KASIH MEMBERI KEKUATAN YANG LUAR BIASA

RHEMA HARI INI

Matius 16:24-25 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Definisi tentang Kasih Allah bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Pemahaman yang kita dapatkan menentukan benar atau tidaknya respon kita. Ada orang yang mengasihi Tuhan seperti orang yang bertransaksi, jika Tuhan memberikan apa yang ia inginkan, maka ia akan mengasihi Tuhan. Ada pula yang seperti orang memancing, aku mau memberi kepada Tuhan seratus supaya aku bisa mendapat seratus ribu. Namun ada pula yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati karena tahu bahwa Tuhan telah sangat mengasihinya bahkan sebelum ia mengenal Tuhan.

Mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati berarti memberikan segenap keberadaan hidup kita untuk dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus. Artinya kita berjalan bersama Tuhan setiap hari, memikirkan jalan-jalan-Nya, tunduk kepada kehendak-Nya, taat melakukan firman-Nya, memegang teguh janji-Nya serta rela diajar dan dibentuk oleh-Nya. Tuhan sendiri menegaskan, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku…Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku;” (Yoh 14:23; 24). Meskipun itu berarti harus menyangkal keinginan dirinya, tetapi orang yang mengasihi Tuhan akan mau memikul salib untuk bisa tetap berjalan dalam Firman Tuhan.

Ya, kasih akan memberikan kekuatan yang luar biasa untuk melakukan apa pun bagi Tuhan. Kasih itu bersifat aktif, bukan pasif. Yang artinya mendahului untuk melakukan suatu tindakan, bukan menunggu terlebih dahulu atau sekedar membalas. Terlebih kita tahu begitu besar kasih Tuhan kepada kita, tidak ada seorang pun dalam hidup kita yang mengasihi kita seperti Tuhan. Ketika kita mengasihi Tuhan di setiap keadaaan kehidupan kita, baik ketika kita diberkati maupun tidak, saat kita masih sakit atau sudah disembuhkan, saat kita sedang senggang ataupun sedang sangat sibuk kita tetap mengasihi dan mengutamakan Tuhan, maka apapun kesulitan kita, sebesar apapun penghalang yang ada di depan kita, maka kita akan sanggup melewatinya bersama Tuhan. Berkat Kasih Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya.

RENUNGAN

KASIH memberikan KEKUATAN yang luar biasa untuk melakukan APA PUN bagi Tuhan.

APLIKASI

1. Menurut Anda, sebesar apakah kasih Anda kepada Tuhan?
2. Kekuatan luar biasa apa yang pernah Anda dapatkan ketika Anda mengasihi Tuhan dengan segenap?
3. Bagaimana cara Anda untuk memupuk kasih kepada Tuhan sehingga semakin besar setiap harinya?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, terima kasih untuk kasih-Mu yang tanpa syarat bagi kami. Kami rindu selalu ada kasih dalam hati kami, sehingga hidup kami sepenuhnya hanya untuk kemuliaan-Mu dan menjadi saksi-Mu.
Di dalam nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa. Amin”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

PERINTAH TUHAN YANG PALING UTAMA

RHEMA HARI INI:

Matius 22:37-38 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Ada beberapa perasaan manusia yang mempunyai pengaruh besar dan mampu menggerakkan manusia untuk melakukan sesuatu di luar kebiasaannya. Contohnya perasaan iba, ketakutan, amarah dan kasih. Iba membuat kita mau menolong meskipun sebenarnya kita tidak ingin, ketakutan bisa membuat kita melakukan hal-hal yang berlebihan dan diluar akal sehat. Amarah mempunyai kekuatan yang besar untuk menghancurkan orang lain ataupun diri kita sendiri. Tetapi kekuatan yang paling luar biasa diatas semua perasaan yang lain adalah kasih.

