Tuhan Bisa Menggerakkan Orang Lain

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 22:34-40

RHEMA HARI INI
Matius 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Ada sebuah kisah tentang seorang yang menjadi pegawai di sebuah toko di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. Pada waktu itu hujan sedang turun dengan derasnya sehingga pengunjungnya berkurang banyak, dan penjaga-penjaga toko sedang ngobrol satu sama lain. Tiba-tiba kelihatanlah seorang ibu tua sedang mondar-mandir di luar toko. Walaupun penjaga toko ini tahu bahwa ibu ini sedang membuang waktu, tetapi ia mengundang ibu tua itu masuk ke tokonya dan mempersilakannya duduk. Setelah ibu itu duduk di kursi yang enak, si penjaga toko ini bertanya apakah ia dapat menolong ibu itu. Ibu itu berkata bahwa dia sedang menunggu seorang teman untuk menjemputnya. Penjaga toko ini dengan sabar keluar masuk tokonya untuk melihat apakah teman ibu itu sudah datang. Akhirnya datanglah teman ibu tua itu lalu diantar oleh penjaga toko ke ruangan tempat ibu itu duduk. Si ibu tua dan temannya itu pun segera pergi.

Setelah beberapa hari penjaga toko ini menerima sebuah kartu ucapan terima kasih yang amat sangat indah. Kartu ini ditandatangani oleh Andrew Carnegie, pemilik suatu perusahaan besar “The American Steel Company.” Andrew Carnegie adalah putra dari ibu tua yang dipersilakannya duduk beberapa hari yang lalu. Perbuatan baik ini ternyata menghasilkan buah yang tidak terduga! Beberapa saat kemudian Carnegie membangun sebuah proyek di Skotlandia. Ibu tua ini terus-menerus mendesak anaknya untuk memesan perabot-perabot rumah tangga dari toko dimana penjaga toko tadi bekerja. Daftar pesanan yang banyak, membuat toko tadi menjadi bertambah besar. Juga penjaga toko ini akhirnya menjadi seorang pengusaha yang berhasil. Dia dengan setia melaksanakan tugasnya, bahkan sampai di luar batas tanggung jawabnya. Perbuatan sederhana yang ia lakukan untuk memberi pertolongan kepada orang lain, membuatnya menerima lebih besar dari apa yang sudah diberikannya.

Tuhan bisa memakai orang yang baru kita kenal, bahkan yang tidak kita kenal, bahkan orang yang sama sekali berseberangan dengan kita untuk memberkati kita. Dan waktu itulah kita akan sadar bahwa bukan orang itu yang memberkati kita, sebab secara manusia sangat tidak mungkin hal itu terjadi. Jika sampai hal itu terjadi, maka itu hanya pekerjaan Tuhan. Tangan Tuhan yang tidak terlihatlah yang menggerakkan orang-orang itu untuk memberkati kehidupan kita! Itu sebabnya jangan pernah memandang remeh orang lain di sekitar kita. Siapapun mereka, tetap belajar Love People With Passion, sebab bukan tidak mungkin Tuhan memakai orang yang kita remehkan untuk memberkati kita.

RENUNGAN
Belajar MENGASIHI ORANG LAIN dengan segenap hati; kita tidak pernah tahu bila Tuhan MENGGERAKKAN MEREKA untuk memberkati hidup kita.

APLIKASI
1. Bagaimanakah sikap Anda terhadap orang yang membutuhkan pertolongan Anda?
2. Apakah yang Anda lakukan untuk mengasihi orang lain di sekeliling Anda?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa menjadi berkat bagi orang lain di sekitar Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, berikan kami hati seperti hati-MU. Hati yang mengasihi dan peduli kepada sekeliling kami. Jadikanlah kami terang-MU dan saksi-MU untuk memberitakan kasih-MU kepada banyak orang. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.