Tuhan Yang Membangkitkan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 42:1-9

RHEMA HARI INI
Yesaya 42:3 (FAYH) Buluh yang terkulai tidak akan dipatahkannya; sumbu yang redup tidak akan dipadamkannya. (Ia akan menguatkan orang yang patah semangat dan hampir putus asa. Ia tidak menindas yang lemah, atau menumpas harapan yang terkecil sekali pun.) Ia akan menyatakan hukum dengan adil dan benar.

Kehilangan putra satu-satunya yang selama ini menjadi pengharapan sangat besar dalam hidupnya, membuat kehidupan Brian seolah berubah 180 derajat. Dunianya tiba-tiba dilingkupi dengan kegelapan yang seolah tiada berujung. Kegalauan yang amat sangat menerpa jiwanya sehingga mengakibatkan ia mengalami depresi berat. Istri serta putrinya terus berjuang mendoakan serta memberikan penguatan-penguatan melalui kebenaran firman Tuhan, namun seolah-olah semuanya itu tidak berarti. Bahkan, Brian sempat mencoba bunuh diri namun gagal.

Setelah perjuangan selama bertahun-tahun dari istri, anaknya, bahkan Brian sendiri, akhirnya kondisi Brian semakin lama semakin membaik. Brian tidak lagi mengalami hal-hal yang di luar batas wajar sebagaimana beberapa tahun lalu sejak meninggalnya sang putra. Kondisinya terus membaik hingga Brian akhirnya bisa mensyukuri apa yang masih ada padanya yaitu istri dan anaknya, serta belajar dari semua kehilangan yang pernah ia alami. Hari ini Brian telah bangkit menjadi pria yang berbeda. Kedewasaan rohaninya menjadi semakin matang. Imannya mantap di dalam Tuhan. Saat ini Brian telah menemukan tujuan hidupnya kembali dan ikut andil dalam berbagai penyembuhan untuk penderita depresi. Hal ini di lakukan sebagai rasa syukur atas kesembuhannya hingga sekarang.

Masalah yang sering kita hadapi terkadang membuat kita kehilangan semangat hidup. Ketika kita punya uang, hubungan dengan keluarga kita baik baik saja, tubuh kita sehat, kita mudah sekali memiliki semangat hidup. Namun ketika ada satu hal saja yang membebani kita misalnya kehilangan anggota keluarga, hutang yang tidak mampu dibayar, sudah lama tidak memperoleh pekerjaan, sudah lama belum memiliki pasangan hidup maupun hal-hal lain maka kita terkadang merasa putus asa dan tidak memiliki semangat dan harapan untuk hidup. Ketika kita berada dalam posisi tersebut, ingatlah bahwa kita memiliki Tuhan yang sanggup membangkitkan kembali semangat dan harapan kita. Kita diciptakan di dunia dengan suatu tujuan, maka kita harus belajar mengingat bahwa kita ada di bumi ini karena Tuhan yang menghendaki kita untuk melakukan tujuan-Nya. Ketika kita merasa putus asa, ingatlah bahwa Tuhan sanggup membangkitkan semangat dan harapan kita kembali. Tuhan Yesus memberkati (ABU)

RENUNGAN
TUHAN SANGGUP membangkitkan kembali SEMANGAT dan HARAPAN setiap kita.

APLIKASI
1. Masalah apakah yang membuat Anda merasa putus asa?
2. Koreksi hati Anda, apakah Anda selama ini bersandar pada Tuhan atau pada hal lain? Mengapa demikian?
3. Apa yang Anda rasakan setelah Anda berserah dan bersandar pada Allah?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, Engkaulah juru selamat yang telah mengatasi dunia. Meskipun badai menerpa, kami mau tetap bersandar kepada-Mu. Janganlah Kau biarkan kami hanyut dalam kekuatiran kami sendiri, pegang erat tangan kami, ya Tuhan, dengan tangan-Mu yang perkasa. Bersama-Mu kami akan mengatasi bahkan berselancar diatas setiap badai kehidupan. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.