Tuhan Menyembuhkan Keluarga Yang Terluka

RHEMA HARI INI
Maleakhi 4:5-6 5 “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. 6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”

1975 hingga 1983 adalah masa kejayaan Robby Sugara. Bersama Roy Marten, Doris Callebout, Yati Oktavia, Yenny Rahman, ia menjadi The Big 5, ikon film nasional kala itu. 1983, saat perfilman nasional mulai mundur, bintang Robby pun meredup. Tahun 1984, Robby mengambil keputusan fatal. Ia meninggalkan istrinya,Etha bersama ketujuh anak mereka yang masih kecil untuk hidup bersama perempuan lain. Tak hanya masalah ekonomi, Etha pun dihadapkan pada masalah psikologis anak-anaknya. Kepergian sang ayah, menorehkan luka mendalam pada hati anak-anak mereka. Etha sering dipanggil ke sekolah lantaran anak-anak sering memperlihatkan perilaku ganjil. Hingga suatu hari, Etha mencoba mengintip dari jendela. Ia melihat tiga anaknya sedang memasang lilin di lantai. Setelah itu mereka bergabung dengan empat saudaranya yang lain, duduk bersila di lantai. Diterangi oleh sinar lilin (karena nunggak bayar selama dua tahun, listrik dicabut), mereka bergandengan tangan dan melantunkan pujian dan penyembahan pada Tuhan. Ketujuh anak itu bersatu hati, berdoa pada Tuhan. Sebelum mereka meminta sesuatu pada Tuhan, mereka berdoa, “Tuhan kami mengampuni papa kami, karena dia tidak tahu apa yang dia lakukan. Tuhan kami juga mengampuni perempuan yang mengambil papa kami. Beri suami lain supaya papa kami bisa pulang.” Pada tahun kesepuluh, 1994, Ella si sulung berhasil menemukan “tempat perlarian” sang ayah. Hanya satu permintaan mereka, “Papi pulang.” Tahun ke-14, Januari 1998, ia menelpon Etha, berjanji akan kembali ke keluarga. Pada hari yang dijanjikan, ketujuh anaknya berkumpul di ruang tamu. Sambil menunggu Robby, mereka terus melantunkan pujian dan penyembahan pada Tuhan. Tepat jam 2 pagi, terdengar ketukan di pintu. Robby akhirnya pulang. Cinta kasih antara Robby dan Etha yang terkubur selama 14 tahun, Tuhan pulihkan. Belajar dari ketaatan anak-anaknya, Robby kini menjadi pelayan Tuhan. Tahun 2005, Robby meninggalkan dunia sinetron dan melayani Tuhan sepenuh waktu. Robby-Etha, pelayanan keliling Indonesia, bahkan luar negeri untuk menyaksikan kasih Tuhan dalam kehidupan mereka.
Banyak istri yang frustrasi dan tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan dengan pernikahan mereka. Banyak suami yang merasa terjebak dalam pernikahan yang salah. Banyak juga anak-anak yang sangat kecewa dan berusaha lari jauh-jauh dari keluarga. Kenapa Pemulihan Suami Istri? Karena di dalam pernikahan justru yang paling sering terjadi kekecewaan. Akibat tidak didengar, tidak diperhatikan, dituntut, disalahkan, diremehkan bahkan dikhianati, dibentak dan kekerasan fisik. Pemaksaan kehendak bahkan berlanjut dengan perselingkuhan atau perceraian. Hubungan terluka dan perlu dipulihkan. Kisah Robby Sugara di atas telah membuktikan bahwa apabila Tuhan menghendaki untuk memulihkan keluarga yang terluka, maka hal itu pasti terjadi meskipun dalam kisah di atas pemulihan keluarga terjadi setelah 14 tahun. Mari kita terima Firman Tuhan yang berkata bahwa Tuhan sendirilah yang berencana untuk memullihkan hubungan antara bapa dan anak, artinya Tuhan sudah menyediakan kesembuhan bagi keluarga-keluarga yang terluka dan inisiatif itu datang dari Tuhan. Apapun kondisi keluarga saat ini, percayalah bahwa Tuhan sudah menyediakan kesembuhan bagi keluarga-keluarga yang terluka.(ABU)

b
Terimalah janji Firman Tuhan ini: Tuhan sudah menyediakan KESEMBUHAN bagi KELUARGA-KELUARGA yang terluka. Amin!

APLIKASI
1. Bagaimana kondisi keluarga Anda saat ini ?

2. Langkah apa yang Anda lakukan agar kesembuhan setiap luka terjadi ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa dalam nama Yesus, kami percaya Tuhan Engkau telah menyediakan kesembuhan bagi keluarga kami yang terluka. Amin.