Dikatakan demikian karena jika kita memiliki perasaan kasih, kita akan mau berkorban, mempunyai kesabaran yang tidak ada batas untuk menanggung segala sesuatu, tidak menyimpan kesalahan, tidak mengambil keuntungan dan menutupi segala kekurangan (1 Kor 13:4-7). Karena itulah Tuhan menaruh KASIH sebagai perintah yang paling utama, sebab jika kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, setiap apa yang kita perbuat, kita akan selalu memikirkan perasaan Tuhan. Kita takut akan menyakiti hati-Nya atau membuat-Nya bersedih. Sebaliknya kita akan tulus dan rela melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya meskipun ada hati, ego, waktu, harta atau apapun yang harus kita korbankan, sebab kita ingin agar hati Tuhan di senangkan.

Ketika kita begitu kecewa, membenci dan sama sekali tidak ingin berbuat satupun kebaikan bagi orang yang telah sangat melukai kita, perasaan kasih kepada Tuhan membuat kita mau menundukkan perasaan daging kita pada kehendak Tuhan untuk mengampuni dan mengasihi tanpa batas. Ketika kita merasa pekerjaan kita sangat menguntungkan dan memberi hasil yang sangat besar, tetapi karena kita mengasihi Tuhan kita rela meninggalkannya karena pekerjaan itu dibenci Tuhan. Demikian pula kasih membuat kita memiliki komitmen yang kuat dalam melayani, beribadah dan menjadi pelaku Firman. Oleh sebab itu yang paling utama dan pertama, kita harus memiliki Kasih yang segenap kepada Tuhan terlebih dahulu. Karena dengan Kasih, kita akan dimampukan untuk mengikuti kehendak Tuhan. Terus dibawa Tuhan naik dan tidak turun, hidup yang dilimpahi berkat Tuhan sehingga kita bisa terus menjadi berkat bahkan lama setelah kita pulang ke Rumah Bapa, adalah Berkat Kasih yang Tuhan sediakan bagi kita yang mengasihi-Nya dengan segenap. (PF)

RENUNGAN

Perintah Tuhan yang paling UTAMA adalah KASIHILAH Tuhan.

APLIKASI

1. Mengapa Kasihilah Tuhan menjadi perintah-Nya yang paling utama?
2. Menurut Anda, sudahkah Anda mengasihi Tuhan dengan segenap hati Anda?
3. Tindakan nyata apa yang akan atau pernah Anda lakukan sebagai bukti bahwa Anda mengasihi Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, Engkau yang mengetahui kedalaman hati kami. Jika Kau dapati hati yang belum sungguh-sungguh mengasihi Engkau, bentuklah kami Tuhan. Supaya kami hari demi hari semakin mengasihi Engkau sampai kami bisa mengasihi-Mu dengan segenap hati kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

HUKUM YANG TERBESAR ADALAH KASIH (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yosua 1-3
Markus 16

RHEMA HARI INI
1 Korintus 13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih

Masa yang paling penuh tantangan bagi seorang ibu adalah ketika bayinya baru lahir. Terlebih jika tidak ada pengasuh atau babysitter yang membantu. Dalam kondisi yang belum pulih sepenuhnya, seorang ibu harus rela bangun berkali-kali di malam hari untuk memberi bayinya susu atau mengganti popoknya yang basah. Selagi menikmati makan, sang ibu diperhadapkan dengan bayinya yang buang air besar dan menangis karena merasa tidak nyaman. Mau tak mau, ia harus meninggalkan makanannya dan membersihkan bayi kecilnya. Belum lagi bila bayinya sedang tidak enak badan, pilek, atau baru saja menerima vaksin, sang ibu harus mempersiapkan diri untuk siaga dan kemungkinan menggendong lama sampai bayinya tertidur. Bisa dibilang, satu tahun pertama adalah masa ketika tidur nyenyak dan istirahat adalah suatu hal yang eksklusif nan mahal yang diidamkan setiap ibu.

Namun demikian, tidak ada seorang pun ibu yang tidak rela berkorban bagi bayinya. Ketika menatap bayinya yang sedang tertidur lelap, perasaan kasih yang begitu besar menguasai segenap hati sehingga semua susah payah terasa layak untuk diperjuangkan. Seulas senyum manis dan gelak lucu sang bayi, membuat semua perasaan lelah, bahkan kesusahan, hilang sirna tak berbekas. Hanya ada kebahagiaan dan perasaan kasih yang lebih lagi di hati sang ibu.

