Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Masuk Ke Tempat Maha Kudus

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Keluaran 34:1-28

RHEMA HARI INI
Keluaran 34:28 Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.

Kursus kilat. Makanan cepat saji. Internet berkecepatan tinggi. Kereta cepat. Makanan instan. Begitu banyak hal yang serba cepat mengelilingi hidup kita. Tanpa kita sadari, dunia telah membentuk kita menjadi tidak sabaran. Kalau ada hal yang memakan waktu yang lebih lama dari yang kita perkirakan, kita sangat cepat mengeluh dan uring-uringan. Seolah-olah waktu adalah emas dan kita tidak ingin menyia-nyiakannya sedetik pun juga. Kebiasaan serba cepat ini pun terbawa-bawa dalam kehidupan rohani kita. Kala kita berdoa, kita inginnya Tuhan cepat-cepat menjawab doa kita. Katanya ingin bisa mendengarkan suara Roh Kudus, tetapi kita tidak betah berlama-lama duduk diam di bawah kaki Tuhan.

Sepertinya, kita perlu belajar kesabaran dari Musa. Saat ia menerima perjanjian Tuhan untuk bangsa Israel, ia naik ke gunung Sinai dan tinggal di sana selama empat puluh hari dan empat puluh malam. Hari demi hari, selagi ia mendengarkan apa yang Tuhan firmankan, hadirat Tuhan semakin menaunginya. Saat Musa turun dari gunung, ia begitu dipenuhi dengan kuasa dan kemuliaan Tuhan, sehingga kulit wajahnya tampak bercahaya terang.

Sebagai orang percaya, tentu kita ingin bisa berjalan dalam kuasa Roh Kudus dan memiliki kehidupan yang berkemenangan. Namun, hal pertama yang perlu kita sadari adalah tidak ada cara instan untuk memperoleh kuasa Roh Kudus. Kita harus mau membayar harga yang mahal. Tidak bisa pula didiskon. Kalau kita ingin masuk ke Tempat Maha Kudus-Nya Tuhan dan menerima pengurapan-Nya, kita harus mau berlama-lama duduk diam di kaki-Nya. Hanya itulah satu-satunya cara agar manusia roh kita semakin diaktivasikan dan kita bisa masuk lebih dalam lagi dalam hadirat-Nya serta bersentuhan dengan Roh Kudus. Saat roh kita semakin menempel dan manunggal dengan-Nya, kuasa-Nya pun akan mengalir ke dalam kita, sehingga kita bisa memiliki kehidupan yang berkuasa dan berkemenangan. (MV.L)

RENUNGAN
BUTUH WAKTU untuk masuk ke TEMPAT MAHA KUDUS dan menemukan KUASA ROH KUDUS yang dahsyat.

APLIKASI
1. Seberapa sabarnya Anda selama ini saat duduk diam di kaki Tuhan?
2. Mengapa kita membutuhkan waktu untuk bisa masuk ke Tempat Maha Kudus?
3. Bagaimana Anda dapat menghabiskan lebih banyak waktu lagi dalam hadirat-Nya?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, ampuni kami apabila selama ini kami begitu tidak sabaran dalam doa-doa kami. Bapa, kami mau belajar untuk bersabar ketika duduk diam di kaki-Mu. Ajari dan mampukan kami, sehingga kami dapat masuk ke dalam Tempat Maha Kudus-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.