Tuhan Selalu Menolong

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Galatia 2:15-21

RHEMA HARI INI
Galatia 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Juna adalah seorang koki handal. Ia kerap sekali memasak di rumah. Bagi Juna, memasak adalah suatu hobi. Karena kepiawaiannya dalam memasak, Juna pun sudah berkali-kali memenangi berbagai acara perlombaan masak. Sekalipun ia menjuarai berbagai macam perlombaan, tidak pernah sekalipun ia membawa buku resepnya bersamanya karena seluruh langkah-langkah memasak sudah ia kuasai. Ratusan resep-resep tersebut sudah ada di dalam otaknya dan sudah menjadi satu dengan dirinya.

Juna tidak pernah merasa kuatir ketika sedang berada di perlombaan karena ia tahu pasti bahwa resep-resep yang ia perlukan sudah ada di dalam pikirannya sehingga ia dapat memasak dengan mudahnya. Sama halnya seperti Juna, kita pun juga tak sepatutnya merasa kuatir karena ada Tuhan Yesus di dalam diri kita. Ia adalah Allah yang selalu bersama kita sehingga kuasa mujizat kesembuhan-Nya pun juga sudah ada di dalam kita.

Agar mujizat kesembuhan yang kita doakan bisa benar-benar terjadi, yang pertama harus kita lakukan adalah percaya. Percaya bahwa Allah itu sudah ada dan tinggal di dalam kita. Percaya bahwa kuasa-Nya ada di dalam kita. Percaya bahwa Dia berkuasa dan sanggup menyembuhkan kita. Percaya bahwa pertolongan-Nya tidak pernah terlambat, maka mujizat kesembuhan pun dapat kita alami.

RENUNGAN
Tuhan bukan hanya TIDAK PERNAH TERLAMBAT MENOLONG kita, tetapi Dia SELALU BERSAMA kita, bahkan ADA DALAM kita.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda percaya bahwa Tuhan ada di dalam kita dan sanggup menyembuhkan kita?
2. Menurut Anda, mengapa Ia ingin kita mengalami kesembuhan Ilahi?
3. Tuliskanlah apa yang dapat kita lakukan untuk menerima kesembuhan Ilahi!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami percaya kami pasti mengalami mujizat kesembuhan Ilahi karena kami tahu bahwa Engkau tidak hanya tidak pernah terlambat menolong, tetapi juga ada dan tinggal di dalam kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.