Ada banyak hukum dan perintah Tuhan kita temukan di dalam Alkitab, tetapi yang terbesar adalah KASIH. Bukan tanpa alasan Tuhan menempatkan kasih sebagai hukum yang terutama dan pertama. Sebab hidup sebagai anak-anak Tuhan tidak berhenti sampai pada menerima keselamatan. Ada begitu banyak hal yang memerlukan perjuangan berat ketika kita mau menjadi pelaku firman. Tanpa kasih, kita tidak akan bisa melaluinya, sebab kasihlah yang akan memberi kita kekuatan yang luar biasa untuk taat, meninggalkan dosa, maju melayani Tuhan, dan berkorban bagi Tuhan. Hati yang mengasihi Tuhan dengan segenap akan memampukan kita untuk melakukan semua seturut firman Tuhan, membuat Tuhan tersenyum, dan melimpahi kita dengan berkat kasih-Nya yang luar biasa. (PF)

RENUNGAN
Yang TERBESAR adalah KASIH.

APLIKASI
1. Menurut Anda, mengapa KASIH adalah yang terbesar?
2. Apa saja yang mau Anda perbuat jika Anda begitu mengasihi seseorang?
3. Apa dampaknya bagi kerohanian Anda ketika hati Anda mengasihi Tuhan dengan segenap?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah mengajarkan kepada kami tentang pentingnya memiliki hati yang mengasihi Engkau dengan segenap. Biarlah hari demi hari, kasih kami kepada-Mu semakin dalam dan memampukan kami untuk melakukan kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

BUKTI CINTA KASIH KITA KEPADA TUHAN (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Ulangan 32-34
Markus 15:26-47

RHEMA HARI INI
Yohanes 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Hari ini, Ibu sengaja membuat masakan kesukaan Ayah, sambil menunggu Ayah yang berjanji pulang lebih awal. Sementara itu Rika dan adiknya sibuk membungkus hadiah yang mereka persiapkan untuk Ayah. Sesampainya Ayah di rumah, Ibu langsung keluar dari dapur membawa kue yang sudah diberi lilin, diikuti Rika dan adiknya di belakangnya. Ayah hampir menitikkan air mata melihat kejutan yang diberikan oleh keluarganya. Ia begitu bersyukur memiliki keluarga yang begitu mengasihinya. Sekalipun dirayakan dengan sederhana, hadiah terbesar bagi sang ayah adalah dapat berkumpul bersama dan saling membagikan kasih satu dengan yang lainnya melalui tindakan nyata.

Dari ilustrasi di atas, kasih akan terasa nyata saat dibuktikan melalui tindakan. Bagaimana si ibu yang ingin menyenangkan ayah dengan membuat masakan kesukaan suaminya. Begitu pula anak-anaknya yang ingin memberikan hadiah yang terbaik untuk ayah mereka. Demikian juga kita seharusnya dengan Tuhan. Selayaknya kita selalu memiliki kerinduan untuk memanifestasikan kasih kita kepada Tuhan dalam tindakan nyata sehari-hari.

Saat kita melakukannya, maka atmosfer hubungan yang hangat dan rasa saling mengasihi seperti keluarga dalam ilustrasi di atas juga dapat kita rasakan bersama Tuhan. Kita akan lebih menghargai waktu beribadah dan selalu rindu untuk bersekutu dengan Tuhan. Kita pun akan mengasihi dan menggembalakan apa yang Tuhan cintai, yaitu jiwa-jiwa. Kita akan selalu bersemangat dalam menceritakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Karena Yesus telah memberi contoh manifestasi kasih terbesar melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Demikian hendaknya kita sebagai orang yang telah ditebus dapat mengasihi Tuhan dengan segenap hati dengan memanifestasikannya melalui tindakan nyata sehari-hari.

RENUNGAN
MANIFESTASIKAN cinta kasih kita kepada Tuhan melalui TINDAKAN NYATA sehari-hari.

