Tuaian Diberikan Tuhan Melalui Bekerja

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 1:1-6

RHEMA HARI INI
Mazmur 1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Deni senang sekali saat memperoleh benih anggur dari temannya yang memiliki perkebunan anggur yang buahnya sangat enak. Diapun bergegas pulang dan menaburkan benih yang diberi oleh temannya itu. Beberapa waktu kemudian, temannya menanyakan perihal benih yang diberikaan kepada Deni, karena seharusnya benih itu sudah tumbuh dan mulai merambatkan ranting-rantingnya. Denipun menjawab bahwa tidak ada tanda-tanda benih itu tumbuh dan hidup. Ternyata, Deni hanya menabur benih yang diterimanya tanpa mempersiapkan tempat yang akan ditaburi benih. Bukan hanya itu saja, Deni juga tidak pernah menyiram benih itu, sehingga sepertinya benih tersebut mati sebelum sempat tumbuh.

Jika kita menanam suatu benih, kita tidak bisa membiarkan begitu saja benih itu tumbuh sendiri tanpa bantuan kita. Karena apa? Karena benih membutuhkan air untuk hidup. Selain itu, saat benih sudah tumbuhpun, kita harus rajin merawatnya, membuang rumput-rumput liar di sekelilingnya dan memberikan pupuk-pupuk yang tepat untuk membuat benih itu menjadi tanaman yang menghasilkan buah atau bunga yang lebat. Seperti bangsa Israel ketika memasuki tanah perjanjian. Semuanya sudah disediakan Tuhan, Memang tanah perjanjian adalah tanah yang berlimpah susu dan madunya. Tetapi itu semua hanya bisa berlimpah dan dinikmati jika mereka mengusahakan tanah itu dengan sebaik-baiknya. Ladang gandum harus dibuat, anggur harus ditanam, pohon ara harus diusahakan, madu harus dipanen, ternak harus dikelola sebaik-baiknya.

Tuhanpun ingin kita tidak hanya berhenti ketika sudah menabur. Tuhan ingin kita bekerja dengan giat, tekun dan sebaik-baiknya. Bukan hanya sembarang bekerja, tetapi menjadi yang terbaik di bidang kita. Lihatlah Tuhan akan memakai segala pekerjaan, usaha dan karir kita untuk membawa tuaian yang luar biasa dalam hidup kita. Percayalah bahwa Tuhan memberkati segala jerih payah kita dan Tuhan selalu menyertai kita. Tuhan akan membawa tuaian yang besar dalam keuangan kita melalui pekerjaan yang kita miliki dan lakukan saat ini. Tetaplah miliki iman bahwa mujizat yang besar akan terjadi dan cara yang paling umum untuk Tuhan memberkati seseorang adalah melalui tangan kita sendiri, yaitu lewat bekerja. Ingatlah, menabur saja belumlah cukup, tetapi harus kita imbangi dengan bekerja. Karena bekerja adalah salah satu cara kita menuai. (LEW)

RENUNGAN
Menabur saja TIDAK CUKUP, karena menabur TIDAK BISA MENGGANTIKAN bekerja.

APLIKASI
1. Bagaimana cara Anda bekerja saat ini ?
2. Apakah Anda sudah mengimbangi taburan Anda dengan bekerja sungguh-sungguh ? Jika sudah atau belum, mengapa ?
3. Apa komitmen Anda dalam bidang pekerjaan yang Anda jalani saat ini agar Anda bisa menuai melalui pekerjaan kita ?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih karena Engkau telah memberikan kami kesempatan untuk menabur. Kami juga akan lebih bersemangat lagi dalam bekerja saat kami sudah menabur. Kami percaya mujizat besar akan Kau berikan dengan kami bekerja. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.