Alasan Di Balik Urapan Untuk Mujizat

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yesaya 61:1-11

RHEMA HARI INI
Yesaya 61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,

Amy Carmichael mendarat di India tahun 1895 sebagai seorang misionaris. Ia pun terkejut tatkala mengetahui tentang gadis-gadis kecil yang bukan saja diserahkan ke kuil oleh orangtua mereka yang mengharapkan kemurahan dewa-dewi, tetapi juga dipaksa ke dalam prostitusi upacara adat untuk menghasilkan uang bagi kuil. Ketika menyadari anak-anak itu hidup dalam bahaya moral dan spiritual, ia terus berdoa minta pertolongan Tuhan.

Tahun 1901, tiba-tiba saja seorang gadis kecil melarikan diri dan datang kepada Amy. Saat itu juga, ia mengetahui bahwa ia harus melindungi anak tersebut. Meski terancam tuntutan penjara dari para pendeta kuil dan komunitas misionaris tidak menyetujui tindakannya, Amy tetap bertahan pada misinya untuk menyelamatkan anak-anak dari prostitusi kuil. Seiring waktu, ia telah menjadi ibu bagi sebuah keluarga besar India yang berjumlah 900 anak. Pada tahun 1948, pemerintah India akhirnya mengilegalkan praktik prostitusi anak di kuil-kuil. Untuk anak-anak itu, kehadiran Amy adalah mujizat dalam hidup mereka.

Mujizat, tidak seorangpun dari kita tidak ingin tidak mengalaminya. Ketika terdesak dalam kesesakan, mujizat adalah hal yang sangat diharapkan. Sakit kronis, hutang menumpuk, masalah dalam keluarga, semuanya akan terlepas ketika mujizat datang. Tuhan memberi kita kuasa bukan hanya untuk mengalami mujizat, tetapi juga untuk membuat mujizat, supaya orang lain bisa mendapatkan mujizat itu melalui kita. Jaga hidup benar dihadapan-Nya, minta Roh Kudus memenuhi hidup kita. Itulah kunci hidup penuh kuasa. Berkuasa mengalami mujizat, dan berkuasa membuat mujizat bagi orang lain. Tahun mujizat besar ini adalah saatnya kita bangkit dan berani bertindak, ini Kairos Tuhan, saatnya banjir Mujizat, bahkan melalui tangan kita. Biarlah lewat setiap mujizat, nama Tuhan makin ditinggikan, banyak orang datang dan percaya pada Tuhan Yesus. Amin.

RENUNGAN
Tuhan MENGURAPI kita bukan hanya untuk MENERIMA mujizat, tetapi MEMBUAT mujizat, agar orang-orang bisa mengalami mujizat MELALUI KITA.

APLIKASI
1. Mengapa kita membutuhkan pengurapan Tuhan untuk mujizat?
2. Mengapa Tuhan menghendaki kita bukan hanya untuk menerima mujizat, tetapi juga membuatnya?
3. Bagaimana Anda dapat mulai membuat mujizat bagi orang lain?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau telah memilih kami menjadi pembuat-pembuat mujizat. Tuntun kami, ya Tuhan, biarlah kami memperoleh keberanian dalam hati kami, untuk dapat bangkit dan melakukan mujizat, sehingga semakin banyak orang mempermuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.