APLIKASI
1. Bagaimana cara Anda memanifestasikan kasih Anda kepada Tuhan selama ini?
2. Mengapa Anda perlu memanifestasikan kasih kepada Tuhan dengan tindakan nyata?
3. Tindakan nyata sehari-hari seperti apa yang dapat Anda lakukan untuk memanifestasikan kasih kepada Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ajar kami memanifestasikan kasih kepada-Mu dengan tindakan nyata sehari-hari sebagai wujud syukur kami atas penebusan-Mu dan kami boleh mengenal pribadi-Mu lebih lagi. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BANGGA BERSAKSI TENTANG TUHAN ADALAH TANDA KITA MENCINTAI TUHAN

RHEMA HARI INI

2 Timotius 1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

Kisah Daud mengalahkan raksasa Goliath (1 Samuel 17:40-58) menjadi teladan yang baik bagi kita untuk berani bersaksi tentang Tuhan. Daud yang diremehkan karena masih sangat muda, tidak punya pengalaman berperang dan hanya seorang gembala kecil, justru menjadi satu-satunya orang Israel yang berani menghadapi Goliath. Daud terpanggil saat Goliath menghina Allah Israel. Karena CINTANYA KEPADA TUHAN, dengan gagah berani, Daud maju dan mengalahkan Goliath bersama Tuhan. Kisah Daud ini menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan pasti menyertai anak-anak-Nya yang tidak malu dan tidak takut bersaksi tentang Dia. Ketika Daud telah menjadi raja pun, kecintaannya akan Tuhan membuatnya bangga menceritakan tentang Tuhan kepada para raja yang datang bertamu ke kerajaannya, sekalipun raja-raja itu belum tentu seiman dengan Daud.

Demikian pula dalam hidup kita, banyak anak-anak Tuhan yang mengaku MENCINTAI TUHAN tapi enggan atau malu untuk bersaksi. Ada yang minder karena keterbatasan fisik atau karena keterbatasan ekonomi. Padahal jika kita memandang ALLAH sebagai satu-satunya penolong kita, maka apapun kondisi kita, pasti akan dimampukan untuk menjadi saksi-Nya. Nick Vujivic, seorang penyandang cacat tetapi justru bisa bangkit memotivasi orang lain dengan kesaksiannya tentang Tuhan. Di Indonesia kita mengenal penyanyi cilik Grezia Ephifania yang tuna netra namun berani bersaksi bagi Tuhan melalui lagu-lagu pujian.

Ini semua adalah bukti bahwa ketika kita tidak malu bersaksi bagi Tuhan, maka Dia sendiri yang akan memampukan kita. Mari kita manifestasikan dan tunjukkan kasih kita kepada Tuhan dalam hidup sehari-hari dengan berani bersaksi dan menceritakan tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Kesaksian kita mungkin sederhana, jauh dari spektakuler, tetapi rasa cinta yang tulus kepada Tuhan, membuat kesaksian kita akan menjadi dampak yang luar biasa dan di luar ekspektasi kita. Amin.

RENUNGAN

BANGGA dan TIDAK MALU MENCERITAKAN tentang Tuhan adalah tanda bahwa kita MENCINTAI TUHAN dengan segenap.

APLIKASI

1. Apa pandangan Anda tentang bersaksi dan bercerita tentang Tuhan?
2. Bagaimana perasaan Anda selama ini ketika bercerita tentang Tuhan?
3. Apa saja yang membuat Anda bangga kepada Tuhan? Sudahkah Anda menceritakannya kepada orang lain?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, kami mohon ampun jika kami terkadang masih malu dan ragu untuk bersaksi tentang Engkau. Bentuk kami Tuhan, menjadi pribadi yang mencintai-Mu dengan segenap, sehingga dengan bangga kami bisa bercerita tentang Engkau. Supaya banyak orang dapat mengenal Engkau dan beroleh keselamatan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

MEMPRIORITASKAN IBADAH DI BAIT ALLAH

RHEMA HARI INI

Hagai 1:8 Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.

