Undangan Yang Menyelamatkan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 19:1-10

RHEMA HARI INI
Lukas 19:9-10 Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Tahukah Anda, bahwa pasangan di Kana dalam kisah Yohanes 2 selamat karena satu hal yang begitu sepele: undangan. Sebagai pasangan yang mau menikah dan membuat acara pesta, mereka juga harus memikirkan siapa saja yang mereka undang. Sebab tidak mungkin mereka bisa mengundang semua orang. Di tengah kesibukan mereka mempersiapkan segala acara dan keperluan, mereka ambil waktu berdua untuk menyeleksi siapa saja yang akhirnya masuk dalam daftar nama undangan mereka. Dari yang paling mudah diingat dan paling mudah diundang, sampai orang terakhir yang perlu mereka undang. Hal ini berbicara tentang skala prioritas.

Ada satu keputusan terbaik yang dibuat oleh pasangan itu, yakni mereka mengundang Yesus dalam pernikahan mereka. Ada tidaknya Yesus di perjamuan itulah yang menjadikan berbeda. Jika seandainya, Yesus tidak berada di sana, maka pesta itu pun akan berakhir dengan hujatan, gossip dan tertawaan. Bahkan mungkin mempelai berdua akan terus menanggung malu, tidak ada damai dan sukacita di perjamuan itu. Pesta perjamuan nikah pun bisa menjadi sebuah bencana. Namun kehadiran Yesus mengubah segalanya. Pernikahan berakhir dengan gembira, banjir pujian dan menjadi kesaksian positif. Mempelai berdua pun dapat menikmati acara, tanpa kuatir, penuh dengan damai, penuh dengan senyuman dan pernikahan menjadi sumber kebahagiaan.

Hari ini mari belajarlah dari kisah ini. Undanglah Yesus masuk dalam keluarga Anda. Ibarat membuat secangkir teh manis, sepahit apapun teh yang kita buat, jika kita melarutkan gula ke dalamnya dalam kadar yang cukup, maka teh yang pahit itupun akan menjadi teh manis yang banyak disukai orang. Demikian pula, saat kita mengundang Yesus masuk ke dalam keluarga kita, semua kepahitan dalam hubungan keluarga kita akan diubah menjadi manis. Banyak hal juga akan berubah dari yang dulunya negatif menjadi positif.

Seperti Yesus mengubahkan air tawar menjadi anggur, demikianlah Yesus akan menyelamatkan pernikahan kita. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

RENUNGAN
Ketika kita MENGUNDANG YESUS dalam keluarga kita, Dia akan MENYELAMATKAN BANYAK HAL dalam kehidupan keluarga kita.

APLIKASI
1. Adakah pergumulan yang sedang Anda hadapi dalam keluarga saat ini?
2. Sudahkah Anda mengundang Yesus untuk datang dan memberikan jalan keluar?
3. Sudahkah Anda mentaati segala pentunjukNya dalam membangun hubungan keluarga?

DOA HARI INI
“Tuhan, kami percaya Engkau merancangkan masa depan yang cerah atas keluarga kami. Kami perlu penyertaan mu lebih lagi atas keluarga kami sehingga kami dapat mengalami terobosan dalam membangun keluarga kami. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.