Urapan Yang Memberi Kemenangan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Mazmur 20:1-10

RHEMA HARI INI
Mazmur 20:7 Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.

Hampir semua orang di dunia pernah mendengar lagu himne “Amazing Grace”. Lagu yang ditulis John Newton, seorang pensiunan kapten kapal yang hidup di zaman perbudakan. Lagu ini pun telah diangkat menjadi judul film yang mengisahkan tentang kehidupan William Wilberforce. Pada abad ke-18, Wilberforce berusaha menjadi anggota Parlemen Inggris untuk menghentikan perbudakan di kerajaan Inggris. Ia pun menjadi wakil rakyat di usia 21 tahun. Selain itu, ia adalah anak rohani dari John Newton, yang menjadi salah seorang yang mendorong Wilberforce melakukan gerakannya.

Wilberforce adalah seorang pahlawan yang berjuang lewat talentanya di dunia politik. Banyaknya tantangan dan dan hambatan yang dihadapinya dalam upaya menghapuskan perbudakan tidaklah menyurutkan semangatnya. Walaupun kesehatannya sempat menurun dan bahkan hendak dibunuh, ia tetap berkeputusan untuk berjuang demi terwujudnya kesetaraan hidup umat manusia. Menurutnya, tidak boleh ada pembedaan warna kulit, karena semua manusia diciptakan Tuhan sama. Pada akhirnya, perjuangan Wilberforce membuahkan hasil, kemenangan berhasil dicapainya. Perbudakan dihapuskan, bahkan menjadi illegal di kerajaan Inggris. Dedikasinya untuk menyatakan kebenaran membukakan mata bangsa-bangsa dan dunia.

Demikian pula halnya dengan kita, setiap kita yang hidup melekat dengan Tuhan diberi-Nya urapan untuk berkuasa. Seperti Wilberforce yang diberikan urapan keberanian, kemampuan bernegoisasi dengan parlemen, dan akhirnya menjadi pahlawan yang membawa kemenangan dengan dihapuskannya perbudakan pada masa itu. Jika kita menerima urapan berkuasa, Tuhan akan memampukan kita untuk “berperang”, entah itu dalam berdagang, bekerja, bernegosiasi, berbicara, berjualan, membangun perusahaan, mengembangkan usaha, berprestasi dalam karier, memajukan kelompok sel, bersaksi, atau menyelamatkan jiwa-jiwa. Dalam berbagai peperangan kita tersebut, tentunya Tuhan akan memberikan kemenangan-kemenangan bagi kita. Sehingga kita bisa menjadi pahlawan yang selalu berkemenangan yang akan membawa revival besar bagi keluarga, gereja, kota, dan bangsa kita. (LEW)

RENUNGAN
Melalui URAPAN UNTUK BERKUASA, Tuhan memberi kita KEMAMPUAN “BERPERANG”, sehingga kita menjadi PAHLAWAN YANG BERKEMENANGAN.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah menyadari bahwa Tuhan memberikan urapan berkuasa kepada Anda? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Peperangan dalam hal apa yang ingin Anda menangkan dalam kehidupan Anda? Ceritakan!
3. Apa yang akan Anda lakukan dalam hidup Anda dengan kemampuan berperang yang sudah Tuhan berikan kepada Anda? Sebutkan!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah memberikan urapan untuk berkuasa kepada setiap kami. Kami percaya kami memiliki kemampuan berperang menghadapi musuh-musuh kami dalam hal apa pun. Sehingga kami akan menjadi pahlawan yang berkemenangan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.