Seorang bapak duduk termenung di teras rumahnya seperti sedang menanti datangnya seseorang. Setiap sore, itulah yang dilakukan sang bapak. Ia akan duduk di sana sampai matahari terbenam lalu masuk ke rumah. Bapak ini memiliki seorang putra yang di rawatnya dengan penuh cinta sedari kecil. Kini putranya itu telah menjadi orang sukses dan memiliki sebuah perusahaan besar. Dulu ketika baru memulai usaha, putranya hampir setiap hari datang mengunjungi bapaknya, tetapi kini belum tentu sebulan sekali putranya itu mau datang berkunjung. Sang bapak pun merasa sangat kesepian.

Suatu sore, putra sang bapak akhirnya datang. Dengan sangat senang, bapak itu menyambut kepulangan anak kesayangannya. Ia berharap putranya mau tinggal cukup lama untuk menemaninya bercengkrama, tetapi baru beberapa saat putranya sudah gelisah dan berkali-kali mengecek jam tangannya. Bapak itu berusaha menahan dan mengatakan ada sesuatu yang penting hendak ia katakan, namun sang putra beralasan ada pekerjaan yang harus ia lakukan. Dengan kecewa, bapak itu melihat kepergian putranya. Diambilnya sebuah amplop dari lemari, mengelemnya dan menuliskan alamat sebuah panti asuhan. Isinya adalah sebuah cek dengan nominal yang sangat besar. Tadinya ia hendak memberikannya kepada putranya, tetapi karena sang putra sepertinya tidak membutuhkannya, maka bapak itupun memutuskan untuk menyumbangkan saja tabungannya kepada yang membutuhkan. Apa yang seharusnya bisa diterima oleh anaknya, diberikannya begitu saja kepada orang lain karena anaknya kurang menghargai saat kebersamaan dengan bapaknya.

Menguduskan hari Sabat di jaman sekarang ini bicara tentang mengkhususkan hari untuk beribadah kepada Tuhan di Bait Allah. Namun berapa banyak diantara kita yang beranggapan bahwa hari Minggu adalah hari libur nasional, dimana kita bisa lepas dari rutinitas pekerjaan, sekolah dan kewajiban-kewajiban lainnya. Padahal bagi Tuhan, hari Minggu adalah hari dimana IA ingin menyampaikan rhema khusus dan memberkati kita yang yang memprioritaskan waktu untuk beribadah kepada-Nya. Tetapi terkadang jangankan satu hari, satu jam lebih lama di rumah Tuhan saja membuat kita sudah merasa gelisah dan tidak tenang. Mari, kita perbaharui kasih kita kepada Tuhan. Jangan sampai kita mengalami hal yang sama seperti anak dalam kisah diatas yang kehilangan berkat karena mengabaikan kebersamaan dengan bapaknya. Ketika kita mengkhususkan diri untuk beribadah, maka Tuhan akan menyatakan berkat serta anugerah-Nya yang besar dalam hidup kita.

RENUNGAN

Memprioritaskan IBADAH DI BAIT ALLAH adalah kunci MENGALAMI KEMENANGAN besar.

APLIKASI

1. Sudahkah Anda memprioritaskan ibadah di Bait Allah? Jika belum, apa sebabnya?
2. Apa yang akan Anda dapatkan ketika Anda memprioritaskan ibadah di Bait Allah?
3. Apakah komitmen yang Anda buat dengan Tuhan mengenai ibadah di Bait Allah?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, terimakasih atas segala berkat-Mu dalam hidup kami sampai saat ini. Ampuni kami jika selama ini kami tidak memandang penting ibadah di Bait Allah. Mampukan kami untuk menjadikan ibadah di Bait-Mu menjadi prioritas kami sejak saat ini. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

KUNCI MENJADI RAKSASA IMAN (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Ulangan 30-31
Markus 15:1-25

RHEMA HARI INI
Roma 10: 17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Konvensi Konstitusional di Amerika Serikat yang diselenggarakan pada tahun 1787, bertujuan untuk merumuskan sebuah undang-undang dasar baru atau membuat amandemen undang-undang dasar yang ada itu berada di ambang kegagalan. Tampaknya tidak ada harapan untuk situasi tersebut. Banyak delegasi berencana untuk pulang. Namun, seseorang yang berusia 81 tahun kala itu, bernama Benjamin Franklin, mengajukan sebuah saran. Ia berdiri dan berbicara di hadapan para delegasi, “Tuan-tuan, saya sudah lama menjalani hidup dan saya yakin bahwa Tuhan memegang kendali dalam urusan-urusan manusia. Saya menyarankan setiap pagi kita mengadakan kebaktian dan memohon pertolongan Tuhan sebelum kita memulai pertemuan-pertemuan kita.”

