BERPIKIR, BERKATA DAN BERTINDAK POSITIF ATAS KELUARGA KITA [REKA]

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 30-32
1 Petrus 4

BACAAN HARI INI
Filipi 4:4-9

RHEMA HARI INI
Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu

Pernahkan Anda mendengar nama Yabes? Tidak banyak kisahnya dicatat di Alkitab. Namun dari cerita singkat itu, kita bisa memetik pelajaran yang sangat berharga. Nama Yabes sendiri berarti kesakitan. Ibunya menamainya demikian karena ketika ia dilahirkan, sang ibu mengalami kesakitan yang luar biasa (1 Taw. 4:9). Kita bisa bayangkan bagaimana keseharian Yabes. Sepanjang hari orang memanggilnya dengan sebutan ‘kesakitan’. Akibatnya, ia tumbuh dalam kutuk perkataan itu. Tidak ada berkat, tidak ada perubahan baik, bahkan sering kali kesakitan datang menimpa. Untuk mengubah keadaan itu, Yabes harus bangkit, berjuang di hadapan Tuhan untuk mematahkan setiap kutuk yang melekat pada dirinya. Tuhan pun mengabulkan doanya dan semua itu dilenyapkan dari hidupnya, bahkan ia lebih dimuliakan dibandingkan semua saudara-saudaranya.

Sedemikian berkuasanya pikiran dan perkataan negatif, sehingga bisa benar-benar terjadi dan memperburuk keadaan keluarga kita. Seperti Yabes, mungkin kondisi yang kita hadapi memang buruk. Mungkin memang keadaannya jauh dari kata bahagia. Mungkin banyak pertengkaran, atau hal-hal tak menyenangkan lainnya dalam keluarga. NAMUN KETAHUILAH BAHWA PERKATAAN BURUK KITA TIDAK AKAN MENGUBAH APA PUN ATAS KONDISI YANG KITA HADAPI. Bahkan justru akan memperburuknya. Karena tanpa kita sadari, ketika kita melepaskan perkataan, ada kuasa yang juga terlepas di sana.

Karena itu, mari kita belajar untuk mengubah keadaan dan menciptakan keadaan dengan pikiran kita yang positif, perkataan yang positif, dan tindakan yang positif. Mungkin tidak langsung kelihatan hasilnya. Namun percayalah, semakin kita berkata-kata, berpikir, dan bertindak yang positif, iman kita akan ikut ditumbuhkan. Ketika iman terus ditumbuhkan, pasti mujizat akan terjadi, dan keadaan buruk akan diubah menjadi kemenangan yang mendatangkan kebahagiaan yang tidak biasa atas keluarga kita. Haleluya!

RENUNGAN
Jika kita ingin mengalami UNCOMMON HAPPINESS, belajarlah untuk BERPIKIR, BERKATA, dan BERTINDAK POSITIF pada keluarga kita.

APLIKASI
1. Sudahkan Anda bisa selalu berpikir, berkata, dan bertindak positif setiap kali Anda mengalami hal-hal yang buruk dalam keluarga Anda?
2. Apakah yang menjadi tantangan bagi Anda untuk terus berpikir, berkata, dan bertindak positif dalam segala hal?
3. Kondisi apa yang ingin Anda ubah dalam keluarga Anda sehingga bisa mendatangkan kebahagiaan? Dan apa kata Tuhan tentang hal itu?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, terima kasih atas kesetiaan-Mu dalam menuntun dan berjuang bersama keluarga kami. Kami tahu ada anugerah kebahagiaan yang sudah Engkau siapkan bagi keluarga kami. Mampukan kami untuk menyatakan hal itu jadi dengan terus berpikir, berkata-kata, dan bertindak secara positif atas kondisi apa pun yang terjadi dalam keluarga kami. Di dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.”

MENGEMBALIKAN KASIH MULA-MULA DALAM KELUARGA KITA [REMAKA]

BACAAN HARI INI
Wahyu 2:1-7

RHEMA HARI INI
Wahyu 2:4-5a Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.

Abigail adalah seorang istri dari pria yang bernama Nabal. Dicatat di Alkitab, Nabal adalah seorang pria yang kasar dan jahat kelakuannya, sedangkan Abigail adalah seorang wanita cantik yang sangat bijak. Walau tidak disebutkan dalam Alkitab bagaimana awal mula pernikahan mereka dan keseharian Abigail sebagai seorang istri, tapi bisa kita bayangkan pasti tidak mudah bagi Abigail untuk mendampingi dan menjadi penolong bagi Nabal. Ada satu kejadian dalam Alkitab yang menunjukkan bagaimana Abigail tetap tetap mengasihi dan melindungi Nabal, walaupun suaminya adalah seorang yang bebal.

