Tuhan Yang Menetapkan Semuanya

Shallom…saya ingin menceritakan global blessing yang sudah Tuhan berikan dalam hidup saya. Bulan September 2015 di universitas tempat saya belajar membuka pendaftaran beasiswa dan singkat cerita saya mendaftarkan diri karena saya sudah sejak semester satu ingin mendapatkan beasiswa tersebut namun belum pernah mengajukan permohonan beasiswa. Akhirnya, saya mulai menyiapkan berkas-berkas yang harus diserahkan, yang salah satunya adalah sertifikat dan surat-surat tugas dari kegiatan yang pernah saya ikuti di dalam maupun di luar kampus.

Saat saya mempersiapkan seluruh berkas yang harus diserahkan, saya sempat mengalami masalah, di mana organisasi yang saya ikuti kehilangan beberapa surat tugas. Hal ini menyebabkan saya tidak dapat menyerahkan surat-surat tugas yang hilang tersebut dan tentunya akan mempengaruhi perhitungan jumlah point kemahasiswaan (surat tugas kegiatan yang hilang tidak dapat diperhitungkan dalam penjumlahan point kemahasiswaan dan dapat/tidaknya beasiswa dipengaruhi oleh jumlah point kemahasiswaan).

Saya sempat ragu untuk tetap mengajukan permohonan beasiswa karena saya malu pada teman-teman saya kalau saya sudah repot mengurus permohonan beasiswa tetapi akhirnya tidak bisa mendapatkannya. Selain itu, saya juga harus merepotkan teman-teman saya yang menjadi ketua, sekertaris, mantan ketua, dan mantan sekertaris dari organisasi yang saya ikuti tersebut dalam mempersiapkan berkas-berkas permohonan beasiswa. Dan juga, menurut cerita dari teman-teman angkatan atas, sangat jarang anak-anak dari organisasi tersebut yang bisa mendapat beasiswa aktivis karena jumlah point kemahasiswaannya “kalah” jika dibandingkan dengan anak-anak yang mengikuti organisasi seperti badan eksekutif universitas.

Namun pada saat saya saat teduh, Tuhan mengingatkan saya bahwa jika Tuhan sudah menetapkan saya untuk mendapat beasiswa, tidak akan ada yang menghalangi. Dan Tuhan juga kuatkan saya dengan salah satu ayat, yaitu: Ayub 42:2 yang berbunyi “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal”. Akhirnya, saya tetap maju untuk mengajukan permohonan beasiswa, tetap dengan jumlah surat tugas yang tidak lengkap, dan percaya bahwa jika Tuhan sudah membuka pintu, tidak akan ada yang dapat menutupnya. Saya doakan terus dan sebelum saya menyerahkan berkas-berkas permohonan beasiswa, saya juga tumpang tangan di atasnya karena saya percaya bahwa Tuhan sudah memberikan kuasa terhadap anak-anakNya yang percaya kepadaNya. Selain itu, saya juga berjanji pada Tuhan, jika saya mendapat beasiswa tersebut, saya akan memberikan 10%-nya untuk persepuluhan khusus untuk Tuhan.

Puji Tuhan, pada tanggal 26 Oktober 2015 pengumuman beasiswa sudah keluar dan saya sungguh mengucap syukur atas anugerah dan kemurahan Tuhan sehingga saya boleh menjadi salah satu penerima beasiswa yang saya inginkan tersebut. Tuhan sungguh baik dan sangat baik dulu, sekarang, dan selamanya Tuhan Yesus memberkati.

Intan Jessica Permatasari-Pelayan Singer GKA Surabaya