TUHAN PULIHKAN SAYA MELALUI KELOMPOK SEL

Shallom, saya Wulan dari Kelompok Sel Pniel dengan PKS Bapak Yan. Saya berterimakasih karena telah diberikan kesempatan untuk bersaksi di GBI Keluarga Allah. Saya sangat mengucap syukur kepada Tuhan Yesus karena saya diijinkan Tuhan untuk bisa berjemaat di GBI Keluarga Allah dan bisa tergabung dalam kelompok sel yang mana dengan kelompok sel ini sungguh-sungguh bisa menguatkan saya lebih lagi dalam saya menghadapi proses demi proses dalam rumahtangga saya, karena dengan tergabung dalam KOMSEL saya merasa lebih diperhatikan secara rohani. Singkat cerita Tuhan ijinkan saya mengalami suatu proses dalam rumahtangga saya, tetapi saya sangat bersyukur karena Tuhan ijinkan saya tergabung dalam kelompok sel untuk mempersiapkan saya dalam pergumulan saya. Saya sering sekali mengalami permasalahan dengan suami saya sehingga menimbulkan suatu pertengkaran demi pertengkaran. Dan yang membuat saya semakin kecewa, sedih dan sakit hati adalah setiap kami bertengkar, suami saya larinya selalu kepada perempuan lain dan bahkan terakhir suami saya jarang pulang kerumah, jika pulang kerumah pagi lalu pergi lagi dan setiap hari seperti itu. Berkali-kali saya pendam rasa sakit hati itu dan bahkan saya berusaha menyelesaikan masalah saya sendiri tapi akhirnya sayapun tidak sanggup dan sampai pada titik akhir kesabaran saya. Suatu hari saya ada job untuk merias pengantin di daerah Boyolali, itupun suami saya masih belum pulang dan anak-anak kami tidak ada yang menjaga, saya sempat bingung bagaimana dengan anak-anak. Tapi puji Tuhan pagi sebelum saya berangkat suami saya pulang kerumah, sehingga saya pun bisa berangkat merias ke Boyolali. Tetapi tidak tau mengapa hati saya berat untuk meninggalkan anak-anak saya dirumah bersama dengan suami saya. Tetapi mau tidak mau saya tetap harus bertanggungjawab atas pekerjaan saya dan akhirnyapun jam 6 pagi saya berangkat. Tetapi selama dalam perjalanan dan dalam bekerja hati saya itu rasanya semakin tidak karuan, saya takut dan kawatir kalau anak-anak dibawa suami saya pergi. Dan ternyata kekawatiran saya itu sungguh terjadi jam 4 Sore saya pulang dan sesampainya saya dirumah suami saya pun pergi lagi. Kemudian saya tanyakan kepada anak-anak saya dan anak-anak saya pun bercerita kepada saya kalau tadi mereka diajak pergi oleh papahnya (suami saya) dengan seorang wanita yang tidak mereka kenal. Dari cerita itu hati saya semakin bertambah sakit. Kemudian saya tanya kepada anak-anak saya “kalian masih ingat tempat/rumah wanita itu?” anak-anak saya pun menjawab kalau mereka masih ingat rumah wanita itu. Singkat cerita saya dan anak-anak saya pun pergi kerumah yang kami maksud tadi (wanita simpanan suami saya). Dan benar, suami saya ada disebuah kamar kost bersama dengan wanita itu. Hati saya sungguh-sungguh sakit dan saya tidak bisa menerima semua itu. Akhirnya saya pun meminta cerai kepada suami saya, tetapi suami saya tidak mau. Dan saya pun pulang kerumah orangtua saya. Tetapi, begitu baiknya Tuhan kepada saya dan keluarga saya. Selama terpuruk teman-teman KOMSEL selalu memberikan dukungan doa dan ayat firman Tuhan yang juga selalu mereka berikan kepada saya untuk menguatkan iman saya dan hati saya. Singkat cerita waktu itu hari minggu, dan saya tidak bisa mengikuti ibadah raya di gereja. Tapi saya bersyukur sekali, ada teman KOMSEL yang memberitahukan kepada saya lewat telpon bahwa saya diminta untuk mendengar kotbah minggu yang disampaikan oleh Bapak Pdt. Obaja yang diputar ulang di radio dengan tema MENGAMPUNI. Saya pun mendengarkan kotbah gembala sidang tersebut dan ternyata itu adalah awal dari dari pemulihan dan Mujizat besar yang Tuhan berikan bagi keluarga saya dan khususnya pemulihan bagi hati saya. Dalam kotbahnya, bapak Obaja mengajarkan setiap kita dan saya secara pribadi untuk bisa mengampuni setiap orang yang telah menyakiti kita. Saya pun sungguh-sungguh menyimak setiap kata demi kata yang bapak gembala sampaikan. Sampai pada akhirnya saya sadar dan tau bahwa Tuhan benar-benar sudah memulihkan hati saya, karena saat saya mendengar kotbah Bapak Gembala, saya pun langsung mengambil tindakan untuk mengampuni suami saya. Dan sekali lagi, Tuhan memang luarbiasa karena seketika itu juga setelah saya melepaskan pengampunan kepada suami saya, yang sebelumnya saya merasa benci dan sangat kecewa dengan suami saya saat itu Tuhan pulihkan dan Tuhan ganti dengan roh kasih dan pengampunan untuk suami saya. Saya yakin bahwa Tuhan tidak hanya menyentuh hati saya dan memulihkan hati saya, tetapi saya sangat yakin Tuhan juga pulihkan suami saya, karena begitu saya lepaskan pengampunan kepada suami saya, kemudian suami saya menghubungi saya dan dia pun meminta maaf kepada saya dan bertobat serta berjanji kalau dia akan memulihkan rumahtangga kami menjadi rumahtangga dan keluarga yang berkenan bagi Tuhan. Akhirnya kami pun bersatu kembali menjadi suatu keluarga yang utuh dan saling mengasihi didalam Tuhan. Dan hingga saat ini kami menjadi keluarga yang bahagia. Dan saya sungguh-sungguh mengucap syukur karena Tuhan telah kirimkan dan mempersatukan saya dalam suatu KELOMPOK SEL yang sangat mensupport saya dan selalu memberikan dukungan kepada saya dan keluarga saya dalam segala kondisi kami. Dan lewat KELOMPOK SEL ini saya sungguh-sungguh sangat diberkati, khususnya dari segi pertumbuhan rohani saya dan keluarga saya dan dengan KELOMPOK SEL kami, saya pun merasa memiliki keluarga (besar) didalam Tuhan. Maka dari itu, saya himbau untuk setiap saudara bisa dan harus bergabung dalam KELOMPOK SEL, karena dengan tergabung dalam KELOMPOK SEL, setiap rohani kita kesaksianbisa bertumbuh dan berbuah. Tuhan Memberkati.

— Ibu Wulan