Tukang Rombeng

BACAAN HARI INI
Galatia 3:1-14

RHEMA HARI INI
Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Walter J. Wangerin, dalam pengalaman yang diceritakannya berjudul “Ragman,” mengisahkan tentang sebuah pemandangan yang menakjubkan yang pernah dilihatnya.
Menjelang fajar, pada suatu hari Jumat, saya melihat seorang pria muda, tampan, dan kuat, berjalan di lorong-lorong kota kami. Dia menarik gerobak yang penuh dengan pakaian baru sambil berseru dengan suara nyaring, “Rombeng!” Baju lama ditukar baju baru! Saya menerima baju rombeng! Rombeng!” “Sekarang inilah keajaiban,” pikir saya dalam hati, karena pria ini tinggi besar, dan lengannya kukuh seperti dahan pohon, keras, dan berotot. Matanya menyorotkan kecerdasan. Apakah dia tidak dapat mencari pekerjaan yang lebih baik sehingga memilih menjadi tukang rombeng di kota yang kumuh? Saya mengikutinya karena keingintahuan saya yang besar. Dan, saya tidak kecewa. Tukang rombeng itu melihat seorang wanita duduk di beranda belakang. Dengan saputangan menutupi wajahnya, dia menangis, mengeluh dan mencucurkan ribuan tetes air mata. Tukang rombeng itu menghentikan gerobaknya. Dengan tenang, dia menghampiri wanita itu sambil menginjak kaleng-kaleng kosong, mainan rusak, dan barang rongsokan lainnya. “Berikan barang rombengmu,” ujar tukang rombeng itu dengan sabar, “dan saya akan memberimu barang baru.” Tukang rombeng itu melepaskan saputangan dari mata wanita itu. Wanita itu memandangnya, dan tukang rombeng itu meletakkan sebuah saputangan linen yang baru dan bersih ke telapak tangannya. Kemudian, saat tukang rombeng itu menarik gerobaknya kembali, dia melakukan hal yang aneh: Dia mengusapkan saputangan yang penuh noda itu ke wajahnya sendiri, dan kemudian dia mulai menangis. Dia menangis begitu kerasnya seperti wanita itu sehingga pundaknya bergetar. Namun, wanita itu tidak lagi menangis. “Ini ajaib,” ujar saya kepada diri saya sendiri, dan saya mengikuti tukang rombeng seperti seorang anak yang ingin membongkar suatu misteri. “Rombeng! Rombeng! Baju tua saya ganti dengan baju baru!” Tukang rombeng itu terus berjalan dan menukar sakit-penyakit orang yang ia temui dengan tubuhnya yang sehat, menukar kegagalan orang yang ditemuinya dengan keberhasilan, menukar penderitaan dan kemiskinan dengan kebahagiaan dan kelimpahan.
Ternyata, tukang rombeng itu adalah Kristus sendiri !

Inilah yang sesungguhnya Tuhan kerjakan dalam hidup kita melalui karya-Nya diatas kayu salib. Ia mengambil alih semua kesedihan kita, kegagalan kita, kemiskinan kita, sakit penyakit kita, dan menghancurkannya sehingga kita bisa hidup dalam anugerah dan kasih karunia Tuhan yang luar biasa.

Itu sebabnya jangan lagi hidup seolah-olah saudara masih hidup dibawah bayang-bayang kutuk kemiskinan. Miliki iman bahwa saudara sudah diberi hidup yang penuh kelimpahan dengan tujuan supaya saudara bisa menjadi alat Tuhan untuk memberkati orang lain, sehingga nama Tuhan dipermuliakan melalui hidup kita.

RENUNGAN
Diatas kayu SALIB, Tuhan Yesus sudah MENGHANCURKAN KUTUK kemiskinan bagi kita!

APLIKASI
1. Komitmen apa yang akan saudara buat setelah saudara menyadari bahwa Yesus sudah menghancurkan kutuk kemiskinan bagi hidup saudara ?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, terimakasih untuk pengorbananMu yang luar biasa. Berikan kami iman yang mantap sehingga hidup kami bisa memuliakan nama-Mu.

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Ulangan 21-23