Tuaian Luar Biasa Dimulai Dari Menabur Luar Biasa

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Korintus 9:6-15

RHEMA HARI INI
2 Korintus 9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Hati Ibu Sri berbunga-bunga. Setelah empat tahun menunggu, akhirnya puluhan pohon durian di dalam kebun seluas 3 hektar di belakang rumahnya berbuah lebat. Jerih payahnya selama mengelola perkebunan durian serasa telah lunas terbayar. Kebahagiaannya semakin bertambah karena momen libur Natal dan Tahun Baru kemarin menjadi berkah baginya. Banyak orang mampir ke kediamannya untuk membeli durian dari kebunnya. Ibu Sri sangat bersyukur dan mengatakan bahwa dalam sehari rata-rata ia bisa menjual 100 buah durian.

Ayat pada 2 Korintus 9:6 adalah rhema tentang benih profetik. Seberapa besar yang kita tabur akan menentukan seberapa besar yang akan kita tuai. Ibu Sri menabur banyak benih durian di kebunnya dan ia kini telah menuai hasil dari taburannya itu. Hukum tabur tuai adalah hukum dan kebenaran yang ditetapkan Allah sejak awal sejarah dunia (Kejadian 8:22). Sejak semula Tuhan sudah menanamkan potensi dalam setiap benih, bahwa setiap benih yang ditaburkan akan menghasilkan tuaian. Jika kita menaburkan benih buah durian pasti akan menuai buah durian, jika kita menaburkan perkataan yang baik maka kita pun akan menuai hasil perkataan kita yang baik, jika kita menaburkan perbuatan yang baik pasti kita juga akan menuai hasil perbuatan kita yang baik. Demikian juga halnya dengan keuangan, sebagaimana yang kita taburkan dalam hal keuangan pasti kita pun akan menuai keuangan.

Meskipun menaburkan benih profetik yang sama, ternyata level sukacita yang ada dalam hati kita untuk menabur akan membuat perbedaan besar dalam hasil tuaian mujizatnya. Seperti yang kita bahas di atas tadi bahwa ayat 6 dalam 2 Korintus adalah rhema benih profetik, sedangkan ayat 7 adalah pedoman menaburkan benih profetik tersebut. Sangat luar biasa di dalam ayat 7 tertulis bahwa Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Karena sumbernya dari kasih Allah sehingga kita memberi banyak dengan sukacita maka semakin banyak pula yang akan kita tuai. Itu sebabnya kalau saat ini kita percaya bahwa tahun 2019 adalah Tahun Mujizat Besar dalam keuangan kita, maka kita pun harus memahami Hukum tabur tuai ini. Kita harus sadar bahwa orang-orang yang akan mengalami mujizat besar dalam keuangannya di tahun ini adalah orang-orang yang berani menabur banyak dengan sukacita. Itu sebabnya kalau kita rindu mengalami The Great Financial Miracles, maka mari persiapkan hati kita untuk tidak berhemat dalam menaburkan benih profetik,kita harus berani menabur banyak, maka Mujizat Keuangan Besar pasti akan terjadi dalam hidup kita. Bersiaplah mengalami Tuaian besar yang pasti akan kita terima.

RENUNGAN
Ketika kita BERANI MENABUR HABIS-HABISAN, Tuhan juga akan memberikan TUAIAN YANG LUAR BIASA.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah menabur secara luar biasa?
2. Menurut Anda, bagaimanakah menabur secara luar biasa itu?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa menabur secara luar biasa?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, karena Engkau sudah memberikan anugerah yang luar biasa dalam hidup kami, maka saat ini kami rindu untuk menabur secara luar biasa bagi pekerjaan-MU. Kerinduan kami adalah hati-MU disenangkan melalui taburan kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.