Sejak hari itu, saran dari Benjamin dilakukan. Setiap pagi mereka mengadakan ibadah dan setelahnya baru dibuka sesi demi sesi. Dalam waktu singkat, sebuah kompromi disepakati, dan Konvensi Konstitusi Amerika Serikat pun akhirnya disetujui. Sungguh luar biasa bagaimana dasyatnya kekuatan membangun sebuah ibadah dalam hidup kita. Karena saat kita mengutamakan Tuhan, makan iman kita akan dikuatkan dan ditempa menjadi raksasa-raksasa iman.

Raja Daud adalah salah satu orang yang begitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Kerinduan beribadah dan kecintaannya akan rumah Tuhan adalah salah satu kunci kekuatannya. Bait Allah adalah tempat Daud ditempa menjadi raksasa iman. Demikianlah juga seharusnya kita menganggap ibadah bukan hanya kewajiban dan rutinitas yang harus kita kerjakan, tetapi manifestasi kasih yang mengandung manfaat yang luar biasa bagi kita semua. Dengan ibadah, roh kita disegarkan dan diisi ulang. Melalui firman yang kita dengarkan saat beribadah, iman kita pun dibangkitkan dan dikuatkan. Oleh karena itu, mulai hari ini kita harus meyakini begitu pentingnya sebuah ibadah, karena akan membuat kita bertumbuh menjadi raksasa iman yang luar biasa.

RENUNGAN
Saat BERIBADAH, iman kita akan DIKUATKAN dan DITEMPA menjadi RAKSASA IMAN.

APLIKASI
1. Apa hubungannya manifestasi kasih dengan ibadah ke rumah Tuhan?
2. Menurut Anda, mengapa beribadah membuat iman kita dikuatkan?
3. Langkah apa yang akan Anda ambil untuk dapat tumbuh menjadi raksasa iman? Tuliskanlah.

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami melihat bagaimana perbuatan-Mu sungguh ajaib dalam hidup kami. Kami melihat bagaimana Engkau berkarya begitu luar biasa. Ajar kami untuk dapat beribadah dengan segenap hati, sehingga iman kami semakin dikuatkan dan kami pun tumbuh menjadi raksasa iman. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

MENCINTAI IBADAH DAN RUMAH TUHAN

RHEMA HARI INI

Mazmur 122:1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”

Mengenang masa-masa remaja saat masih di sekolah menengah dulu, merupakan sesuatu yang membuat Koko selalu merindukan acara kumpul bersama teman-temannya. Seperti sore itu, Koko bersama Andi, Indra dan beberapa teman lainnya, sedang membicarakan kenakalan dan tingkah konyol mereka saat masih di bangku SMA. “Jangankan bisa ngobrol lancar, baru melihat sandalnya saja Koko sudah gemetar.” celoteh Indra tentang Koko yang waktu itu sedang mendekati Rina, yang kini menjadi isterinya. Mereka tertawa-tawa dan menggoda Koko habis-habisan.

Koko memang seorang yang pemalu, meski ia menyangkal tetapi dalam hati ia membenarkan perkataan teman-temannya itu. Ia teringat ketika masa itu hendak datang ke rumah Rina. Melihat atap rumahnya dari kejauhan, hati Koko sudah berdebar tidak karuan. Meskipun rumah Rina termasuk jauh dari rumah Koko dan memerlukan 40 menit perjalanan, tetapi Koko selalu bersemangat untuk datang kesana menemui Rina. Walaupun panas terik, walaupun hujan, namun tidak pernah menyurutkan niat dan keinginan Koko untuk bisa bertemu dengan wanita yang sangat dikasihinya.

