Tuhan Sanggup Menyembuhkan Luka

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 19:16-26

RHEMA HARI INI
Matius 19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

Ketika Cathy bertemu dengan Jim di sebuah pertandingan softball, ia mengira Jim adalah pria yang tepat untuknya. Setelah beberapa bulan berpacaran, Cathy sangat yakin dengan Jim, kecuali satu hal, Jim memiliki banyak alasan untuk minum alkohol. “Gajiku naik, temanku menikah, saudaraku lulus kuliah,” dan masih banyak lagi alasan. Meski beberapa temannya sudah memperingatkan, Cathy akhirnya menikah dengan Jim. Tidak lama berlalu, pernikahan itu dihancurkan dengan kebiasaan minum-minum Jim. Ketika akhirnya perceraian menjadi satu pilihan, Cathy merasa hidupnya hancur. Dengan mengabaikan nasehat teman-temannya dan kata Roh Kudus, Cathy memberitahu pendetanya, “Saya pikir saya tahu yang terbaik buat saya, saya ingin menuruti kehendak saya dan bukannya kehendak Tuhan.” Pendetanya menjawab, “Kita semua berpikir seperti itu kadang-kadang. Kita lupa bahwa Tuhan yang menciptakan kita, lebih mengenal kita daripada kita mengenal diri kita sendiri. Ingat Cathy, Tuhan tidak pernah menyerah dengan kita, kalau kita mengakui kesalahan-kesalahan kita, Ia selalu mengampuni dan memberi kita kesempatan lagi.”

Cathy memutuskan untuk berharap lebih lagi pada kuasa Tuhan, setiap hari Cathy mulai berdoa dan mendoakan Jim. Ajaib, tidak butuh waktu lama, Cathy menjadi sangat cinta dan iba sekaligus dengan keadaan Jim, dan Jim seolah disadarkan dari mimpi buruknya. Seperti disadarkan bahwa Cathy sudah berbuat begitu banyak untuk dia, sekarang dia harus juga berani berkorban buat Cathy. Mujizat terjadi, hubungan mereka dipulihkan, Jim berhenti total dari kebiasaan minum alkohol, mereka mengalami pemulihan keluarga.

Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah sendiri. Sebagai mahkluk ciptaan-Nya, tidak ada yang tersembunyi bagi Dia tentang kita semua, Tuhan mengenal kita, bahkan lebih dari kita mengenal diri kita sendiri. Setiap kesalahan dan kerusakan yang terjadi dalam kita, Tuhan terlebih tahu dan dengan mudah bisa memulihkan keadaan kita. Tidak ada luka yang terlalu sulit untuk disembuhkan-Nya, tidak ada masalah yang terlalu sukar untuk diselesaikan-Nya. Hanya dibutuhkan penyerahan diri kita pada Dia, menurut apa yang Tuhan suruh dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.Tangan kasih-Nya akan menjamah kita, pemulihan dan karya-Nya yang ajaib pasti terjadi atas kita, mujizat pemulihan keluarga terjadi.

RENUNGAN
LUKA YANG MENDALAM butuh KESEMBUHAN YANG MENDALAM; berita baiknya, tidak ada luka yang tidak bisa DISEMBUHKAN TUHAN.

APLIKASI
1. Bagaimanakah Anda menyikapi luka yang terjadi dalam keluarga Anda selama ini?
2. Mengapa Anda tidak seharusnya mendiamkan luka mendalam di tengah-tengah keluarga Anda?
3. Bagaimana Anda dapat melibatkan Tuhan dalam memulihkan luka dan aib keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami sungguh membutuhkan Engkau. Kami tidak tahu harus bagaimana untuk menyembuhkan luka yang sudah terlanjur terjadi dalam keluarga kami, tetapi kami tahu bahwa Engkau sanggup. Engkau bisa memulihkan keluarga kami dan mempersatukan hati kami dalam kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.