Saat itu Nabal berbuat jahat kepada pasukan Daud sehingga Daud menjadi marah dan berencana hendak memerangi Nabal. Ditengah situasi genting itulah Abigail bertindak menunjukkan pengabdian dan kasihnya sebagai seorang istri. Abigail mendatangi Daud dan memohon belas kasihan kepadanya supaya membatalkan niat Daud membinasakan Nabal. Abigail datang membawa persembahan dan bersujud dengan mukanya sampai ke tanah ( Samuel 25:23 ). Tindakannya ini menunjukkan bahwa Abigail tetap memiliki kasihnya yang mula-mula kepada Nabal. Meskipun menilik sifat suaminya, sangat mungkin suaminya pernah berlaku kasar dan jahat kepadanya. Dan tindakan kasih nya itulah yang membuat Daud akhirnya membatalkan niatnya menghabisi Nabal.

Hari-hari ini, ditengah situasi yang tidak menentu, kasih sudah mulai mendingin. Banyak orang sibuk memikirkan usaha dan kepentingannya sendiri-sendiri. Tapi kita anak-anak Tuhan justru ditantang untuk kembali mengobarkan kasih mula-mula kita ditengah-tengah keluarga kita. Apa yang sudah lama hilang dan tidak kita lakukan untuk menyatakan kasih kita kepada suami atau istri, anak-anak dan orangtua kita, LAKUKANLAH LAGI. Itulah yang dikehendaki Tuhan. Percayalah Firman-Nya ya dan amin. Jika kita mau berjuang melakukan lagi apa yang semula kita lakukan untuk keluarga kita, maka kebahagiaan pasti datang atas keluarga kita. Kita akan menjadi tanda ajaib di tengah-tengah situasi dunia saat ini dan nama Tuhan dipermuliakan. Haleluya!

RENUNGAN
Untuk MENGEMBALIKAN kasih yang semula, LAKUKANLAH LAGI yang semula kita lakukan UNTUK KELUARGA kita.

APLIKASI
1. Adakah hal-hal yang dulu Anda lakukan, namun sekarang tidak lagi, untuk menyatakan kasih pada keluarga Anda?
2. Bagaimana keadaan keluarga Anda? Masihkah ada kasih yang semula di dalamnya?
3. Apa komitmen Anda untuk mengembalikan kasih yang semula dalam keluarga Anda?
DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, terimakasih atas keluarga yang Engkau percayakan atas kami. Terimakasih atas kasih yang Engkau curahkan di tengah-tengah kami. Kami percaya kasih itu masih ada. Mampukan kami ya Tuhan, supaya kami bisa menyatakan kasih kami kembali seperti dulu kepada keluarga kami, supaya Engkau sungguh-sungguh nyata ada dalam keluarga kami. Didalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

BERTUMBUH DALAM KASIH YANG LEBIH BESAR [RESIKA]

BACAAN HARI INI
2 Petrus 3:17-18

RHEMA HARI INI
2 Petrus 3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Masao dan istrinya, Miyako, adalah sepasang suami istri yang dinobatkan sebagai pasangan dengan usia pernikahan terlama di dunia oleh Guiness Book World Record di tahun 2018 silam. Pasangan ini rupanya telah menikah sejak Oktober 1936. Di usia mereka yang telah lebih dari satu abad, mereka tetap masih saling mencintai satu dengan yang lain dan hidup berbahagia bersama di sebuah panti Jompo di Jepang.

Cerita di atas sangat berlawanan dengan apa yang kerap terjadi hari-hari ini. Di jaman modern ini justru perceraian nampak seperti hal yang sangat lumrah terjadi. Ada sebuah pepatah yang berbunyi “Jatuh cinta itu mudah, tetapi bertahan dalam cinta itu membutuhkan perjuangan.” Ya, di dalam hidup kita bisa saja jatuh cinta kepada lebih dari satu orang. Namun untuk memutuskan agar tetap jatuh cinta kepada orang yang sama lagi dan lagi, itu membutuhkan perjuangan dan komitmen. Dan cinta saja tidak akan pernah cukup untuk membangun sebuah hubungan. Dibutuhkan usaha dan pengorbanan dari kedua belah pihak untuk dapat jatuh cinta lagi dan lagi.

