah berani, ia adalah seorang yang bermental lemah dan hidup dalam kekalahan. Lihatlah bagaimana Gideon menjawab panggilan Tuhan secara terang-terangan. Ia memperkatakan bahwa ia berasal dari suku terkecil dan ia paling muda diantara kaumnya ( Hakim-hakim 6:15). Dengan kata lain Gideon hendak mengatakan bahwa ia bukanlah siapa-siapa. Musuh yang akan dihadapinya terlalu berat. Tak heran, karena hal-hal itulah yang terus ia perkatakan, maka kondisi tak pernah berubah bagi Gideon. Ia hidup dalam ketakutan dan masalah terlihat semakin besar dan menekan.

Masalah dan tekanan hidup adalah sesuatu yang nyata dan memang ada, tetapi kita harus menyadari bahwa kita mempunyai pilihan. Untuk melihat masalah itu dari sudut pandang manusia atau melihatnya bersama Tuhan. Sama seperti Gideon yang melihat masalah hidupnya dari sisi manusia, yang diperkatakan tentang kondisinya itu memang benar, TETAPI TERBUKTI HAL ITU SAMA SEKALI TIDAK MENOLONGNYA KELUAR DARI MASALAH. Bahkan ia justru semakin terpuruk dan dikuasai roh ketakutan. Saat Tuhan mulai mengubah cara pandangnya dengan mengatakan bahwa ia adalah seorang yang gagah berani, musuh yang sama, yang dulu terlihat begitu menakutkan, sekarang berubah menjadi musuh yang bisa ia kalahkan. Karena Gideon tak lagi membesar-besarkan keadaannya yang memang lemah, maka kekuatan itu datang dan ia dimampukan untuk bangkit menjadi pahlawan.

Tidak membesarkan masalah yang ada melalui perkataan kita, bukan berarti menyangkal bahwa masalah itu ada, tetapi MELIHAT MASALAH DARI SUDUT PANDANG YANG BERBEDA. Yaitu sudut pandang keberadaan Tuhan, janji Tuhan dan rhema-rhema yang Tuhan berikan atas kita. Itulah yang seharusnya kita lakukan. Karena itu, mari terus bangun hubungan dengan Tuhan. Naik loteng atas dan komitmenlah untuk ikut serta dalam Gerakan Doa Puasa 21 hari yang diadakan oleh gereja kita. Maka kita akan dimampukan melihat seperti Tuhan melihat atas semua masalah kita. Kita akan mampu menaklukkan ketakutan dan pada akhirnya, kemenangan akan menjadi milik kita. Haleluya!

RENUNGAN

Jangan MELEMAHKAN diri kita dengan MENGUMBAR dan MEMPERKATAKAN ketakutan kita.

APLIKASI

1. Termasuk yang manakah Anda, orang yang melihat masalah dari sudut pandang manusia atau dari sudut pandang Tuhan?
2. Apakah perbedaannya ketika Anda sering memperkatakan permasalahan dan ketika Anda sering memperkatakan janji dan kebesaran Tuhan?
3. Komitmen apa yang Anda putuskan untuk tidak lagi mengumbar dan memperkatakan ketakutan Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, terimakasih atas kuasa perkataan yang sudah Engkau taruh dalam lidah bibir kami. Ajarkan kami dan mampukan kami supaya kami bisa memakai kuasa itu untuk menyatakan kehendak dan janji-Mu jadi dalam hidup kami. Mampukan kami untuk mengalahkan ketakutan yang menghalangi kemenangan itu terjadi dalam hidup kami. Didalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!