Rasa kasih yang sepenuh hati, itulah yang dirasakan Daud kepada Tuhan. Kerena itu Daud selalu rindu untuk beribadah dan pergi ke rumah Tuhan. Lalu bagaimana dengan kita, apakah kita memiliki kerinduan yang sama dengan Daud? Setelah sekian lama kita hanya bisa beribadah secara online, kini gereja kita sudah dibuka kembali. Kita yang mengasihi Tuhan dengan segenap tentu menyambut dengan penuh sukacita kesempatan untuk bisa kembali beribadah di rumah Tuhan. Tetapi jika kita merasa sudah terlanjur nyaman dengan ibadah online dan malas untuk datang ibadah secara langsung, maka kita perlu bertanya pada diri kita sendiri. Masihkah kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita, ataukah kasih itu sudah mulai padam dan luntur. Jika demikian halnya, mari kita kobarkan kembali api cinta kita kepada Tuhan. Ingatlah akan kasih-Nya yang begitu besar pada kita, kerinduan-Nya untuk bisa bertemu dengan kita dan memberkati kita secara langsung di rumah-Nya. (PF)

RENUNGAN

Orang yang mengasihi Tuhan pasti MENCINTAI IBADAH dan RUMAH TUHAN.

APLIKASI

1. Sudahkah Anda kembali beribadah secara langsung di rumah Tuhan? Jika belum apa alasannya?
2. Menurut Anda, mengapa orang yang mengasihi Tuhan pasti mencintai ibadah dan rumah Tuhan?
3. Apa komitmen Anda untuk memanifestasikan kasih Anda kepada Tuhan dan rumah-Nya?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, kami mau mengasihi Engkau dengan segenap seperti Daud. Ampuni kami bila kami mulai kehilangan kasih kepada-Mu. Biarlah Roh Kudus-Mu menyalakan kembali api kasih kepada-Mu dalam hati kami. Dan biarlah kami dengan hati yang penuh suka cita datang beribadah di rumah-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

MENGGEMBALAKAN DOMBA-DOMBANYA TUHAN

RHEMA HARI INI

Yehezkiel 34:16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.

Ketika awal Theo tertanam dalam gereja lokal, ia adalah seorang pemuda yang memiliki banyak masalah dalam hidupnya. Dalam keluarganya ia dianggap sebagai anak yang paling bandel dan suka membuat masalah, di kampungnya ia dianggap sebagai anak yang kurang baik dan di sekolah ia dianggap sebagai pemberontak. Semua ini membuat Theo merasa tidak percaya diri dan terasing jika harus bergabung dengan komunitas gereja. Namun setelah Theo lebih mengenal gerejanya, ia merasa sangat diterima, dihargai dan dilayani dengan sangat baik. Perasaan dianggap dan dimanusiakan, membuat hidup Theo berubah.

Banyak temannya yang heran dan seperti tidak percaya melihat perubahan sikap Theo, terlebih ketika ia kemudian ikut tergabung dalam pelayanan. Bagi Theo yang masa lalunya begitu suram, ia sangat mengerti bagaimana rasanya menjadi orang yang dipandang dengan tidak suka dan dijauhi. Bagaimana perasaan itu akhirnya membuat hidupnya semakin kacau dan jauh dari Tuhan. Kerena itu, kini setelah ia merasakan kasih Tuhan, Theo berkomitmen untuk mendedikasikan dirinya untuk melayani orang-orang sepertinya.

Penggembalaan yang baik akan membuat domba-dombanya Tuhan terpelihara dan tidak ada yang sampai terhilang. Sebagai orang-orang yang mengasihi Tuhan, mari kita semua bangkit dan masuk dalam Kegerakan Menggembalakan Domba-dombanya Tuhan. Mari kita kuatkan yang iman dan pengharapannya sedang lemah, yang hatinya sedang kecewa dan terluka, atau teman-teman kita yang sudah lama tidak ikut komsel maupun ibadah. Kita doakan mereka, memotivasi, mendukung dan mendampingi mereka sampai mereka bisa bangkit kembali. Dengan menggembalakan domba-domba yang telah Tuhan percayakan pada kita, berarti kita telah memanifestasikan kasih kita kepada Tuhan Yesus.

RENUNGAN

BANGKIT dan MASUK DALAM KEGERAKAN menggembalakan domba-dombanya Tuhan sebagai WUJUD NYATA kasih kita kepada Tuhan.