Saat kita merasa kasih itu mulai padam, maka janganlah hendaknya kita abaikan. Sebaliknya, kita harus berjuang untuk mengobarkannya kembali. Bahkan tidak cukup jika hanya kembali ke kasih semula, melainkan kita harus melakukan usaha untuk melipatgandakannya agar kasih itu dapat bertumbuh lebih besar lagi. Saat api kasih kita terasa mulai padam dan hubungan dengan pasangan mulai mendingin, jangan menuruti daging untuk bermalas-malasan. Berdoalah lebih banyak, berusahalah lebih banyak, ingat-ingat kembali momen saat kita jatuh cinta pada pasangan kita. Apa yang dulu membuat kita begitu tertarik dan begitu ingin membuatnya bahagia. Pikirkanlah hal-hal yang baru yang belum pernah kita lakukan untuk menyenangkan pasangan kita. Segala sesuatu yang kita lakukan, bukan hanya akan mengembalikan dan menambah rasa kasih di hati pasangan kita, tapi akan melipatgandakannya sehingga pernikahan kita akan bertumbuh dalam kasih yang lebih besar.

RENUNGAN
JANGAN MANDEK di kasih semula, tetapi BERTUMBUHLAH dalam KASIH YANG LEBIH BESAR.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda berusaha untuk terus menumbuhkan kasih dalam pernikahan dan keluarga Anda?
2. Menurut Anda, mengapa kasih itu perlu diperjuangkan?
3. Coba Anda pikirkan hal-hal apa yang belum pernah Anda lakukan untuk menumbuhkan kasih pada pasangan Anda.

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan terima kasih untuk firman-Mu yang senantiasa mendidik dan mengingatkan kami. Kami mau belajar dan berusaha untuk menumbuhkan kasih dalam keluarga dan pernikahan kami. Supaya kasih itu tidak padam, melainkan semakin bergelora dari waktu ke waktu dan menyukakan hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

RAHASIA KEBAHAGIAAN LUAR BIASA DALAM KELUARGA [REKA]

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 27-29
1 Petrus 3

BACAAN HARI INI
2 Tesalonika 1:3-12

RHEMA HARI INI
2 Tesalonika 1:3 Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,

Bapak Joe dan Ibu Grace sudah menikah lebih dari 40 tahun. Karena anak-anaknya sudah berkeluarga, mereka hanya tinggal berdua di rumah mereka yang mungil. Sudah tiga tahun ini Ibu Grace menderita stroke dan demensia. Selama itu pula Bapak Joe dengan penuh kasih merawat istri tercintanya. Meskipun tinggal berdua, mereka tidak pernah merasa kesepian karena setiap pekan, anak, menantu, dan cucu-cucu mereka selalu datang menjenguk. Bapak Joe bersyukur, meskipun kehidupan rumah tangganya pernah mengalami keterpurukan, tetapi di masa tuanya ia bisa merasakan kasih di tengah-tengah keluarganya.

Melalui suratnya kepada jemaat di Tesalonika, Paulus mengungkapkan rasa syukurnya karena meskipun hidup di tengah tekanan aniaya, jemaat di Tesalonika bisa hidup rukun dan semakin bertumbuh dalam iman serta kasih di antara mereka. Paulus melihat semua itu sebagai bukti bahwa jemaat Tesalonika memang layak menjadi warga Kerajaan Allah.

Setiap keluarga pasti pernah mengalami pergumulan dan dinamika. Lalu bagaimana seharusnya cara kita menghadapi semua hal itu? Pastilah semua orang ingin memiliki keluarga yang indah bukan? Oleh karena itu, marilah kita tengok kembali situasi dan kondisi keluarga kita. Apakah kasih mula-mula antara suami istri tetap ada? Apakah kasih mula-mula orangtua kepada anak masih ada? Apakah kasih anak terhadap orangtua selalu ada? Ingatlah bagaimana dulu pertama kali kita bertemu pasangan hidup kita. Ingatlah bagaimana perasaan kita saat anak-anak lahir. Ingatlah bagaimana orangtua kita dengan penuh kasih sayang sudah merawat kita. Sepertinya, sangatlah tepat bila mulai hari ini kita biasakan untuk melakukan sesuatu hal yang bisa membahagiakan keluarga. Mari kita semakin banyak menabur kasih untuk keluarga. Misalnya dengan bermain bersama, mezbah keluarga bersama, melayani bersama, memasak bersama, atau membersihkan rumah bersama. Semua itu akan menumbuhkan kasih di tengah-tengah keluarga, sehingga kita pun dapat merebut kembali kasih yang sempat hilang dari keluarga kita, bahkan digantikan dengan kebahagiaan luar biasa.

