Kunci Menerima Otoritas Ilahi

RHEMA HARI INI
Galatia 4:3 “Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.”

Hari-hari ini mulai disusun pembangunan proyek besar di sebuah kota. Orang-orang yang berpendidikan tinggi dan yang memiliki wawasan luas ada di dalamnya. Proyek ini benar-benar dirancang sedetail mungkin agar menghasillkan bangunan yang megah. Selang beberapa hari proyek ini berlangsung, ada seorang anak muda yang datang dan berkata ingin ikut bekerja. Pertama kali anak muda ini melamar ia ditolak, dua kali ditolak, sampai kesepuluh kali akhirnya si pemborong proyek ini menerimanya. Namun dengan syarat, jika selama 3 hari pekerjaannya tidak baik maka anak muda ini harus siap dikeluarkan. Satu hari, dua hari, anak muda ini bekerja sudah banyak orang disitu dibuat terheran-heran. Anak muda ini memang hanya sebagai pengangkat pasir namun semangatnya tidak kalah dengan yang lainnya. Si pemborong pun kagum melihat pekerjaan anak muda ini. “Ini sudah hampir malam, yang lain sudah pulang tapi kenapa engkau masih bekerja?” kata si pemborong. “Ini kesempatanku untuk berjuang menyelesaikan pembangunan ini.” Sahut si anak muda ini. Si pemborong pun tersenyum dan berkata dalam hati, “Tidak salah aku menerima anak muda ini, ia sangat setia dengan pekerjaannya.” Satu bulan setelah hari itu, si pemborong memanggil anak muda ini dan berkata bahwa anak muda ini akan diangkat menjadi mandor dalam proyek tersebut. Anak muda ini pun menangis dan berjanji akan makin giat dalam bekerja. Dan benar, semakin hari ia makin dewasa dalam bekerja. Ia melakukan apa saja yang diperintahkan si pemborong, ia juga menjalin hubungan baik dengan para kuli atau tukang. Hasilnya para kuli dan tukang pun bersikap baik dan taat kepadanya. Si pemuda ini berkomitmen, sebelum batas waktu penyelesaian proyek ini datang maka proyek ini harus selesai dengan hasil yang luarbiasa. Dan benar, diprediksi 1 tahun proyek itu baru jadi namun dengan waktu 8 bulan proyek itu berhasil diselesaikan dengan hasil maksimal.
Ketika kita mau setia dengan perkara kecil yang Tuhan percayakan dalam hidup kita, maka hidup kita akan dibawa Tuhan makin naik lagi. Otoritas Ilahi adalah Otoritas yang luarbiasa, kita dapat menerimanya saat kita setia dalam perkara kecil dan dewasa didalam Tuhan. Seperti pemuda tadi, saat ia menjadi kuli pasir kesetiaan itu ada sampai ia diberi otoritas menjadi mandor ia lakukan dengan sikap yang dewasa. Jangan sampai kita seperti si 1 talenta yang tidak setia . Terus maju, setia bersama Tuhan dan belajarlah untuk komitmen menjaga kedewasaan lewat pikira, tindakan dan tingkahlaku kita. Hanya anak-anak Allah yang seperti ini yang akan menerima exousia / otoritas ilahi. Amin.

RENUNGAN
Kunci menerima OTORITAS ILAHI adalah KESETIAAN dalam perkara kecil dan KEDEWASAAN hidup didalam Tuhan.

APLIKASI
1. Sudahkah anda menjaga kesetiaan anda dan kedewasaan anda bersama Tuhan, uji hati ?
2. Apa langkah-langkah yang anda alakukan agar kunci menerima Otoritas Ilahi itu tetap ada dalam hidup anda ?

DOA UNTUK HARI INI
BersamaMu Tuhan kami mau terus pegang kunci menerima Otoritas Ilahi karena Otoritas Ilahi terlalu berharga untuk kami tukarkan dengan roh-roh dunia. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Kejadian Pasal 18-19
Matius Pasal 6 ayat 1-18