Tuaian Besar Melalui Pekerjaan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Timotius 2:1-13

RHEMA HARI INI
2 Timotius 2:6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.

Siapa yang tidak mengenal Susi Pudjiastuti, menteri kelautan dan perikanan yang telah berhasil menyelamatkan kekayaan laut Indonesia. Namun hal yang sangat mencengangkan dari wanita ini adalah ternyata beliau cuma lulusan SMP. Karena keadaan, ia terpaksa berhenti sekolah dan mulai bekerja sebagai penjual ikan, yang kemudian berkembang menjadi pengepul ikan di daerah Pangandaran. Berkat kegigihan dan kerja kerasnya, ia berhasil memasarkan produknya sampai Asia, bahkan Amerika. Hingga berdirilah PT ASI Pudjiastuti Marine Product, perusahaan yang bergerak di bidang ekspor hasil-hasil perikanan. Ia pun berhasil membeli pesawat yang berguna untuk mengangkut ikan-ikan dengan cepat ke tempat tujuan, yang kemudian berkembang menjadi Susi Air atau PT ASI Pudjiastuti Aviation, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan, yang mempekerjakan seratus delapan puluh pilot dengan lima puluh pesawat berbagai tipe.

Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya (Amsal 10:4). Itulah yang terjadi atas hidup ibu Susi, dimana kerajinan telah membawa ia mengalami tuaian besar. Seperti seorang petani, hasil ladang boleh saja melimpah ruah, tetapi jika tidak ada yang menuainya, maka tidak akan ada tuaian besar. Ikan boleh saja melimpah ruah di lautan Indonesia, tetapi jika tidak ada tangan yang rajin, yang mau mengerjakannya dengan benar dan sungguh-sungguh, maka kekayaan tersebut akan dicuri si jahat, sehingga Bangsa Indonesia tidak dapat menikmati kekayaan maritim negerinya sendiri. Bersyukur Tuhan mengirimkan ibu Susi, pekerjanya yang gigih dan cerdas sehingga Indonesia boleh menuai kekayaan laut yang luarbiasa.

Tahun ini Tuhan telah berjanji bahwa Dia akan memberikan tuaian yang sangat besar bagi setiap kita yang bekerja dengan sungguh-sungguh. Tuhan akan memberkati segala jerih payah kita, sehingga kita bisa menikmatinya. Jadi mulai sekarang, bekerjalah dengan lebih gigih lagi. Kembangkan semua talenta yang kita miliki. Jangan asal-asalan, agar kita dapat menuai mujizat kita, yaitu mujizat keuangan besar yang memecahkan rekor, sehingga kita dapat dipakai Tuhan untuk mendanai lawatan terdahsyat di akhir jaman.

RENUNGAN
Tuhan akan MEMBERKATI SEGALA JERIH PAYAH kita, sehingga kita bisa MENIKMATI TUAIAN BESAR dari-Nya.

APLIKASI
1. Mujizat apa yang mau Tuhan kerjakan hari-hari ini dalam hidup Anda?
2. Apa yang harus Anda lakukan, agar dapat menuai mujizat keuangan besar?
3. Sudahkah Anda bekerja dengan lebih gigih lagi, untuk menuai mujizat keuangan Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih untuk mujizat keuangan besar yang hendak Tuhan nyatakan atas kami. Kami berkomitmen untuk bekerja dengan lebih sungguh lagi. Ajar kami juga untuk dapat bekerja dengan cerdas sehingga kami dapat menuai mujizat kami, yaitu mujizat keuangan besar yang memecahkan rekor. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.