Waktunya Penggenapan Janji Allah

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Samuel 5:1-5

RHEMA HARI INI
2 Samuel 5:4 Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah.

Kematangan dan kemampuan untuk memikul tanggung jawab tidak bisa diperoleh secara instan. Diperlukan proses yang cukup panjang dari bayi yang belum bisa apa-apa sampai menjadi seorang dewasa. Usia 30 tahun adalah usia dimana seseorang dianggap sudah dewasa. Mampu menerima tanggung jawab, sudah mengerti tujuan hidupnya dan bagaimana harus mencapainya. Tahun-tahun sebelumnya adalah waktu dimana mereka dilatih dan ditempa melalui berbagai kejadian dan tantangan. Daud juga awalnya bukan siapa-siapa saat ia diurapi Tuhan melalui nabi Samuel untuk menjadi raja. Proses panjang dan penuh tantangan berat harus dilewati Daud sebelum pada usia 30 tahun penggenapan janji Tuhan dimulai dalam hidup Daud. Daud akhirnya menjadi raja atas Yehuda.

Gereja kita juga awalnya ibarat janin yang begitu kecil, dimulai dari persekutuan doa di rumah bapak Obaja, beranggota hanya 7 orang. Tahun demi tahun Tuhan bawa gereja kita bertumbuh makin besar. Tantangan demi tantangan membuat gereja kita makin kuat dan solid. Visi demi visi digenapi. Dari 1000 jiwa sampai 20 ribu jiwa, dan sekarang jemaat gereja kita mencapai puluhan ribu jiwa. Tapi hal ini belum cukup besar bagi Tuhan, Dia berikan visi 1 juta jiwa. Tuhan berikan peneguhan atas janji-Nya dengan membawa bapak gembala kita melihat gereja-gereja di Korea, India dan Nigeria.

Seperti Daud yang mengira menjadi raja Yehuda sudah yang terbaik yang bisa ia terima, namun Tuhan punya rencana yang lebih besar. Sebab masih terlalu kecil dan sedikit bagi Daud menjadi raja atas bani Yehuda. Akhirnya Daud diangkat Tuhan menjadi raja atas seluruh Israel. Ini artinya sejak usia 30 tahun, Tuhan bawa Daud ke level yang benar-benar jauh berbeda. Demikian pula apa yang dicapai gereja kita sekarang belum ada apa-apanya bagi Tuhan. Memasuki usia 30 tahun gereja kita, semua janji Tuhan akan digenapi. Bukan hanya 1 juta jiwa tapi berjuta-juta jiwa akan Tuhan kirim. Dari banjir mujizat menjadi tsunami mujizat, pertanda dimulainya penggenapan janji Tuhan bagi gereja kita. Bersiaplah untuk hal-hal yang lebih besar terjadi, tsunami jiwa-jiwa akan melanda sebab inilah waktunya Great Revival dinyatakan.

RENUNGAN
JANJI TUHAN DIGENAPI dalam hidup Daud ketika berumur 30 TAHUN.

APLIKASI
1. Mengapa perlu waktu sekian lama untuk menerima penggenapan janji Tuhan?
2. Apa yang seharusnya kita lakukan selama menanti janji Tuhan tejadi atas hidup kita?
3. Janji apa yang Tuhan berikan untuk Anda? Percayakah Anda ini saatnya great revival dalam hidup Anda dimulai?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan, kami rasakan kegerakan-Mu sudah dimulai di tengah-tengah kami saat ini. Engkau telah mempersiapkan kami, mengajar dan mendidik kami lewat segala yang terjadi dalam hidup kami. Bila kami telah Kau pandang siap, pasti tanpa Kau tunda-tunda lagi, great revival terjadi atas hidup kami. Terima kasih TUhan, di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.