Waspada Terhadap Luka Hati

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Markus 11:20-26

RHEMA HARI INI
Markus 11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

“Papah sekarang baik banget, tidak pernah marah. Beda dengan dulu.” kata Joey. Papah Joey tersenyum mendengar itu. Ia menyadari, memang dulu ia gampang marah. Pengalaman pahit masa kecilnya telah menumbuhkan sifat temperamental. Luka hati yang terpendam dan tidak dibereskan menimbulkan manifestasi yang tidak menyenangkan. Namun, kini tabiat papah Joey sudah berubah. Perubahan itu dimulai setelah ia bisa mengampuni orang yang dulu pernah menyakitinya.

Ada banyak orang yang hidupnya tidak damai sejahtera karena menyimpan kepahitan. Itu pula yang dialami keluarga Joey. Akibat luka hati papah Joey, keluarga mereka harus mengalami kondisi yang tidak nyaman. Puji Tuhan kondisi itu tidak berlarut-larut. Setelah papah Joey bisa mengampuni, luka batinnya sembuh, keluarganya pun mengalami pemulihan. Pengampunan itulah yang akhirnya membuat perubahan pada keluarga Joey. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus pada Markus 11:25, pengampunan adalah kunci jawaban doa, Tuhan akan menjawab doa orang-orang yang rela mengampuni orang lain.

Hari ini marilah kita introspeksi diri, adakah luka-luka hati yang tidak terselesaikan dalam keluarga kita? Jika ada, waspadalah, karena itu akan menghambat hubungan Anda dengan Tuhan dan keluarga. Itu akan menghalangi doa dan berkat Anda. Karena itu segeralah meminta Roh Kudus untuk menyembuhkan. Sedalam apapun luka yang pernah Anda alami dalam hidup Anda, Tuhan pasti sanggup menyembuhkannya.

RENUNGAN
WASPADALAH terhadap LUKA HATI kita yang TIDAK TERSELESAIKAN terhadap anggota keluarga kita yang lainnya.

APLIKASI
1. Introspeksilah diri Anda dan kondisi keluarga Anda, adakah luka-luka hati?
2. Berdoalah mohon ampun kepada Tuhan dan ampunilah orang-orang yang pernah menyakiti Anda!
3. Berdoalah profetik untuk keluarga Anda, berkatilah, dan selalu meminta Roh Kudus untuk hadir dan memimpin keluarga Anda!

DOA HARI INI
“Tuhan Yesus, kami sangat bersyukur untuk keluarga kami. Kami mohon ampun jika masih ada luka-luka hati pada diri kami. Saat ini kami berkomitmen untuk rela mengampuni. Ampunilah kami jika selama ini kami telah bersikap menjadi hakim bagi sesama kami. Kami mohon Tuhan patahkan setiap roh kepahitan dan dendam. Berkatilah kami Tuhan, dan berilah kami hati yang selalu mengampuni. Di dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.