RENUNGAN
BERTUMBUHLAH dari kasih mula-mula menjadi KASIH YANG LUAR BIASA, sehingga kita bisa mengalami UNCOMMON HAPPINES.

APLIKASI
1. Bagaimanakah kondisi kasih dalam keluarga Anda?
2. Mengapa kasih Anda kepada keluarga perlu bertumbuh dari kasih mula-mula menjadi kasih yang luar biasa?
3. Bagaimana Anda bisa mengusahakan untuk menghadirkan kembali kasih di tengah-tengah keluarg Anda atau menumbuhkan kasih yang sudah ada?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk keluarga yang Engkau anugerahkan kepada kami. Bimbinglah kami, agar kami bisa terus mengasihi keluarga kami, bahkan kasih kami boleh terus bertumbuh dari hari ke hari, sampai kami mengalami uncommon happiness bersama keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

MEWARISKAN HIDUP YANG SESUAI KEBENARAN FIRMAN TUHAN [REMAKA]

BACAAN HARI INI
Amsal 20:1-30

RHEMA HARI INI
Amsal 20:7 Orang benar yang bersih kelakuannya—berbahagialah keturunannya.

Kita mungkin pernah mendengar, saat kita berusaha mengingatkan seseorang yang berbuat salah dan melanggar Firman Tuhan, jawaban yang berbunyi, “Biarkan saya! Semua akibat dari dosa yang saya lakukan akan saya tanggung sendiri akibatnya.” Hal ini sama seperti seorang pengemudi ugal-ugalan di jalan, yang tidak peduli akan keselamatan orang lain. Dia berpikir bahwa kalau sampai dia jatuh atau mengalami kecelakaan, maka dia sendirilah yang akan sakit, terluka dan menderita kerugian. Dia tidak pernah berpikir bahwa dia bisa saja menabrak orang lain atau membuat orang lain juga celaka karena berusaha menghindarinya. Siapapun yang sedang berada di jalan yang sama dengannya saat itu, menanggung resiko yang sama besarnya dengan dia.

Oleh karena itu, kita harus sangat berhati-hati dengan apa yang kita lakukan. Sebab dampaknya bukan hanya akan kita rasakan seorang diri, tetapi bisa mempengaruhi keluarga kita bahkan keturunan kita nantinya. Mereka harus ikut menanggung akibat dari dosa dan kesalahan yang kita lakukan . Benar, Tuhan kita adalah Allah yang penyayang dan pengasih. Yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa. Tapi tidak sekali-kali Tuhan membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat (Keluaran 34:6-7). Dari sinilah semua kutuk berasal, kutuk kemiskinan, sakit penyakit, perceraian, tidak bisa punya keturunan dan lain-lain.

Tentu tidak ada orang yang ingin mewariskan kutukan kepada anak cucunya. Semua pasti ingin memberi warisan yang terbaik bagi keturunannya. Dan salah satu warisan yang sangat berarti bagi anak cucu kita adalah ketika kita memiliki hidup dan kelakuan yang bersih sesuai firman Tuhan. Ini adalah warisan yang jauh lebih berharga ketimbang harta. Sebab orang yang benar dan bersih kelakuannya—berbahagialah keturunannya (Amsal 20:7). Bukan hanya kita sendiri yang akan berbahagia oleh karena kebenaran, namun anak cucu kita akan diberkati dengan kebahagiaan yang tidak biasa dari Tuhan. (PF)

RENUNGAN
Hidup yang bersih SESUAI KEBENARAN firman Tuhan merupakan WARISAN ROHANI yang SANGAT BERARTI bagi anak cucu kita.

APLIKASI
1. Jika secara jujur menilai, sudah bersihkah hidup dan kelakuan Anda?
2. Apa saja yang akan Anda rubah agar hidup Anda bersih dan sesuai kebenaran Firman Tuhan?
3. Apa yang Anda alami dan rasakan ketika Anda hidup sesuai dengan Firman Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, terimakasih Engkau sudah mengingatkan kami untuk senantiasa menjaga hidup dan tingkah laku kami. Ampuni kami jika ada dalam hidup, hati dan kelakuan kami yang kotor di mata-Mu. Bersihkan, sucikan dan kuduskanlah kami dengan kuasa darah-Mu, agar kami dapat memberi warisan yang terbaik bagi anak dan cucu kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

WARISAN ROHANI YANG LUAR BIASA BAGI KELUARGA KITA [RESIKA]

BACAAN HARI INI
Mazmur 112:1-10

RHEMA HARI INI
Mazmur 112:1-2 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.

