Tinggal Tenang dan Percaya

Renungan Keluarga Allah
Selasa, 16 Agustus 2016

BACAAN HARI INI

Yesaya 30:1-17

RHEMA HARI INI

Yesaya 30:15b “…dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”

Seorang pendaki gunung bersiap-siap melakukan pendakian. Di punggungnya ada ransel dan beragam carabiner (pengait) yang tampak bergelantungan, juga tali temali yang digulung melingkar di bahunya, persiapan yang lengkap. Kini, dihadapannya menjulang sebuah gunung salju yang tinggi. Puncaknya tak terlihat, tertutup salju yang putih. Awan berarak-arak di sekitarnya, membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi di dalamnya. Mulailah pendaki itu melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang disandangnya, mulai menancap setiap kali ia mengayunkan langkah. Setelah beberapa jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding yang terjal, tak mungkin baginya untuk terus melangkah, dipersiapkannya tali temali dan pengait di punggungnya. Tebing yang curam mulai ia daki dengan tali temali itu. Setelah beberapa kait ditancapkan, tiba-tiba terdengar gemuruh yang datang dari atas, dan badai salju yang hebat datang tanpa di sangka. Longsoran salju tampak deras menimpa tubuh sang pendaki. Bongkahan-bongkahan salju yang mengeras terus berjatuhan disertai deru angin yang membuat tubuhnya terhempas ke arah dinding.

Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit, namun untunglah tali-temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding yang curam itu. Semua perlengkapannya telah lenyap, hanya ada sebuah pisau yang ada di pinggangnya, kini ia tampak tergantung terbalik di dinding yang terjal itu, pandangannya kabur, karena semuanya tampak memutih, ia tidak tahu dimana ia berada. Di tengah kecemasannya ia mulai berdoa, memohon kepada Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini, mulutnya terus bergumam, berharap pada pertolongan Tuhan. Suasana hening setelah badai, terdengar suara dari hati kecilnya, “potong tali itu, potong tali itu.” Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari Tuhan? Tapi bagaimana mungkin memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara dinding ini begitu terjal? Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana aku bisa tahu keadaan di bawah? Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dalam hatinya. Akhirnya setelah merasa tidak ada pilihan lagi, ia menenangkan hati, memompa keberaniannya, dan ia mulai memotong tali yang menggantung tubuhnya, ia terbanting hanya setinggi satu meter dari hamparan salju lembut di bawahnya. Ia selamat dari maut.

Kekuatan, kepandaian dan kekuasaan kita sangat terbatas, ada saatnya kita akan merasa lemah, seolah membentur tembok, tidak bisa berbuat banyak. Bersyukur kita punya Allah yang tanpa batas, kekuasaannya mengatasi langit dan bumi, itu sebabnya kita perlu memiliki hati yang percaya, percaya bahwa Tuhan mengendalikan segala sesuatu, terlebih pada anak-Nya yang mau tinggal tenang dan percaya. Tuhan tidak akan meninggalkan kita sendirian. Tuhan akan memberi jalan keluar, membela bahkan memberi kemenangan yang luar biasa. Amin.

RENUNGAN

Hati yang percaya berarti memutuskan untuk TINGGAL TENANG DAN PERCAYA bahwa Tuhan pegang kendali.

APLIKASI

  1. Apa yang Anda rasakan atau alami ketika Anda memutuskan untuk tinggal tenang dan percaya bahwa Tuhan memegang kendali dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI

Bapa kami mau terus tinggal tenang dan mempercayakan hidup kami dalam kendaliMu. Sebab kekuatan kami adalah saat kami bersamaMu ya Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Ayub 29-31