Tujuan Tuhan Memberikan Urapan Untuk Berkuasa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
1 Petrus 2:1-10

RHEMA HARI INI
1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Saat membicarakan tentang urapan untuk berkuasa, sebagian dari kita mungkin merasa itu bukanlah untuk kita. Kita merasa bukan siapa-siapa, hanya orang biasa dan jemaat biasa. Rasanya tidak mungkin kita bisa melakukan perkara-perkara ajaib dalam Tuhan. Namun, sebelum menerima urapan untuk berkuasa, Simon Petrus juga bukanlah siapa-siapa. Ia hanya nelayan yang dipilih Yesus untuk mengikutinya (Mat. 4:18-19). Bahkan, setelah menerima urapan untuk berkuasa pun (Mat. 10:1), Simon Petrus dan rekan-rekan sepelayanannya tidak mampu mengusir setan yang menyebabkan seorang anak menderita sakit ayan (Matius 17:14-15). Hingga pada suatu waktu, Simon Petrus akhirnya paham bahwa ada tujuan dalam urapan untuk berkuasa yang diterimanya. Hal itu menjadi titik balik pelayanannya. Ia mulai bersaksi dan mempraktikkan kuasa yang ada padanya. Sejak saat itu, mujizat demi mujizat terjadi dalam pelayanannya. Bahkan, saat ia berkhotbah, ribuan orang bertobat dan menerima keselamatan.

Sebagai pengikut Yesus, sangat penting bagi kita untuk memahami tujuan Tuhan memberikan urapan untuk berkuasa. Sebab, jika kita sudah memahaminya, Tuhan akan memberikannya dan urapan itu akan bekerja dalam hidup kita. Saat kita paham dan siap menerima urapan itu, urapan imam dan raja akan turun atas kita. Sejak saat itulah, kita dipilih, dikuduskan, dan diperlengkapi untuk menjadi saksi-Nya serta menyelamatkan jiwa.

Bila kita memiliki kerinduan untuk menerima urapan untuk berkuasa, segera ambil komitmen bahwa kita akan menggunakan kuasa itu untuk bersaksi dan menyelamatkan jiwa-jiwa. Kita akan menggunakan kuasa itu untuk bersaksi dengan lidah kita maupun media sosial kita. Kita akan menggunakan kuasa itu untuk menyelamatkan keluarga kita, teman-teman kita, kenalan kita, dan sebanyak mungkin orang. Bila kita sudah berkomitmen, bersiaplah untuk menerima urapan untuk berkuasa yang turun atas kita.

RENUNGAN
Pahami bahwa TUJUAN TUHAN memberikan URAPAN UNTUK BERKUASA adalah supaya kita MENJADI SAKSI-NYA dan MENYELAMATKAN JIWA.

APLIKASI
1. Apakah tujuan Tuhan memberikan urapan untuk berkuasa?
2. Maukah Anda dipakai Tuhan untuk menjadi saksi-Nya dan menyelamatkan jiwa? Apa yang mendasari keputusan Anda tersebut?
3. Apa komitmen Anda bila menerima urapan untuk berkuasa?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami mengucap syukur atas urapan untuk berkuasa yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Mampukan kami untuk memahami tujuan-Mu memberikan urapan itu, sehingga urapan itu bekerja dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.