William Franklin Graham adalah tokoh kebangunan rohani di Amerika Serikat pada abad ke-20. Ia dikenal dengan nama Billy Graham. Graham telah mengabarkan Injil secara langsung kepada lebih banyak orang, daripada yang pernah dilakukan oleh orang lain di sepanjang sejarah. Hampir 215 juta orang, di lebih dari 185 negara dan wilayah, melalui berbagai pertemuan, termasuk Mission World dan Global Mission. Ratusan juta lebih lainnya telah dijangkau melalui televisi, video, film, dan internet. Graham sering menerima penghargaan dari berbagai survei, termasuk “Greatest Living American” dan secara konsisten termasuk ke dalam daftar orang yang paling dikagumi di Amerika Serikat dan di dunia. Graham paling sering muncul dalam daftar Gallup untuk orang-orang yang paling dikagumi. Ia juga muncul di sampul majalah Time, Newsweek, World Report dan berbagai majalah lain, serta telah menjadi berita utama di berbagai koran, majalah, dan buku.
Jauh sebelum Billy Graham memutuskan untuk beriman kepada Kristus di usia enam belas tahun, kedua orangtuanya sudah setia mengikut Tuhan Yesus. Masing-masing dari mereka bertumbuh dalam keluarga yang sudah percaya kepada Yesus. Setelah menikah, orangtua Billy meneruskan warisan iman itu dengan terus membimbing anak-anak mereka di dalam Tuhan. Dengan bersama berdoa, membaca Alkitab dan setia beribadah di gereja. Teguhnya dasar yang diletakkan oleh orangtua Billy Graham, menjadi bagian dari cara Allah membawanya beriman dan kemudian menerima panggilan sebagai penginjil.
Hidup yang mencintai Tuhan dan selalu menyenangkan Tuhan adalah salah satu warisan rohani yang luar biasa bagi keluarga kita. Anak-anak adalah seorang peniru paling ulung. Apapun yang mereka lihat akan mengendap dan sangat mempengaruhi hidup mereka ke depannya. Sebagai orang tua, iman Kekristenan sangat penting untuk kita wariskan. Sebab iman itulah yang akan membuat mereka bertahan dalam segala kesukaran. Dan yang paling penting, iman itu akan memastikan mereka menerima keselamatan kekal dalam Tuhan. Tidak ada yang perlu kita kuatirkan tentang masa depan seorang anak yang memiliki hati melekat dan takut akan Tuhan. Inilah warisan paling berharga yang dapat kita wariskan sebagai orang tua. (PF)
RENUNGAN
Hidup yang MENCINTAI TUHAN dan selalu MENYENANGKAN TUHAN adalah salah satu WARISAN ROHANI yang luar biasa bagi keluarga

APLIKASI
1. Apakah Anda telah menunjukkan iman dan kecintaan Anda pada Tuhan kepada keluarga Anda?
2. Melalui cara apa saja Anda menunjukkannya?
3. Mengetahui bahwa warisan iman Kekristenan adalah warisan rohani yang paling berharga, apa komitmen Anda pada keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, kami sangat bersyukur bisa mengenal dan menerima keselamatan dari-Mu. Tolong kami Tuhan, agar kami mampu memberi teladan dan mengimpartasikan iman kami kepada anak-anak dan keluarga kami. Sebab inilah harta kami yang paling berharga yang bisa kami wariskan pada mereka. Terimakasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

JENIS WARISAN YANG LEBIH PENTING DARI APA PUN JUGA [REKA]

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 24-26
1 Petrus 2

BACAAN HARI INI
Ulangan 17:14-20

RHEMA HARI INI
Ulangan 17:19-20 Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya, supaya jangan ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, supaya jangan ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel.”

Ketika dilahirkan, Francis Jane Crosby, yang dipanggil Fanny, tidaklah buta. Namun matanya terkena infeksi saat ia berusia enam minggu. Seseorang yang mengaku sebagai dokter mencoba mengobati matanya dan meletakkan semangkuk bubur panas di kelopak matanya, sehingga merusak matanya. Tak lama kemudian ayahnya meninggal dan ibunya sibuk bekerja. Fanny kecil pun dititipkan pada neneknya. Dengan sabar neneknya membacakan Alkitab dan mengajarkan iman Kristen kepada Fanny. Kemampuan Fanny menghafal isi Alkitab membuat orang lain kagum. Pada usia 12 tahun, ia bersekolah di New York. Setelah lulus, ia lalu mengajar sambil menulis puisi. Fanny pandai bermain harpa dan piano. Ia kemudian menikah dengan pemain organ terkenal di New York, dan menulis tiga lagu rohani setiap minggu. Hingga meninggal, Fanny telah menulis 9.000 himne. Banyak lagunya yang menjadi terkenal dan dinyanyikan sampai sekarang.