APLIKASI

1. Apakah Anda sudah ikut masuk dalam kegerakan menggembalakan domba-dombanya Tuhan? Dengan cara apakah itu?
2. Coba perhatikanlah sekeliling Anda, siapa sajakah yang perlu digembalakan?
3. Apa rencana Anda untuk domba-domba yang Tuhan percayakan kepada Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, Engkau Gembala kami yang sangat baik. Engkau mencari kami ketika terhilang, membalut luka-luka kami dan menuntun kami ke padang yang berumput hijau. Kini kami akan meneruskan kasih-Mu kepada kami dengan menggembalakan domba-domba yang telah Engkau percayakan pada kami. Mampukan kami Tuhan, untuk mengikuti teladan-Mu sebagai gembala yang baik dan berkenan di hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami sudah berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

MENGGEMBALAKAN DOMBA-DOMBANYA TUHAN

RHEMA HARI INI

Yehezkiel 34:16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.

Ketika awal Theo tertanam dalam gereja lokal, ia adalah seorang pemuda yang memiliki banyak masalah dalam hidupnya. Dalam keluarganya ia dianggap sebagai anak yang paling bandel dan suka membuat masalah, di kampungnya ia dianggap sebagai anak yang kurang baik dan di sekolah ia dianggap sebagai pemberontak. Semua ini membuat Theo merasa tidak percaya diri dan terasing jika harus bergabung dengan komunitas gereja. Namun setelah Theo lebih mengenal gerejanya, ia merasa sangat diterima, dihargai dan dilayani dengan sangat baik. Perasaan dianggap dan dimanusiakan, membuat hidup Theo berubah.

Banyak temannya yang heran dan seperti tidak percaya melihat perubahan sikap Theo, terlebih ketika ia kemudian ikut tergabung dalam pelayanan. Bagi Theo yang masa lalunya begitu suram, ia sangat mengerti bagaimana rasanya menjadi orang yang dipandang dengan tidak suka dan dijauhi. Bagaimana perasaan itu akhirnya membuat hidupnya semakin kacau dan jauh dari Tuhan. Kerena itu, kini setelah ia merasakan kasih Tuhan, Theo berkomitmen untuk mendedikasikan dirinya untuk melayani orang-orang sepertinya.

Penggembalaan yang baik akan membuat domba-dombanya Tuhan terpelihara dan tidak ada yang sampai terhilang. Sebagai orang-orang yang mengasihi Tuhan, mari kita semua bangkit dan masuk dalam Kegerakan Menggembalakan Domba-dombanya Tuhan. Mari kita kuatkan yang iman dan pengharapannya sedang lemah, yang hatinya sedang kecewa dan terluka, atau teman-teman kita yang sudah lama tidak ikut komsel maupun ibadah. Kita doakan mereka, memotivasi, mendukung dan mendampingi mereka sampai mereka bisa bangkit kembali. Dengan menggembalakan domba-domba yang telah Tuhan percayakan pada kita, berarti kita telah memanifestasikan kasih kita kepada Tuhan Yesus.

BANGKIT dan MASUK DALAM KEGERAKAN menggembalakan domba-dombanya Tuhan sebagai WUJUD NYATA kasih kita kepada Tuhan.

APLIKASI

1. Apakah Anda sudah ikut masuk dalam kegerakan menggembalakan domba-dombanya Tuhan? Dengan cara apakah itu?
2. Coba perhatikanlah sekeliling Anda, siapa sajakah yang perlu digembalakan?
3. Apa rencana Anda untuk domba-domba yang Tuhan percayakan kepada Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, Engkau Gembala kami yang sangat baik. Engkau mencari kami ketika terhilang, membalut luka-luka kami dan menuntun kami ke padang yang berumput hijau. Kini kami akan meneruskan kasih-Mu kepada kami dengan menggembalakan domba-domba yang telah Engkau percayakan pada kami. Mampukan kami Tuhan, untuk mengikuti teladan-Mu sebagai gembala yang baik dan berkenan di hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami sudah berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!
Languages

Change Language