Tidak Sendirian Dalam Menghadapi Beban Hidup

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
2 Korintus 1:1-11

RHEMA HARI INI
2 Korintus 1:8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.

“Kamu nggak mungkin ngerti! Hidupmu kan enak dan selalu diberkati,” bentak Lia kepada Erry, teman satu komselnya. Sore itu, Erry sedang berkunjung ke rumah Lia karena sudah lama temannya itu tidak datang ke gereja maupun komsel. Lia pun baru saja menumpahkan semua masalah yang sedang ia hadapi sambil menangis. Dari cerita Lia, Erry mendapati bahwa Lia tengah merasa kecewa kepada Tuhan. Sebagai teman yang baik, Erry ingin menguatkan Lia dan mendorong temannya itu untuk kembali mengandalkan Tuhan. Namun reaksi Lia sungguh di luar dugaan. Temannya itu mulai marah-marah dan mengatakan bahwa Tuhan begitu tidak adil padanya. Sementara semua orang menerima mujizat demi mujizat, rasanya setiap permasalahan yang ada di dunia ditimpakan kepadanya.

Terkadang, ketika kita sedang menghadapi banyaknya permasalahan yang berat, perasaan lelah dan putus asa membuat kita merasa terasingkan dari sekeliling kita. Rasanya, tidak ada seorang pun yang dapat mengerti apa yang kita tanggung. Kesendirian yang kita rasakan pun kerap membuat kita ingin menyerah. Rasul Paulus sangat memahami hal ini. Meski ia dipakai Tuhan secara luar biasa, bukan berarti ia luput dari berbagai penderitaan. Semua itu bukan hanya mengancam nyawanya, tetapi juga menghilangkan semangat hidupnya. Namun demikian, ia selalu datang kepada Tuhan untuk memperoleh penghiburan dan kekuatan yang baru, sehingga ia bisa menyelesaikan panggilannya dengan baik.

Ya, apa pun yang kita rasakan, kita perlu mengerti sebuah kebenaran ini. Setiap orang punya masanya masing-masing ketika mereka harus menghadapi tantangan besar dalam hidupnya, tidak peduli sehebat apa pun hidup mereka kelihatannya. Apa pun yang kita hadapi saat ini, percayakanlah ke dalam tangan Tuhan, maka Dia akan mengubahkan keputusasaan kita menjadi hidup yang berpengharapan. Dia akan memberikan semangat yang baru dan mengadakan mujizat pemulihan batin dalam hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
Kita TIDAK SENDIRIAN dalam menghadapi BEBAN HIDUP, tidak seorang pun yang LUPUT dari TANTANGAN HIDUP.

APLIKASI
1. Beban hidup apakah yang sedang Anda hadapi saat ini?
2. Mengapa Anda tidak perlu merasa sendirian dalam menghadapi beban hidup Anda? Apakah akibatnya bagi hidup Anda?
3. Bagaimana Anda dapat mengandalkan Tuhan dalam menghadapi beban hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau selalu ada untuk kami. Engkau selalu memberikan kami penghiburan dan kekuatan yang berlimpah-limpah, sehingga kami beroleh kekuatan baru untuk bangkit kembali. Berkaryalah dalam hidup kami, sehingga kami boleh menjadi kesaksian yang menguatkan banyak orang yang melalui permasalahan yang sama dengan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.