Tuhan Sumber Berkat

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Roma 11:25-36

RHEMA HARI INI
Roma 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Jan Koum dilahirkan dalam sebuah keluarga imigran miskin asal Ukraina. Di Ukraina, ia belajar di sekolah yang sangat jelek dan tidak ada toiletnya. Rumahnya yang kecil tidak memiliki sambungan listrik. Pada saat migrasi ke Amerika bersama ibunya, ia tetap hidup dalam kemiskinan. Ia nyaris menjadi gelandangan, tidur beratap langit, beralaskan tanah dan harus bergantung pada jaminan sosial serta mengantre kupon makanan dari pemerintah. Hidupnya kian sulit ketika ibunya didiagnosa mengidap kanker dan hidup dengan tunjangan kesehatan seadanya. Namun, semua keadaan sukar yang dialami Jan Koum tidak membuatnya menyerah, ia terus berjuang dan berjuang untuk bisa survive.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Koum bekerja sebagai tukang sapu di sebuah toko, sementara ibunya menjadi baby sitter. Lewat buku bekas yang dia beli, dia belajar komputer jaringan. Ketika akhirnya ia drop out dari kuliahnya, ia bekerja sebagai pembungkus barang belanjaan di supermarket, setelah itu di toko elektronik, hingga akhirnya ia bisa diterima bekerja di Yahoo. Di Yahoo-lah ia bertemu dengan Brian Acton, dan 9 tahun kemudian Koum dan Acton memutuskan keluar dari Yahoo dan menciptakan WhatsApp. Saat ini, WhatsApp dibeli oleh Facebook dengan harga fantastis senilai 223 Trilyun Rupiah! Jan Koum, anak imigran miskin yang dulu harus mengantri untuk mendapat jatah makan, kini berubah menjadi seorang milyuner.

Luar biasa! Jan Koum saja yang awalnya sangat miskin namun ketika ia berjuang dengan gigih, semua keadaan menjadi berubah. Apalagi kita orang percaya yang memiliki Tuhan yang luar biasa. Apa yang orang dunia bisa lakukan, kitapun sebagai anak-anak Tuhan pasti bisa melakukan yang lebih luar biasa lagi. Syarat dan kuncinya adalah terus menabur, menabur, dan menabur, serta menjadikan Tuhan sebagai sumber berkat dalam hidup kita. Kalau kita tidak bekerja, berjuang dan menabur, kita tidak akan bisa menikmati tuaian berkat. Tetapi kalau kita terus menabur dan berjuang, maka bukan hanya manusia saja yang akan memberkati kita, tetapi Tuhan sang sumber berkat juga akan tersentuh dengan perjuangan kita dan akan mencurahkan berkat-Nya secara berkelimpahan dalam hidup kita. Ketika Sang Sumber berkat yang memberkati hidup kita, maka berkat kita tidak akan tergantung dengan situasi dan kondisi. Apapun keadaanya, tuaian berkat kita akan selalu tersedia, sebab Sang Sumber Berkat sendirilah yang menjaminnya.

RENUNGAN
Manusia hanya SALURAN BERKAT yang Tuhan pakai, SUMBER BERKAT kita TETAPLAH TUHAN saja.

APLIKASI
1. Taburan atau perjuangan apakah yang Anda lakukan untuk bisa menuai berkat?
2. Apakah yang Anda alami ketika Anda menjadikan Tuhan sebagai sumber berkat dalam hidup Anda?
3. Apakah komitmen yang akan Anda buat supaya Tuhan terus menjadi sumber berkat dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, biarlah Engkau terus menjadi Sang Sumber Berkat dalam hidup kami sampai selama-lamanya. Biarlah hidup kami terus mengandalkan Engkau sehingga Engkau berkenan memakai kami menjadi saluran berkat-MU dan memuliakan nama-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.