Seorang pendeta berkata, “Sungguh kasihan, Tuhan memberi talenta luar biasa kepada Anda, tetapi tidak memberikan penglihatan pada Anda.” Fanny menjawab, “Jika aku bisa dilahirkan kembali, aku akan minta dilahirkan dalam keadaan buta, karena yang ingin kulihat pertama kali adalah wajah Juruselamatku di sorga nanti.”

Warisan rohani yang diperoleh dari sang nenek, membuat Fanny mampu bertahan dalam segala kesukaran. Meski tak bisa melihat, ia mampu berkarya dan karyanya menjadi berkat bagi banyak orang. Teladan yang ditinggalkan neneknya bisa menjadi inspirasi yang sangat berharga bagi kita semua. Memberikan warisan rohani kepada anak cucu kita, jauh lebih penting dibandingkan warisan apa pun juga. Kehidupan rohani dan iman yang kuat akan menarik berkat jasmani serta jiwani. Karakter dan tingkah laku kita pun akan terbentuk baik, sehingga kita menjadi tangguh, tahan uji, dan hidup berkemenangan. Sehingga kebahagiaan bisa melingkupi keluarga kita. Yang lebih penting, kehidupan rohani yang baik memberi jaminan keselamatan kekal dalam Tuhan. Tidak ada yang lebih berharga dibanding itu semua.

RENUNGAN
WARISAN ROHANI bagi anak cucu kita JAUH LEBIH PENTING daripada warisan jasmani dan jiwani karena memiliki DAMPAK KEKEKALAN.

APLIKASI
1. Apakah yang dimaksud dengan warisan rohani?
2. Warisan rohani seperti apa yang ingin Anda tinggalkan kapada anak cucu Anda?
3. Bagaimana Anda akan meninggalkan warisan rohani kepada anak cucu Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami bersyukur atas keluarga kami. Pimpinlah kami, agar kami bisa memperoleh kehidupan rohani yang baik dalam-Mu, sehingga kami pun bisa mewariskannya kepada anak cucu kami kelak. Di dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.”

WARISAN YANG MEMPUNYAI NILAI KEKEKALAN

BACAAN HARI INI
Mazmur 103:1-22

RHEMA HARI INI
Mazmur 103:15-17 Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,

Nama Aristotle Socrates Onnasis dikenal sebagai miliader paling kaya sedunia di era tahun 70-an. Onassis memiliki kerajaan bisnis kapal pesiar multinasional. Asetnya meliputi sejumlah pesawat pribadi, hotel, apartemen mewah di beberapa negara, koleksi seni bernilai super mahal, serta pulau pribadi bernilai triliunan rupiah. Saat tutup usia pada 1975, kekayaan pribadinya diperkirakan mencapai US$ 1,97 miliar atau setara Rp 22,6 triliun. Dari pernikahannya dengan Athina Livanos, lahirlah Alexander Onassis dan anak keduanya diberi nama Christina Onassis. Onassis memanjakan kedua anaknya dengan gelimangan harta. Masing-masing anaknya memiliki pesawat pribadi, properti sendiri, serta berbagai kemudahan lainnya. Kedua anaknya terbiasa hidup serba mewah sejak masih kecil.

Naas, di tahun 1973, pada usia 24 tahun, Alexander Onassis menemui ajalnya saat tengah mengendarai pesawat ke Athena. Tak tahan menerima kematian sang putra mahkota yang sangat disayanginya, 2 tahun kemudian Onassis meninggal dunia. Sedangkan Thina, sang ibu, memutuskan untuk bunuh diri di usianya yang ke-45. Christina lah sebagai anak kandung satu-satunya yang masih hidup, yang menerima warisan dari seluruh kekayaaan Onassis. Kekecewaan Christina pada ayahnya yang berselingkuh dari ibunya, ditambah kekayaan yang luar biasa, membuat Christina hidup sangat sembarangan. Sempat berganti-ganti suami dan pacar, terlibat dalam pesta pora dan kecanduan narkoba, di tahun 1988, Christina pun meninggal dunia akibat serangan jantung. Kematian Christina diduga karena dia merasa sangat kesepian, jarang makan, dan terlalu banyak mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan.

