Tuhan Mengampuni dan Mengasihi Saya

Oleh kemurahan Tuhan, saya bisa mengikuti KKR sejak hari pertama. Hari pertama saya mendapat lawatan yang biasa saja. Saya hanya menangis dan menangis terus. Tapi pada hari ke dua saya mendapat lawatan yang luar biasa. Saat itu saya duduk di bagian tengah dan mendengar suara yang berbisik pada saya, “Ayo berdiri.” Tapi saya tidak mau. Saya membuka mata dan melirik kanan kiri saya tapi tidak ada yang berdiri. Saya berkata, “Tidak, Tuhan, saya malu.”

Suara itu terdengar lagi dan menyuruh saya berdiri. Saya masih tetap duduk, bahkan bersembunyi lebih dalam. Suara itu berbicara lagi bahkan lebih keras seperti membentak, “Ayo berdiri!” Akhirnya saya berdiri dan menyembah Tuhan. Saat itu saya belum merasakan apa-apa. Tiba-tiba tangan saya mulai bergerak dan terus bergerak. Saya mencoba menghentikan gerakan tangan saya karena saya tidak mau kalau itu cuma dibuat-buat. Tapi jari tengah tangan kiri saya terasa seperti kesetrum dan menjadi kaku, kemudian bergerak-gerak dan semakin lama semakin cepat. Saya berkata kepada Tuhan, “Tuhan, saya capek. Kenapa tidak ada pendoa yang mendoakan saya.” Tapi Tuhan memiliki rencana yang lain. Tuhan ingin saya melepaskan semuanya. Tangan saya terus bergerak selama beberapa saat. Namun setelah itu tangan saya berhenti dengan sendirinya dan mulai lagi dengan gerakan yang lebih lambat. Bukan hanya tangan saya, tapi seluruh tubuh saya ikut bergerak, saya merasa seperti dibuai oleh Tuhan.

Saat itu Tuhan menyuruh saya untuk mengingat lagi ke hidup saya yang lalu. Dulu saya aktif dalam pelayanan tapi kemudian meninggalkan Tuhan dan melakukan banyak dosa. Saya berdoa, “Tuhan, siapa saya? Saya adalah hambaMu yang penuh dengan dosa. Saya merasa tidak sanggup. Saya merasa tidak berarti di hadapanMu ya, Tuhan. Tidak mungkin Tuhan mengampuni saya.” Saya merasa dosa yang saya perbuat sudah sangat besar dan merupakan suatu kebodohan dalam hidup saya. Kemudian Tuhan berbisik kepada saya, “Aku mengasihi kamu.” Mendengar itu saya menangis meraung-raung sambil memukul-mukul tubuh saya. Saat itu Tuhan sedang membasuh, menyucikan saya, mengangkat dan menghilangkan semua dosa-dosa saya. Dan Tuhan menganggap saya kudus.  Tuhan menganggap saya berarti di hadapanNya. Dan Tuhan ingin memakai saya lebih lagi. Saya mengucap syukur sekali.

Kemudian Tuhan membawa saya untuk menari dan menari dengan lembut. Saya mengucap syukur karena Tuhan berkata bahwa saya harus mensaksikan hal ini. Saya harus mensaksikan kedahsyatan Tuhan pada lebih banyak orang dan Tuhan akan memberi saya lawatan yang lebih dahsyat lagi bagi saya. Terima kasih saya mengucap syukur atas kesaksian ini.

Sdri. Evelin