Yang Dewasa Punya Kuasa

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 19:11-26

RHEMA HARI INI
Lukas 19:17 Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.

Sudah seminggu belakangan ini Rian yang masih duduk di kelas 4 SD selalu menolak pergi ke sekolah. Tiap pagi ada saja alasannya untuk tidak masuk sekolah. Sampai ibunya kesal dan memaksanya walau Rian menangis dan merajuk. Theo kakak Rian yang sudah kuliah merasa penasaran, dan diam-diam mengikuti Rian. Mendekati sekolahnya Rian terlihat gelisah, langkahnya pelan dan ragu. Dari kejauhan terlihat segerombolan anak SMP yang sedang tertawa-tawa. Sekolah Rian memang bersebelahan dengan SMP yang masih satu yayasan.

Gerombolan anak-anak itu mencegat langkah Rian, mereka terlibat suatu pembicaraan. Rian nampak ketakutan lalu merogoh saku celananya dan memberikan uang sakunya pada mereka. Theo yang melihat gelagat tidak baik mendatangi mereka dan berkata dengan keras, “Kalian sedang apa dengan adik saya?” Terkejut, gerombolan itu menoleh dan melihat Theo yang datang menghampiri dan memeluk pundak adiknya. Seketika mereka berpandangan dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Ternyata Rian menjadi korban pemerasan kakak-kakak kelasnya, bukan Rian satu-satunya tapi masih ada beberapa anak lain. Setelah Theo mengetahui duduk perkaranya, ia mengajak adiknya untuk melapor pada kepala sekolah supaya diambil tindakan tegas.

Seperti Rian yang masih anak-anak, merasa tidak punya kekuatan dan keberanian untuk lepas dari masalahnya. Demikian pula kita sebagai orang Kristen, selama kita belum akil balig kita takluk pada roh-roh dunia. Akil balig bicara tentang titik dimana kita mulai menjadi dewasa. Kita hanya bisa memiliki kuasa dan memerintah setelah kita dewasa secara rohani. Kanak-kanak hanya bisa menerima mujizat, tapi anak Tuhan yang dewasalah yang diurapi untuk membuat mujizat bersama dengan Tuhan. Kristen kanak-kanak tidak bisa membuat penyakit atau roh-roh jahat pergi, hanya orang Kristen dewasa yang diberi urapan dan kuasa untuk mengusir penyakit dan roh jahat. Bertumbuh dalam iman, bertumbuh dalam kehidupan firman yang kuat sampai hidup dan pikiran kita dipenuhi oleh Kristus. Rohani kita akan makin dewasa dan urapan untuk berkuasa dipercayakan pada kita. ( PF)

RENUNGAN
Hanya anak Tuhan yang DEWASA ROHANI yang diurapi untuk hidup PENUH KUASA dan MEMERINTAH.

APLIKASI
1. Mengapa urapan untuk berkuasa hanya diberikan untuk anak Tuhan yang dewasa rohani?
2. Bagaimana definisi dewasa rohani menurut Anda?
3. Langkah apa yang akan Anda ambil untuk makin mendewasakan rohani Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus kami mau menang dan berkuasa atas setiap ikatan, sakit penyakit, belenggu dan segala sesuatu yang menjauhkan kami dari pada-Mu. Ajari kami Tuhan, bimbing kami agar setiap kejadian dan setiap orang yang kami temui makin membawa kami pada kedesaan rohani. Terimakasih Tuhan, dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.