Adalah wajar jika orang tua ingin meninggalkan warisan pada anak-anaknya. Namun warisan jasmani tanpa diimbangi dengan warisan rohani dan jiwani, akan sangat mudah lenyap dan habis. Pengetahuan dan skill yang bisa di dapat dari sekolah dan kursus merupakan bekal yang sangat penting bagi masa depan mereka. Juga pernikahan orang tua yang bahagia merupakan warisan sekaligus modal yang sangat berharga untuk anak-anak kita kelak. Sebab anak yang lahir dari keluarga yang harmonis memiliki kondisi jiwa yang jauh lebih stabil dan bahagia ketimbang anak yang lahir dari keluarga yang broken. Tak perlu berkecil hati jika kita tidak bisa memberikan warisan jasmani atau warisan pendidikan. Warisan teladan kehidupan rumah tangga yang harmonis akan menginspirasi anak-anak kita untuk memiliki rumah tangga yang juga harmonis dan bahagia. (PF)

RENUNGAN
Warisan jasmani TANPA DIIMBANGI dengan WARISAN ROHANI dan JIWANI akan sangat MUDAH LENYAP dan HABIS.

APLIKASI
1. Apakah yang Anda pikirkan sebagai warisan untuk anak-anak Anda kelak?
2. Apa komitmen Anda untuk memberikan warisan pengetahuan dan skill pada anak-anak Anda?
3. Sudahkan pernikahan Anda bisa menjadi warisan jiwa yang berharga bagi anak-anak Anda?
DOA UNTUK HARI INI
Bapa, terimakasih telah mengingatkan kami untuk memberikan warisan yang bernilai kekekalan bagi anak-anak kami malam hari ini. Mampukan kami untuk memberi teladan yang terbaik bagi mereka. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

KEBAHAGIAAN YANG MENETAP SAMPAI KE ANAK CUCU KITA [RESIKA]

BACAAN HARI INI
Mazmur 25:1-22

RHEMA HARI INI
Mazmur 25:12-13 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.

Perceraian bukanlah hal yang tabu di zaman ini, bahkan bagi anak-anak Tuhan sekalipun. Meskipun Firman Tuhan jelas berkata TIDAK untuk perceraian, tapi tetap saja ada yang melanggar dengan berbagai alasan. Hal ini pun sempat terlintas dalam pikiran Dini. Secara logis memang rumah tangga Dini tak layak dipertahankan, jika di jelaskan satu demi satu, siapapun pasti berpikir percuma Dini tetap bertahan. Salah-salah Dini bisa jatuh sakit karena tekanan batin. Dini pun berusaha mencari celah dalam Alkitab dan dari sumber-sumber lain, untuk membenarkan keinginannya. Tapi Dini tahu, bagaimanapun manusia mencoba memelintir kebenaran, Tuhan tidak pernah berkenan pada perceraian. Akhirnya ia pun tidak lagi mencoba berbantah dengan Firman, melainkan berusaha taat walaupun ada daging yang harus dikorbankan.

Dini belajar taat bagaimana menjadi istri baik dan penolong bagi suaminya. Meskipun banyak ujian yang harus ia hadapi tapi Dini selalu beroleh kekuatan baru untuk bertahan. Ada kekuatan yang memampukan Dini untuk terus berusaha walaupun berulangkali ia sempat hampir menyerah. Bahkan Dini masih bisa menemukan dan menebar kebahagiaan dalam keluarganya. Perlahan tapi pasti, rumah tangga Dini dipulihkan. Anak-anak Dini sekarang tak lagi harus melihat kedua orang tua mereka bertempur dengan hebat. Mereka melihat perjuangan Dini bagi keluarga, dan mereka memberi dukungan dengan menjadi anak yang baik dan taat. Dini percaya, dalam takut akan Tuhan, akan ada kebahagiaan yang tidak biasa bagi dirinya dan keluarganya.

Takut akan Tuhan bukan berarti Tuhan kita menyeramkan, tapi kita segan untuk melakukan hal yang mendukakan hati Tuhan. Karena Tuhan sudah teramat sangat baik pada kita, masakan kita mau menyakiti hati-Nya dengan ketidak taatan. Seperti orang tua yang pasti akan sangat sedih kalau anak-anaknya bertindak sesuka hati, begitupun hati orang tua akan sangat disenangkan melihat anak-anak yang taat dan selalu berusaha berbuat yang benar di mata orang tua. Demikianlah Bapa kita, yang akan dengan senang hati menganugerahkan kebahagiaan yang permanen, kebahagiaan yang tidak tergantung pada situasi dan kondisi. Kebahagiaan yang menetap sampai pada anak cucu kita, ketika kita menjadi anak-anakNya yang selalu mau belajar dan berusaha hidup seturut kehendak Bapa. (PF)

RENUNGAN
ROH TAKUT AKAN TUHAN membuat UNCOMMON HAPPINES turun atas hidup kita, bahkan ANAK CUCU kita.

