Tuhan Ingin Lebih Besar

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 49:1-7

RHEMA HARI INI
Yesaya 49:6 “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

Bagi Joko yang berasal dari keluarga sederhana, pencapaiannya sekarang sudah cukup memuaskan. Karena tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi, Joko memutuskan untuk langsung bekerja. Diawali dengan menawarkan diri pada ibu-ibu tetangga untuk membelanjakan kebutuhan sehari-hari termasuk sayur mayur. Banyak ibu yang merasa senang dan terbantu. Makin lama makin banyak langganan Joko, tabungannya pun kian banyak. Sampai akhirnya Joko bisa membeli motor roda tiga dengan bak dibelakang tempat ia membawa dagangannya.

Pak Yusuf tetangga Joko, seorang pengusaha sukses, tahu perjuangan Joko sejak awal. Ia bersimpati melihat kegigihan dan sifat rajin Joko. Pak Yusuf menawarkan bantuan modal pada Joko, ia menanyakan kira-kira apa yang ingin Joko lakukan. Joko menjawab ingin mengontrak sebuah kios, berdagang sembako dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Ternyata pak Yusuf bukan hanya memberi pinjaman modal untuk sewa kios, tapi sebuah ruko yang besar dan dana yang cukup untuk membeli barang dagangan. Bahkan pak Yusuf mengenalkan Joko dengan suplier-suplier besar sehingga Joko bisa menjual dengan harga grosir. Bagi Joko sebuah kios sudah mencapai cita-citanya, tapi bagi pak Yusuf, toko grosir besar dengan banyak cabang adalah gol nya.

Perbedaan cara pandang menentukan apa yang ingin dan bisa kita capai. Sebagai manusia cara pandang kita sangat terbatas, sehingga pencapaian kita pun terbatas. Tuhan kita adalah Maha Besar, Dialah pemilik dan pencipta alam semesta. Apa yang kita anggap besar, bagi Tuhan belum ada apa-apanya. Sudah merupakan sifat Tuhan kita untuk melakukan hal-hal yang lebih besar. Sama seperti Tuhan memanggil Yesaya, demikian juga Tuhan memanggil gereja kita. Sejak 30 tahun yang lalu, gereja kita masih ibarat janin yang begitu kecil, Tuhan sudah tahu seberapa besar panggilan-Nya atas gereja kita. Bukan untuk hal-hal yang kecil atau cukup besar, tapi untuk hal-hal yang samgat besar, mujizat dan terobosan tanpa batas. Dan sekaranglah waktunya, great revival pasti terjadi atas gereja dan juga hidup kita. (PF)

RENUNGAN
Sudah merupakan SIFAT TUHAN untuk melakukan hal-hal yang LEBIH BESAR.

APLIKASI
1. Pencapaian terbesar apa yang Anda bayangkan bisa terjadi dalam hidup Anda?
2. Apa yang Anda rasakan jika Anda melihatnya dari kacamata Tuhan?
3. Langkah apa yang akan Anda ambil supaya Anda ikut mengalami great revival?
DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, Engkau telah mengenal dan memanggil kami sejak dari kandungan. Kami percaya bukan hal biasa yang Kau sediakan bagi yang menjawab panggilan-Mu, melainkan hal-hal yang lebih besar dan tak terbatas. Terimakasih Tuhan, great revival sedang terjadi dan akan lebih dasyat lagi terjadi atas gereja dan hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.