Urapan Kuasa Untuk Menyelamatkan Jiwa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 4: 23-31

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 4:29 Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.

Pertengahan tahun 2018 menjadi pengalaman menegangkan yang menakutkan bagi 12 anggota tim sepak bola Moo Pa yang masih remaja beserta pelatih mereka. Selepas berlatih, mereka hanya hendak menjelajahi gua Tham Luang seperti biasanya. Namun, hujan lebat tiba-tiba turun dan membanjiri gua, sehingga mau tak mau mereka berjalan semakin dalam ke dalam gua. Tidak butuh waktu lama sampai para orangtua menyadari apa yang terjadi dan segera saja insiden tersebut menarik perhatian nasional, bahkan internasional. Pasalnya, gua Tham Luang yang memiliki formasi lorong bercabang-cabang dan menyerupai sistem labirin, terkenal sulit dijelajahi. Ketika musim hujan tiba, gua itu pun menjadi gorong-gorong air alami. Dalam beberapa bagian gua, para penyelamat pun harus menyelam lama dalam air yang gelap. Penyelamatan ketiga belas orang yang terjebak dalam gua itu pun menjadi misi yang nyaris mustahil. Namun, berkat kegigihan dan keberanian tim penyelamat, akhirnya mereka semua berhasil diselamatkan, sesaat sebelum gua benar-benar dipenuhi air.

Keberanian seperti ini pun dibutuhkan dalam menyelamatkan jiwa-jiwa yang “terjebak” dalam kegelapan. Berani bukan berarti tidak punya rasa takut. Orang berani adalah orang yang bisa mengalahkan rasa takutnya. Hal itu pulalah yang dialami para rasul yang menghadapi ancaman imam-imam kepala dan tua-tua. Meski takut, tetapi mereka tidak mundur. Mereka justru semakin giat meminta pertolongan Tuhan. Sehingga kepenuhan Roh Kudus meliputi mereka dan mereka bisa memberitakan Injil dengan berani.

Hari ini, mari kita datang kepada Sang Sumber Kuasa untuk meminta urapan kuasa keberanian ilahi. Saat kita mulai berani melangkah, pasti Tuhan akan bekerja dengan dahsyat. Percayalah, Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya yang berjuang untuk penginjilan. Tuhan sudah berjanji untuk selalu menyertai kita sampai akhir zaman dalam melaksanakan Amanat Agung-Nya. Marilah kita bangkit menjadi pahlawan Allah yang gagah berani, memberitakan Injil dengan penuh keberanian.

RENUNGAN
Salah satu hal yang sangat dibutuhkan dalam MENYELAMATKAN JIWA adalah KEBERANIAN.

APLIKASI
1. Apa sajakah tantangan dan pergumulan yang Anda alami dalam memberitakan Injil?
2. Mengapa Anda membutuhkan keberanian dalam memberitakan injil Kristus?
3. Bagaimana Anda dapat mulai berani melangkah untuk menyelamatkan jiwa?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau telah mempercayai kami untuk melaksanakan Amanat Agung-Mu. Kami tahu bahwa Amanat itu adalah sebuah tanggung jawab yang besar, karena itu kami memohon urapan kuasa-Mu agar kami beroleh keberanian dan kekuatan untuk lebih giat bekerja menyelamatkan jiwa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.