Tuhan Bisa Pakai Siapa Saja

Shalom Saudara/i yang dikasihi Tuhan, saya Putri Sion baru 2 bulan ini menjadi jemaat baru di GBIKA The Star. Saya bersyukur dan percaya bukan karena kebetulan saya ada disini. Orang tua saya memiliki 2 hutang. Yang satu di bank (50juta sebagai modal usaha baru sekitar setahun yang lalu) yang pada akhirnya harus membayar setiap bulan ke bank bukan dari uang modal/hasil keuntungan papa karena ada masalah dengan rekan kerja papa. Rencana menjual rumah sudah terealisasikan beberapa tahun lalu namun saya percaya kalau bukan kehendak Tuhan, rumah itu tidak akan terjual. Dan hutang yang kedua 10juta dipinjamkan oleh anaknya jemaat gereja di Sumatra yang orang tuanya ditawari papa untuk membeli rumah papa karena saat itu papa mau menjual rumah 200juta karena tidak ada biaya dan harus tetap menguliahkan saya padahal harga awal sekitar 500juta dan karena merasa tidak enak dengan papanya yang menawar hingga 200juta, akhirnya dia meminjamkan uang pribadinya dan mengatakan terserah mau dilunasi kapan.

Saya sangat bersyukur dengan tema di bulan Oktober “Mujizat Di Masa Krisis”. Di akhir khotbah saya selalu berdoa meminta kasih kemurahan Tuhan supaya Tuhan melepaskan hutang papa saya. Saya tidak tahu berapa juta lagi hutang papa di bank, jadi saya berdoa supaya Tuhan melepaskan hutang yang 10juta. Beberapa hari kemudian papa cerita bahwa papa menerima mujizat dari Tuhan. Hutang yang di bank sudah lunas dan tidak perlu dipikirkan lagi gimana cara bayarnya. Ternyata Tuhan pakai seseorang di gereja untuk menolong papa. Dia sahabat baik papa dan dia membutuhkan modal 100juta untuk usaha yang dibantu oleh papa juga pada waktu itu. Papa menceritakan kalau papa masih ada 30juta yang harus di bayar ke bank dan teman papa bersedia membayar sisa hutangnya. Dan Puji Tuhan keluarga saya menerima mujizat melebihi yang saya doakan. Saya doakan 10juta tapi Tuhan tebus 30juta. Tuhan bisa pakai apa dan siapa saja buat mengadakan mujizat. Semoga kesaksian ini memberkati kita semua. Tuhan Yesus memberkati.

Putri Sion, mahasiswi Sanata Dharma.