Tuhan Yang Selalu Menyambut Kita

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 27:1-14

RHEMA HARI INI
Mazmur 27:10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

Seorang pria melamar bekerja di Microsoft pada posisi office boy. Manajer HRD mewawancarainya, kemudian melihat kemampuannya membersihkan lantai sebagai ujian. “Anda diterima,” katanya, “berikan alamat e-mail Anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi.” Pria itu menjawab, “Saya tidak memiliki alamat e-mail, komputerpun saya tidak punya.” Manajer HRD itu berkata, “Maafkan saya, disini, seseorang yang tidak memiliki e-mail, dianggap tidak pernah ada. Dan yang tidak pernah ada, tidak dapat memiliki pekerjaan.” Pria itu pergi dengan penyesalan yang dalam, hanya karena tidak memiliki alamat e-mail, dia ditolak dan kehilangan kesempatan untuk bekerja di tempat yang baik. Hari itu di sakunya tinggal tersisa uang sepuluh dolar, ia pergi ke supermarket dan membeli 10kg tomat. Dia kemudian menjual tomat itu dari rumah ke rumah, dalam waktu kurang dari dua jam ia berhasil melipat gandakan uangnya. Pria itu mengulanginya sebanyak tiga kali dalam sehari, dan pulang dengan uang 60 dolar. Dia menyadari bahwa ia bisa bertahan hidup dengan berjualan tomat, dan ia melakukan itu setiap hari dan sering pulang larut malam.

Tidak perlu waktu lama, ia membeli mobil pickup, lalu truk dan kemudian ia mempunyai armada kendaraan pengiriman sendiri. Lima tahun kemudian, orang itu menjadi salah satu pengusaha food retail terbesar di Amerika Serikat. Ia mulai merencanakan masa depan keluarganya, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa. Ketika agen asuransi menanyakan data dirinya, ia ditanya tentang alamat e-mail lagi. Orang Itu kembali menjawab, “Aku tidak mempunyai alamat e-mail.” Agen itu bertanya lagi,””Tanpa memiliki alamat e-mail Anda berhasil membangun sebuah imperium bisnis, dapatkah Anda bayangkan apa yang bisa terjadi jika Anda memiliki e-mail sendiri?” Orang itu berpikir sejenak dan menjawab, “Ya, kalau aku mempunyai alamat e-mail sejak dulu, aku pasti menjadi office boy di Microsoft dalam waktu yang lama!”

Ketidaksempurnaan manusia membuat kita sering merasa tertolak di satu komunitas yang kita inginkan. Penyesalan akan keadaan kita secara berlebihan akan membuat kita merasa kesepian, dan kesepian yang tidak segera diatasi akan menjadi penghalang berkat-berkat Tuhan terjadi dalam hidup kita. Renungan kita hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah menolak kita apapun keadaan kita. Hari ini, disaat kita merasa tertolak oleh siapapun juga, jangan ijinkan itu membuat kita kesepian, datanglah pada Tuhan yang siap menyambut kita. Jadikan penolakan itu momen untuk kita semakin intim dengan Tuhan, jadikan penolakan itu pintu masuk untuk kita semakin dekat pada Tuhan, dan menyadari bahwa tangan Tuhan selalu terbuka dan siap sedia menyambut kita. Tangan yang sama akan memberkati kita dengan berkat yang melebihi dari apa yang bisa kita pikirkan dan bayangkan. Mujizat kesembuhan batin kita alami, dan rencana Tuhan yang besar terjadi dalam hidup kita, bersama Tuhan kita pasti melakukan perkara besar.

RENUNGAN
Bahkan ketika semua orang di dunia ini MENOLAK kita, Tuhan SELALU MEMBUKA TANGAN-NYA untuk MENYAMBUT kita.

APLIKASI
1. Pernahkah Anda merasa tertolak dalam hidup Anda?
2. Apa respon Anda terhadap penolakan tersebut?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya melalui penolakan tersebut justru Anda bisa semakin dekat dengan Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur sebab Engkau Tuhan yang selalu menerima kami dengan tangan terbuka. Sekalipun orang lain menolak kami, tetapi Engkau Tuhan yang selalu menyambut kami. Jiwa kami aman dan tentram di dalam Engkau Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.