Yang Terbaik Akan Tiba

butterfly-and-cocoonRHEMA HARI INI
Yeremia 29:11   Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Seseorang menemukan kepompong dari seekor kupu-kupu. Suatu hari muncul lubang kecil pada kepompong itu. Orang itu duduk mengamati calon kupu-kupu yang berjuang hendak melewati lubang kecil itu. Beberapa jam berlalu. Namun calon kupu-kupu itu belum berhasil keluar dari kepompongnya. Kelihatannya sang calon kupu-kupu benar-benar telah berusaha sekuat tenaga. Tapi ia tak bisa mencapai lebih jauh lagi. Orang itu merasa kasihan. Terbitlah keinginannya untuk membantu sang calon kupu-kupu. Diambilnya sebuah gunting, lalu dipotongnya sisa kekangan kepompong itu. Nah, sang calon kupu-kupu sekarang bebas keluar. Tidak ada lagi kekangan kepompong yang menghalanginya. Ia sekarang telah menjadi seekor kupu-kupu yang tidak terkurung di dalam kepompong. Namun, apa yang terjadi? Tubuh kupu-kupu terlihat gembung. Sedang sayap-sayapnya mengkerut. Orang itu terus memperhatikan. Ia berharap, suatu saat nanti sayap-sayap itu akan mekar dan melebar, sehingga mampu menopang tubuhnya. Namun, setelah ditunggu sekian lama apa yang diharapkan itu tak terjadi. Kupu-kupu itu siang malam hanya menghabiskan waktunya dengan merangkak di sekitar tempat itu saja. Sayap-sayapnya yang mengkerut dan tak kunjung melebar, tidak sanggup mengangkat tubuhnya yang gembung. Kupu-kupu itu tak pernah bisa terbang. Orang yang telah menolong kupu-kupu itu keluar dari kepompongnya, termangu. Ia memang orang yang baik, punya tujuan yang baik. Namun ia tak mengerti, bahwa sesungguhnya perjuangan calon kupu-kupu itu untuk melewati lubang kecil, adalah cara untuk memaksa cairan dari tubuh calon kupu-kupu itu mengalir masuk ke dalam sayap-sayapnya. Sehingga saat calon kupu-kupu itu berhasil memperoleh kebebasannya dari kungkungan kepompong, dan menjadi kupu-kupu, ia akan siap terbang.

Dari kisah kupu-kupu di atas, kita dapat memetik suatu pelajaran yang bagus. Bahwa perjuangan itu adalah sesuatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Andai Tuhan membiarkan kita hidup tanpa beban perjuangan, tanpa hambatan, mungkin itu justru akan membuat ‘sayap-sayap’ juang kita lemah, tak mampu menopang cita-cita dan harapan kita. Kita tak akan pernah bisa ‘terbang’ untuk menggapai cita-cita kita. Seringkali justru di saat kita memohon kekuatan pada Tuhan, diberikanNya pada kita kesulitan dan persoalan. Di saat kita memohon kebijakan, diberikanNya pada kita permasalahan. Di saat kita memohon kasihNya, dikirimNya orang-orang yang bermasalah kepada kita. Semuanya itu sesungguhnya adalah cara Tuhan untuk mempersiapkan ‘sayap-sayap’ kita agar tidak mengkerut dan tidak lemah, agar bisa membawa kita ‘terbang’ mengatasi kesulitan, persoalan dan permasalahan. Tuhan tahu yang terbaik bagi kita. Dia sengaja tidak membuat ‘lubang yang longga’ pada ‘kepompong’ kehidupan kita. Agar perjuangan kita untuk keluar dari ‘kepompong’ yang mengungkupi kehidupan kita itu, mengikis sifat-sifat buruk kita dan sifat-sifat lama kita yang tak berkenan, dan mengalirkan kekuatan pada ‘sayap-sayap’ kehidupan kita. ‘Sayap-sayap’ yang dipersiapkan Tuhan itulah yang nantinya akan mampu membawa kita ‘terbang,’ mengatasi persoalan, permasalahan dan kesulitan-kesulitan. Tuhan tahu yang terbaik bagi kita, apapun yang diijinkanNya terjadi dalam hidup kita, semuanya adalah untuk kebaikan kita.

RENUNGAN
Di musim dingin kehidupan, belajarlah sabar dan percayalah bahwa Tuhan sedang mempersiapkan yang terbaik sesuai dengan waktu-Nya.

APLIKASI
1. Renungkan, ‘yang terbaik’ apa yang sedang Tuhan persiapkan bagi Anda dalam pergumulan yang sedang Anda hadapi saat ini?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan yang Mahabaik, ajar kami untuk menantikan Engkau dengan sabar dan percaya bahwa Engkau sedang mempersiapkan yang terbaik dibalik pergumulan yang sedang Engkau ijinkan ada dalam hidup kami saat ini. Kami percaya akan kasih dan kebaikan-MU dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan, amin.