Ada Yesus Atau Tidak

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Markus 4:35-41

RHEMA HARI INI
Markus 4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Ann dan Paul adalah orang-orang yang cerdas, menarik dan hangat. Menikah selama dua puluh tahun, mereka dikaruniai empat orang anak. Kehidupan mereka tampak sukses, namun didalam segala sesuatunya asam. Mereka berdua memiliki pekerjaan yang menuntut waktu dan hanya memiliki sedikit sisa waktu untuk satu sama lain. Seiring berkurangnya komunikasi, mereka merasakan ketidaknyamanan hidup berumah tangga, mereka mulai tidak betah lagi tinggal di rumah.

Ketika akhirnya pasangan itu mempertimbangkan untuk bercerai, mereka mencari konselor keluarga Kristen dengan harapan dapat membantu mereka. Sang konselor mendorong mereka masing-masing untuk membawa pergumulan mereka kepada Kristus. Sebagai satu-satunya pribadi yang dapat mengampuni dan memulihkan mereka, dan juga mencoba untuk berdoa bersama. Mereka meragukan itu, namun bagaimanapun juga mereka mau melakukannya. Seiring berlalunya waktu, mereka mendapati bahwa semakin mereka berdoa bersama-sama, semakin melunak hati mereka. Cinta baru mulai lahir, dan akhirnya pendeta mereka memimpin keluarga ini dalam kebaktian penyatuan kembali. Dengan dihadiri anak-anak mereka, mereka mendedikasikan kembali hidup mereka untuk saling mencintai lebih lagi dan memprioritaskan Kristus diatas segalanya. Rumah tangga yang dahulunya seperti neraka, sekarang berubah menjadi surga di bumi.

Mengundang Tuhan Yesus masuk dalam keluarga adalah prioritas utama bagi setiap keluarga Kristen. Suami dan isteri harus mampu menjalankan perannya sesuai dengan Firman Tuhan, saling mendukung dan menguatkan sehingga mampu membawa rumah tangga mereka semakin mengasihi Tuhan. Dengan kata lain, keluarga yang takut akan Tuhan adalah keluarga yang senantiasa menerapkan prinsip-prinsip firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Menempatkan Yesus sebagai pemimpin yang sesungguhnya di dalam keluarga, menjalankan aturan-aturan Firman Tuhan dalam “mengelola” rumah tangga. Suami menjadi Imam keluarga, membawa seisi rumah datang pada Tuhan, mengasihi istri seperti Tuhan mengasihi jemaat-Nya, istri tunduk dan taat kepada suami, anak-anak menghormati orang tua, dst. Niscaya suasana surga ada dalam rumah tangga kita. Amin.

RENUNGAN
ADA TIDAKNYA YESUS dalam keluarga kita, akan membuat PERBEDAAN dan PERUBAHAN BESAR.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda mengundang Tuhan Yesus masuk dalam keluarga Anda?
2. Mengapa penting mengundang Tuhan Yesus masuk dalam keluarga kita?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Tuhan Yesus yang menjadi pemimpin dalam keluarga Anda?

DOA HARI INI
“Tuhan Yesus, kami mengundang Engkau masuk dalam kehidupan keluarga kami. Kami percaya kuasa serta kasih-MU mampu mengubahkan keluarga kami menjadi keluarga yang dipenuhi dengan kemuliaan-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.