WARISAN DNA ILAHI DAN BERKAT
RHEMA HARI INI
Mazmur 112:2 Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
Susanna Wesley dikenal sebagai “ibu dari Methodisme.” Ia bukan ratu, bukan pengkhotbah terkenal, tapi seorang ibu rumah tangga yang hidupnya penuh tantangan. Dari 19 anak yang dilahirkannya, hanya 10 yang bertahan hidup hingga dewasa. Suaminya sering meninggalkannya untuk waktu lama, bahkan keluarganya pernah bangkrut dan rumahnya terbakar dua kali. Namun di tengah semua kesulitan itu, Susanna tetap menanamkan nilai-nilai rohani kepada anak-anaknya. Ia menetapkan waktu khusus untuk berdoa dan membaca Alkitab setiap hari bersama mereka. Dari tangan dan doanya lahirlah dua tokoh besar kebangunan rohani dunia: John Wesley dan Charles Wesley. Susanna mungkin tidak pernah berkhotbah di hadapan ribuan orang, tapi ia telah menanam DNA Ilahi dalam keluarganya, dan benih itu berbuah lintas generasi.
Setelah kutuk dan pola negatif dipatahkan oleh darah Kristus, tugas kita belum selesai. Tuhan memanggil kita untuk mewariskan DNA Ilahi dan berkat rohani kepada generasi berikutnya. Anak-anak kita, baik secara jasmani maupun rohani, perlu melihat teladan iman, integritas, dan kasih yang nyata dalam hidup kita. Sebab berkat sejati bukan sekadar harta atau keberhasilan duniawi, tetapi nilai-nilai ilahi yang kita tanamkan dan terus hidup setelah kita tiada.
Ketika kita hidup benar di hadapan Tuhan, berkat-Nya tidak berhenti pada kita, tapi mengalir sebagai warisan rohani yang memperkasa generasi selanjutnya. Seperti Susanna Wesley, mungkin kita tidak terkenal di dunia, tapi kita bisa jadi fondasi bagi generasi yang akan mengguncang dunia bagi Kristus. (OSA)
RENUNGAN:
Setelah KUTUK DIPATAHKAN, wariskanlah DNA Ilahi dan BERKAT bagi generasi berikutnya.
APLIKASI
1. Mengapa kutuk perlu dipatahkan?
2. Apa langkah Anda untuk hidup bebas dari kutuk?
3. Nilai atau kebiasaan rohani apa yang Anda ingin wariskan kepada anak atau generasi setelah Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih untuk firman-Mu pada hari ini. Kami percaya, setiap kutuk yang mengikat kami sudah dipatahkan di atas kayu salib. Ajar kami untuk hidup benar seturut kehendak-Mu, sehingga kami dapat mewariskan berkat bagi generasi berikutnya. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
1 Raja-raja 12-13; Lukas 22:1-30
Categories
Latest Posts