Ujian Yang Membuat Hidup Kita Diangkat Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
1 Petrus 3:8-12

RHEMA HARI INI
1 Petrus 3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.

Sudah empat tahun belakangan ini, Marta tidak menghubungi kedua orangtuanya. Baginya, hidup seorang diri di Jakarta serasa seperti di sorga. Tenang dan damai. Jauh dari percekcokan dan kata-kata menyakitkan dari orangtua yang harus ia telan setiap hari sejak ia masih kecil. Kepahitan demi kepahitan membuat hatinya benar-benar beku, sehingga ia tidak pernah merasa rindu dengan orangtuanya. Namun, perjumpaan pribadi dengan Yesus membuat Marta bak tersadar dari mimpi. Hatinya yang beku luluh. Tiba-tiba ia merasa rindu kepada orangtuanya.

Suatu hari, ia seperti melihat dirinya berada di sebuah kapal yang besar dan kokoh. Sementara kedua orangtuanya sedang terombang-ambing dalam kapal tua yang kecil dan hampir pecah. Di situ ia harus mengambil keputusan. Sebelum kedua kapal yang berada di persimpangan saling menjauh dan tidak berjumpa lagi, sebelum kapal tua yang ditumpangi orangtuanya pecah dan tenggelam, Marta yang sudah dijamah hatinya oleh Tuhan akhirnya memilih untuk melemparkan sekoci pengampunan dan membawa mereka masuk ke dalam kapal hatinya yang baru. Sehingga kedua orangtuanya juga menerima kesembuhan dari pahit hati.

Hari-hari ini, coba periksa hati kita! Adakah kepahitan yang membekukan hubungan kita dengan keluarga kita? Jika ada, apa yang harus kita lakukan? Membalas kejahatan dengan kejahatan, atau melepaskan pengampunan? Sadarilah kejahatan hanya akan membawa kita semakin jauh dari kasih Allah. Sedangkan pengampunan membukakan pintu berkat Tuhan atas hidup kita. Sadarilah juga bahwa setiap waktu di hidup kita, kita pasti akan diperhadapkan pada yang namanya ujian pengampunan. Ujian pengampunan bisa jadi merupakan ujian terberat dalam hidup kita. Untuk itu, agar kita senantiasa memiliki hati yang mengampuni, mintalah pertolongan kepada Tuhan, supaya kita menerima kesembuhan atas pahit hati atau mujizat kesembuhan batin. Sehingga dari waktu ke waktu, kita dapat lulus dalam ujian pengampunan dan menerima pengangkatan dari Tuhan.

RENUNGAN
MENGAMPUNI bisa menjadi UJIAN TERBERAT bagi kita, tetapi jika kita BERHASIL MELALUINYA, bersiap-siaplah hidup kita DIANGKAT TUHAN.

APLIKASI
1. Apa ujian terberat yang Anda harus jalani dalam setiap waktu di hidup Anda?
2. Apa yang menyebabkan Anda sulit untuk mengampuni? Langkah apa yang harus Anda lakukan supaya Anda dapat melepas akar pahit dan pengampunan di hidup Anda?
3. Apa keuntungan yang akan Anda terima, jika hati Anda dipenuhi dengan pengampunan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, hanya pada-Mu kami berharap. Tolong kami, ya Tuhan, untuk memulihkan setiap akar pahit dan luka batin dalam hati kami, agar kami dapat melepas pengampunan kepada setiap orang yang sudah menyakiti hati kami. Sehingga kami dapat berhasil melalui setiap ujian dan menerima setiap promosi dan pengangkatan dari Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.