Visi Tergenapi Oleh Arus Roh Kudus

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 55:1-13

RHEMA HARI INI
Yesaya 55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tak hanya meninggalkan jejak sejarah yang hebat, tetapi juga melahirkan sosok-sosok pahlawan yang gagah dan berjuang tanpa pamrih untuk kejayaan bangsa dan negaranya. Jauh sebelum Indonesia merdeka, dan sebelum ada gagasan tentang persatuan indonesia, pernah lahir sosok pahlawan besar yang terlahir dari rakyat biasa. Meskipun saat itu ia masih muda belia dan berpangkat rendah, namun pemuda ini berani dengan gagah melontarkan visi nusantara dihadapan raja dan segenap pembesar istana Majapahit. Bisa dibayangkan betapa banyaknya cemohan, cibiran, dan aneka macam kata-kata “nyinyir” diterima oleh pemuda ini, dan bahkan banyak yang menyebutnya sebagai anak muda yang sombong, paranoid dan gila. Namun pemuda ini terus fokus dengan visinya untuk mempersatukan seluruh nusantara dengan mendeklarasikan Sumpah Palapa. Sejarah mencatat, visi itu akhirnya terwujud, pemuda itu berhasil menyatukan seluruh nusantara dan ialah yang selanjutnya dikenal dengan nama Mahapatih Gajah Mada.

Tak beda dengan reaksi yang diterima Gajah Mada ketika ia melontarkan visi kesatuan nusantara, demikian juga banyak reaksi beragam yang terlontar ketika Bapak Obaja melontarkan visi 1 juta jiwa diselamatkan untuk gereja kita. Namun perjalan rohani bapak gembala kita ke India dan menyaksikan gelombang pertobatan yang menakjubkan dimana Tuhan mengirim ribuan jiwa baru tiap minggunya, hingga dalam 12 tahun saja bertumbuh menjadi 250.000 jiwa, semakin meneguhkan visi 1 juta jiwa gereja kita. Apalagi ketika Tuhan mengirim bapak gembala ke Nigeria dan bertemu Ps. EA Adeboye yang menggembalakan jemaat 8 juta jiwa, itu semakin membakar api roh bapak gembala kita bahwa visi selamatkan 1 juta jiwa akan tergenapi.

Rhema hari ini di dalam Yesaya 55:11 dengan jelas berbicara kepada kita, firman Tuhan yang telah keluar dari mulut Tuhan tidak akan pernah kembali dengan sia-sia. Arus Roh Kudus sedang mengalir deras di tengah-tengah kita dan visi satu juta jiwa pasti tergenapi. Ikuti kegerakan arus Roh Kudus yang sedang mengalir, sehingga kita semua akan bangkit menjadi penjala manusia yang begitu haus dan lapar sehingga akhirnya percepatan terjadi dan angin Roh Kudus makin kuat berhembus dan banyak jiwa dari utara, selatan, barat, timur berdatangan memenuhi gereja kita. Sekecil apapun talenta kita akan berdampak besar dalam arus kegerakan angin Roh Kudus. (DAM)

RENUNGAN
ARUS ROH KUDUS sedang MENGALIR DERAS di tengah-tengah kita dan VISI SATU JUTA JIWA pasti tergenapi!

APLIKASI
1. Mengapa Tuhan memandang penting untuk gereja kita memiliki visi?
2. Yakinkah Anda, Tuhan dapat memakai hidup kita untuk mewujudkan visinya?
3. Apa yang dapat Anda lakukan bersama Tuhan ketika Tuhan sudah memberikan visi satu juta jiwa untuk gereja kita?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih atas segala berkat dan anugerahMu. Kami menyadari segala yang kami terima dan terlebih keselamatan yang telah kami terima juga karena anugerahMu. Bapa ajari dan selalu bentuk kami untuk senantiasa memliki hati yang penuh belas kasih yang selalu haus dan lapar untuk selamat jiwa-jiwa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami percaya Mujizat Besar dan Visi 1 Juta jiwa pasti akan tergenapi. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.