APLIKASI
1. Apa definisi takut akan Tuhan bagi Anda selama ini?
2. Sudahkah Anda hidup dalam takut akan Tuhan? Dengan cara bagaimana?
3. Kebahagiaan apa yang Anda temukan saat Anda hidup dalam takut akan Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, sungguh Engkau teramat baik pada kami. Kami mengucap syukur atas segala ujian yang kau perkenankan terjadi dalam hidup kami. Kini kami tahu bahwa semua adalah untuk semakin membuat kami bertumbuh dan makin mengerti kehendak-Mu. Sehingga kami boleh menjadi anak-anak yang menyukakan hati-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus, di dalam nama-Mu kami berdoa. Amin.

DUA HATI YANG MERESPONI [REKA]

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 22-23
1 Petrus 1

BACAAN HARI INI
2 Korintus 13:11-13

RHEMA HARI INI
2 Korintus 13:11 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!

Tidak semua orang bisa memaafkan orang yang pernah menyakiti, apalagi untuk kesalahan yang sama. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku bagi Meta. Ia sudah berulang kali memaafkan kesalahan suaminya. Suaminya yang kadang pulang malam, kadang berjudi, dan kadang berkelahi. Hari demi hari, Meta mau tak mau menghadapi berbagai persoalan sulit dengan suaminya. Padahal, sebelum menikah ia selalu dimanja dan hidup berkecukupan. Berada jauh dari orangtua membuat Meta menjadi mandiri dan lebih dewasa dalam menghadapi setiap permasalahan yang dihadapinya.

Hari itu tepat di hari ulang tahun pernikahannya. Bukan kado indah yang didapat, tetapi pengakuan suaminya bahwa ia selama ini sudah berselingkuh. Hati Meta hancur. Ingin rasanya ia pergi meninggalkan rumah. Namun, ia seolah mendengar suara lembut yang berkata, “Ampunilah suamimu.” Lalu suami Meta berlutut, berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, dan akan berusaha menjadi suami yang baik bagi Meta serta anak-anak mereka. Meta pun menangis dan memeluk suaminya. Ia berkata bahwa ia mengampuni suaminya. Suaminya berjanji akan berubah dan menjadi suami yang bisa diandalkan.

Bukan hal yang mudah jikalau kita mendengar pengakuan kesalahan dari pasangan kita. Namun, jika sekarang ini kita sedang diperhadapkan dengan hal yang sama seperti Meta, kita pun harus mau memberikan pengampunan. Atau mungkin ada di antara kita yang sudah melakukan kesalahan di belakang pasangan kita, segeralah meminta ampun kepada Tuhan dan pasangan kita. Meskipun mengaku kesalahan di depan pasangan itu benar-benar suatu hal yang sangat amat berat, kita tetap harus segera lakukan. Kalau pasangan kita sudah mengakui semua kesalahan yang dilakukan, sekalipun amat menyakitkan, kita pun harus berbesar hati untuk memaafkan. Keberanian untuk mengakui kesalahan haruslah kita apresiasi, jangan justru menimbulkan pertengkaran. Ingat yang kita inginkan adalah adanya pemulihan, dan pemulihan baru bisa terjadi kalau kedua hati mau meresponi dengan positif. Kalau kita bisa mengaku dan juga bisa memaafkan, maka pernikahan kita akan dibawa Tuhan ke dimensi kebahagiaan yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. (LEW)

RENUNGAN
PEMULIHAN baru bisa terjadi kalau KEDUA HATI mau MERESPONI dengan POSITIF.

APLIKASI
1. Apakah Anda sedang mengalami keadaan yang membutuhkan adanya pemulihan hubungan? Ceritakan!
2. Mengapa Anda harus saling meresponi dengan positif bila ingin pemulihan terjadi?
3. Bagaimana cara Anda mempraktekkan meresponi dengan positif dalam hal pemulihan hubungan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, jikalau kami mengalami hubungan yang tidak baik dengan orang lain, ampunilah kami. Jangan biarkan kekerasan hati ada pada kami, tetapi berikanlah hati yang mau meresponi dengan positif. Kami percaya pemulihan pasti terjadi. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”